Minggu, 31 Mei 2026
Hari Raya Tritunggal Mahakudus
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Zefanya 3:14-18
Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu. TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.
Mazmur Tanggapan Yesaya 12:2-6
Bacaan Injil Lukas 1:39-56
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.
Renungan
Allah yang Datang Menghampiri
Hari Raya Tritunggal Mahakudus gampang terasa seperti soal matematika yang membingungkan. Tiga tapi satu, satu tapi tiga. Kita cenderung memperlakukannya sebagai teka-teki untuk dipecahkan, lalu menyerah. Padahal Tritunggal bukan rumus, melainkan kabar tentang siapa Allah itu: Ia relasi, Ia kasih yang mengalir, dan Ia selalu bergerak menghampiri.
Zefanya melukiskan Allah yang sama sekali tidak jauh: "TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita." Allah bukan penonton yang berjarak di langit. Ia berada di tengah, dan bahkan bersukacita atas umat-Nya. Coba bayangkan: Allah yang gembira karena kita.
Dan dalam Injil, "berada di tengah" itu mengambil bentuk yang nyata. Maria, yang baru mengandung Yesus, bergegas ke pegunungan mengunjungi Elisabet. Begitu salamnya terdengar, anak dalam rahim Elisabet melonjak, dan ia dipenuhi Roh Kudus. Lihat betapa penuhnya ruangan kecil itu: Bapa yang mengutus, Putra dalam rahim Maria, Roh yang memenuhi Elisabet. Tritunggal hadir bukan dalam diagram, melainkan dalam sebuah kunjungan antara dua perempuan yang sedang mengandung.
Inilah cara Allah bekerja. Ia datang menghampiri, lalu mendorong kita untuk saling menghampiri. Maria tidak menyimpan Yesus untuk dirinya sendiri. Ia membawa-Nya menyeberangi bukit, kepada saudarinya yang juga membutuhkan. Kehadiran Allah selalu bergerak keluar, tidak pernah mengurung diri.
Maria lalu menyanyikan Magnificat: "Jiwaku memuliakan Tuhan." Nyanyian itu jawaban atas Allah yang lebih dulu bersukacita atas dia, persis seperti nubuat Zefanya. Sukacita bersambut sukacita. Begitulah relasi Tritunggal meluber ke dalam hidup manusia.
Zefanya pun menulis kalimat penghiburan itu bukan di masa aman, melainkan sesudah berbicara panjang tentang hukuman. Justru kepada umat yang babak belur oleh dosanya sendiri, Allah berkata, "Janganlah takut... Aku ada di antaramu." Begitulah selalu cara Sang Tritunggal mendekat: bukan menunggu kita pantas lebih dulu, melainkan menghampiri saat kita masih penuh cela.
Maka merayakan Tritunggal bukan berarti memahami misteri sampai tuntas. Ia berarti membiarkan diri dihampiri oleh Allah yang adalah kasih, lalu bergegas menghampiri sesama, seperti Maria. Di bulan Mei yang kita persembahkan bagi Bunda ini, ia menjadi contoh paling jelas: orang yang penuh Allah selalu berjalan keluar menuju orang lain.
Siapa yang perlu kita hampiri hari ini, membawa serta kehadiran Allah yang tinggal di dalam kita?
Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Engkau kasih yang selalu menghampiri. Penuhilah aku, lalu utuslah aku bergegas menghampiri sesama. Amin.
Invitatorium
MINGGU I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet
MADAH
Ave Maria, gratia plena
Ant. 1 Maria menerima berkat dari Tuhan dan kasih setia dari Allah, penyelamatnya, alleluya.
Mazmur 24
Tuhan masuk ke bait-Nya
dunia dan semua yang mendiaminya.
Ant. Maria menerima berkat dari Tuhan dan kasih setia dari Allah, penyelamatnya, alleluya.
Ant. 2 Yang Mahatinggi telah menjadikan tempat kediaman-Nya bait yang kudus, alleluya.
Mazmur 46
Allah, perlindungan dan kekuatan kita
Ia akan disebut Imanuel, yang berarti: Allah beserta kita (Matius 1:23).
Ant. Yang Mahatinggi telah menjadikan tempat kediaman-Nya bait yang kudus, alleluya.
Ant. 3 Hal-hal yang mulia dikatakan tentang Dikau, ya Perawan Maria, alleluya.
Mazmur 87
Yerusalem adalah ibu kita semua
Yerusalem surgawi adalah wanita yang merdeka; ia adalah ibu kita (Galatia 4:26).
Ant. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang Dikau, ya Perawan Maria, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Lukas 1:41b-43, 44
RESPONSORIUM Lukas 1:45, 46; Mazmur 66:16
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU II PAGI
Pembukaan
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, Alleluya.
MAZMUR 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, Alleluya.
Madah
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Mazmur 117 (118)
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Ant.2: Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Ant.2: Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Tuhan karena kemuliaan-Nya yang besar. Alleluya.
Mazmur 150
Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*
Ant.3: Pujilah Tuhan karena kemuliaan-Nya yang besar. Alleluya.
Bacaan Singkat (Yeh 36,25-27)
Ant.Kidung (Mi II): Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU II SIANG
Madah
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.
Mazmur 22 (23)
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.
Mazmur 75 (76)
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.
Bacaan singkat (Rom 8,26)
Ibadat Sore
MINGGU I SORE II
Madah
Ant.1: Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Ant.1: Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Ant.2: Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Ant.2: Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat (2Kor 1,3-4)
Ant.Kidung (Mi V): Guru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Guru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
Doa Tobat
Madah
Antifon
Mazmur 87 (88)
Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepada-Mu.
Antifon
Bacaan singkat (Yer 14 : 9)
Antifon Kidung
Kidung Simeon
Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.
Antifon Kidung
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet
Pesta · Ditetapkan bagi Gereja universal 1389
Pesta ini merayakan kunjungan Santa Perawan Maria kepada saudarinya Elisabet, seperti dikisahkan dalam Injil Lukas. Sesudah menerima kabar dari malaikat bahwa ia akan mengandung Sang Penyelamat, dan bahwa Elisabet yang sudah lanjut usia pun sedang mengandung, Maria segera berangkat ke pegunungan Yudea untuk melayani.
Perjumpaan itu penuh sukacita. Ketika Maria memberi salam, bayi dalam rahim Elisabet, yaitu Yohanes Pembaptis, melonjak kegirangan, dan Elisabet yang dipenuhi Roh Kudus berseru, Diberkatilah engkau di antara semua perempuan (Lukas 1:42). Maria menanggapinya dengan madah Magnificat, nyanyian pujian yang mengagungkan Allah karena berpihak kepada mereka yang rendah dan lapar akan keadilan.
Perayaan ini pertama kali dijalankan oleh para Fransiskan pada tahun 1263 atas anjuran Santo Bonaventura. Kemudian Paus Urbanus VI menetapkannya bagi seluruh Gereja pada tahun 1389, dengan harapan agar melalui perantaraan Maria, perpecahan besar yang saat itu melanda Gereja Barat dapat dipulihkan.
Sesudah pembaruan liturgi Konsili Vatikan II, pestanya ditempatkan pada 31 Mei, di penghujung bulan yang khusus didedikasikan bagi Maria. Letaknya pun bermakna, di antara Hari Raya Kabar Sukacita dan Kelahiran Yohanes Pembaptis. Bagi umat hari ini, pesta ini mengajarkan bahwa membawa Kristus kepada sesama selalu terwujud dalam pelayanan yang nyata dan penuh kasih.
Ditetapkan: bagi Gereja universal oleh Paus Urbanus VI tahun 1389; tanggal 31 Mei ditetapkan dalam pembaruan kalender Konsili Vatikan II.
Santa Perawan Maria mengunjungi Elisabeth
Ketika malaekat Gabriel membawa khabar gembira kepada Maria, ia menyampaikan juga kepada Maria peristiwa ilahi perkandungan Elisabeth. Malaikat Gabriel mengatakan bahwa Elisabeth sedang mengandung seorang anak laki-laki pada usia tuanya. Bayi laki-laki itu adalah Yohanes Pemandi, yang akan menjadi perintis jalan bagi Yesus, Juru Selamat yang dijanjikan oleh Allah.
Maria segera bergegas ke pegunungan Yudea, ke kota Karem, tempat tinggal Elisabeth dan Zakarias. Maria berangkat kesana untuk melayani Elisabeth. Sebagaimana kata Injil,pertemuan itu merupakan suatu peristiwa kegembiraan baik bagi Elisabeth maupun anak yang dikandungnya. Dari mulut Elisabeth