Jumat, 1 Mei 2026

S. Yusuf Pekerja

Peringatan Fakultatif

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 13:26-33

Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita. Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh. Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur. Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini. Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.

Mazmur Tanggapan Mazmur 2:6-11

"Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!"
Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."
Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!
Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,

Bacaan Injil Yohanes 14:1-6

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Renungan

Tukang yang Menyiapkan Kamar

Di bengkel tukang kayu, pekerjaan yang paling lama justru yang tak kelihatan. Mengukur, mengetam, menghaluskan sambungan. Orang hanya melihat lemari jadinya, bukan berjam-jam serutan yang berserakan di lantai.

Hari ini Gereja mengenang Santo Yusuf sebagai Pekerja. Ia tukang kayu di Nazaret, dan dari tangannya Yesus belajar memegang palu. Maka terasa pas bila dalam Injil hari ini Yesus berbicara dengan bahasa seorang tukang: "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal... Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu."

Menyediakan tempat. Itulah pekerjaan Yusuf setiap hari: membuat ruang bagi orang lain. Menyediakan palungan, menyediakan tumpangan di Mesir, menyediakan meja makan. Dan kini Anak yang dibesarkannya memakai kata yang sama untuk melukiskan surga.

Tomas menyela, jujur seperti kita: "Kami tidak tahu ke mana Engkau pergi." Jawaban Yesus tidak menunjuk peta, melainkan diri-Nya: "Akulah jalan." Jalan pulang bukan sederet petunjuk, melainkan sebuah Pribadi.

Kadang kita membayangkan surga sebagai tempat yang jauh dan asing. Padahal yang menyiapkannya adalah tangan yang dulu menyiapkan kamar bayi di Nazaret. Tangan seorang tukang.

Apa ruang yang hari ini bisa kita sediakan bagi orang lain?

Tuhan, Engkau sedang menyiapkan tempat bagiku. Ajarilah aku menyediakan tempat bagi sesamaku hari ini. Amin.

Invitatorium

JUMAT IV PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Pekan ke-4 Paskah

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ada keluasan dalam belas kasih Allah

Seperti luasnya lautan;

Ada kebaikan dalam keadilan-Nya

Yang lebih dari kebebasan.
Ada penebusan berlimpah

Dalam darah yang telah dicurahkan;

Ada sukacita bagi semua anggota

Dalam penderitaan Sang Kepala.
Sebab kasih Allah lebih luas

Dari ukuran pikiran kita;

Dan hati Yang Kekal

Sangatlah baik secara ajaib.
Jika kasih kita lebih sederhana

Kita akan menerima firman-Nya,

Dan hidup kita akan menjadi syukur

Dalam kemanisan Tuhan kita.
Jiwa-jiwa manusia, mengapa kamu tercerai-berai

Seperti kawanan domba yang ketakutan?

Hati yang bodoh! mengapa kamu mengembara

Dari kasih yang begitu tulus dan mendalam?
Ada sambutan bagi orang berdosa

Dan lebih banyak rahmat bagi yang baik;

Ada belas kasihan pada Juruselamat,

Ada penyembuhan dalam darah-Nya.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami tentang kuasa Tuhan; mereka telah mengisahkan kepada kami perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, alleluya.

Mazmur 78:1-39

Sejarah keselamatan mengungkapkan kebaikan Allah dan kesetiaan umat-Nya

Peristiwa-peristiwa ini diingat sebagai peringatan bagi kita. (1 Korintus 10:6).

I
Perhatikanlah, hai umat-Ku, pengajaran-Ku;

condongkanlah telingamu kepada perkataan mulut-Ku.

Aku akan membuka mulut-Ku dalam perumpamaan

dan mengungkapkan pelajaran-pelajaran tersembunyi dari masa lalu.
Hal-hal yang telah kami dengar dan pahami,

hal-hal yang telah diceritakan oleh nenek moyang kami,

ini tidak akan kami sembunyikan dari anak-anak mereka

tetapi akan kami ceritakan kepada generasi berikutnya:
kemuliaan Tuhan dan kekuatan-Nya

dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib,

kesaksian yang Dia berikan kepada Yakub,

hukum yang Dia tetapkan di Israel.
Dia memberi perintah kepada nenek moyang kami

untuk memberitahukannya kepada anak-anak mereka

agar generasi berikutnya mengetahuinya,

anak-anak yang belum lahir.
Mereka juga harus bangkit dan memberitahu putra-putra mereka

agar mereka juga menaruh harapan mereka kepada Allah

dan tidak pernah melupakan perbuatan-perbuatan Allah

tetapi menaati setiap perintah-Nya:
agar mereka tidak seperti nenek moyang mereka,

bangsa yang menentang dan memberontak,

bangsa yang hatinya tidak tetap,

yang rohnya tidak setia kepada Allah.
Anak-anak Efraim, bersenjata panah,

mundur pada hari pertempuran.

Mereka gagal menepati perjanjian Allah

dan tidak mau berjalan sesuai dengan hukum-Nya.
Mereka melupakan hal-hal yang telah Dia lakukan,

perbuatan-perbuatan ajaib yang telah Dia tunjukkan kepada mereka.

Dia melakukan keajaiban di hadapan nenek moyang mereka,

di Mesir, di dataran Zoan.
Dia membelah laut dan menuntun mereka melaluinya

dan membuat air berdiri seperti tembok.

Pada siang hari Dia menuntun mereka dengan awan:

pada malam hari, dengan cahaya api.
Dia membelah batu-batu di padang gurun.

Dia memberi mereka minuman berlimpah seolah dari kedalaman.

Dia membuat aliran air keluar dari batu

dan membuat air mengalir seperti sungai.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami tentang kuasa Tuhan; mereka telah mengisahkan kepada kami perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, alleluya.

Ant. 2 Anak-anak Israel makan manna dan minum dari batu rohani yang mengikuti mereka, alleluya.

II
Namun mereka tetap berdosa terhadap-Nya;

mereka menentang Yang Mahatinggi di padang gurun.

Dalam hati mereka, mereka menguji Allah

dengan menuntut makanan yang mereka inginkan.
Mereka bahkan berbicara menentang Allah.

Mereka berkata: “Mungkinkah bagi Allah

untuk menyiapkan meja di padang gurun?
Dialah yang memukul batu,

air mengalir dan menyapu dalam arus deras.

Tetapi dapatkah Dia juga memberi kita roti?

Dapatkah Dia menyediakan daging bagi umat-Nya?”
Ketika Dia mendengar ini, Tuhan marah.

Api menyala terhadap Yakub,

kemarahan-Nya bangkit terhadap Israel

karena tidak beriman kepada Allah;

karena menolak untuk percaya pada pertolongan-Nya.
Namun Dia memerintahkan awan di atas

dan membuka gerbang surga.

Dia menghujankan manna sebagai makanan mereka,

dan memberi mereka roti dari surga.
Manusia biasa makan roti malaikat.

Dia mengirimi mereka makanan berlimpah:

Dia membuat angin timur bertiup dari surga

dan membangkitkan angin selatan dengan kekuatan-Nya.
Dia menghujankan makanan kepada mereka seperti debu,

unggas bersayap seperti pasir di laut.

Dia membiarkannya jatuh di tengah-tengah perkemahan mereka

dan di sekeliling tenda-tenda mereka.
Maka mereka makan dan kenyang;

karena Dia memberi mereka semua yang mereka inginkan.

Tetapi sebelum mereka memuaskan keinginan mereka,

sementara makanan masih di mulut mereka,

kemarahan Allah bangkit terhadap mereka.
Dia membunuh yang terkuat di antara mereka,

menghancurkan bunga Israel.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Anak-anak Israel makan manna dan minum dari batu rohani yang mengikuti mereka, alleluya.

Ant. 3 Mereka ingat bahwa Allah adalah penolong dan penebus mereka, alleluya.

III
Meskipun demikian mereka terus berdosa;

mereka tidak beriman pada keajaiban-Nya:

maka Dia mengakhiri hari-hari mereka seperti napas

dan tahun-tahun mereka dalam kehancuran mendadak.
Ketika Dia membunuh mereka, maka mereka akan mencari Dia,

kembali dan mencari Dia dengan sungguh-sungguh.

Mereka akan ingat bahwa Allah adalah batu mereka,

Allah Yang Mahatinggi penebus mereka.
Tetapi perkataan yang mereka ucapkan hanyalah sanjungan;

mereka berdusta kepada-Nya dengan bibir mereka.

Sebab hati mereka tidak sungguh-sungguh bersama-Nya;

mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.
Namun Dia yang penuh belas kasihan

mengampuni dosa mereka dan menyelamatkan mereka.

Begitu sering Dia menahan kemarahan-Nya

padahal Dia bisa saja membangkitkan murka-Nya.
Dia ingat bahwa mereka hanyalah manusia,

napas yang berlalu dan tidak pernah kembali.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus Kristus, gembala Gereja-Mu, untuk menguatkan iman kami dan menuntun kami ke kerajaan, Engkau memperbarui dan jauh melampaui keajaiban-keajaiban hukum lama. Melalui ketidakpastian perjalanan duniawi ini, bimbinglah kami pulang ke padang rumput abadi.

Ant. Mereka ingat bahwa Allah adalah penolong dan penebus mereka, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Sebuah momen untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan firman Allah dan suara publik Gereja.
Kristus Yesus, Engkau telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.

Biarlah langit dan bumi bersukacita, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Wahyu

17:1-18

Babel, pelacur besar
Aku, Yohanes, melihat dan salah satu dari tujuh malaikat yang memegang tujuh cawan datang kepadaku dan berkata: “Marilah, aku akan menunjukkan kepadamu penghakiman yang menanti pelacur besar yang duduk di tepi air yang dalam. Raja-raja bumi telah berzina dengannya, dan penduduk bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.”
Malaikat itu kemudian membawaku dalam roh ke tempat yang sunyi di mana aku melihat seorang wanita duduk di atas binatang merah tua yang ditutupi dengan nama-nama hujatan. Binatang ini memiliki tujuh kepala dan sepuluh tanduk. Wanita itu berpakaian ungu dan merah tua dan dihiasi dengan emas dan mutiara serta permata lainnya. Di tangannya ia memegang cawan emas yang penuh dengan perbuatan-perbuatan keji dan kotor dari percabulannya. Di dahinya tertulis nama simbolis, “Babel yang besar, ibu para pelacur dan segala kekejian dunia.” Aku melihat bahwa wanita itu mabuk oleh darah orang-orang kudus Allah dan darah mereka yang mati syahid karena iman mereka kepada Yesus.
Ketika aku melihatnya, aku sangat terkejut. Malaikat itu berkata kepadaku: “Mengapa engkau begitu terkejut? Aku akan menjelaskan kepadamu simbolisme wanita itu dan binatang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh yang menggendongnya. Binatang yang engkau lihat pernah ada tetapi sekarang tidak ada lagi. Ia akan muncul dari jurang maut sekali lagi sebelum menuju kehancuran terakhir. Semua manusia di bumi yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan sejak penciptaan dunia akan terheran-heran ketika mereka melihat binatang itu, karena ia pernah ada dan sekarang tidak ada lagi, namun ia akan ada lagi.
Inilah petunjuk bagi orang yang memiliki hikmat! Ketujuh kepala itu adalah tujuh bukit tempat wanita itu bertakhta. Mereka juga adalah tujuh raja: lima sudah jatuh, satu hidup sekarang, dan yang terakhir belum datang; tetapi ketika ia datang, ia hanya akan tinggal sebentar. Binatang yang pernah ada tetapi sekarang tidak ada lagi, meskipun ia adalah raja kedelapan, sebenarnya adalah salah satu dari ketujuh dan sedang menuju kehancuran. Kesepuluh tanduk yang engkau lihat melambangkan sepuluh raja yang belum dinobatkan; mereka akan memiliki otoritas kerajaan bersama dengan binatang itu, tetapi hanya untuk sesaat. Kemudian mereka akan mencapai kesepakatan dan menyerahkan kekuasaan dan otoritas mereka kepada binatang itu. Mereka akan berperang melawan Anak Domba tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Dia adalah Tuhan segala tuan dan Raja segala raja; yang menang juga adalah para pengikut-Nya—mereka yang dipanggil: yang terpilih dan yang setia.”
Malaikat itu kemudian berkata kepadaku: “Air yang di atasnya engkau melihat pelacur itu bertakhta adalah sejumlah besar bangsa dan suku dan bahasa. Kesepuluh tanduk yang engkau lihat pada binatang itu akan berbalik melawan pelacur itu dengan kebencian; mereka akan menelanjangi perhiasannya dan meninggalkannya telanjang; mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya. Sebab Allah telah menaruh dalam pikiran mereka untuk melaksanakan rencana-Nya, dengan membuat mereka setuju untuk menyerahkan kedaulatan mereka kepada binatang itu sampai kehendak-Nya terlaksana. Wanita yang engkau lihat adalah kota besar yang memiliki kedaulatan atas raja-raja bumi.”

RESPONSORIUM Wahyu 17:14; 6:2

Para penguasa bumi akan berperang melawan Anak Domba, tetapi Anak Domba akan menang atas mereka,

karena Dia adalah Tuhan segala tuan dan Raja segala raja, alleluya.
Dia diberi mahkota, dan seperti seorang penakluk Dia maju untuk memenangkan kemenangan lebih lanjut.

Karena Dia adalah Tuhan segala tuan dan Raja segala raja, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari surat Santo Klemens, Paus, kepada jemaat Korintus

Pemeliharaan kesatuan
Saudara-saudari terkasih, Yesus Kristus adalah keselamatan kita, Dialah imam agung yang melaluinya kita mempersembahkan persembahan kita dan penolong yang menopang kita dalam kelemahan kita. Melalui Dia pandangan kita menembus ketinggian surga dan kita melihat seperti dalam cermin, wajah Allah yang mahakudus. Melalui Kristus mata hati kita terbuka, dan pemahaman kita yang lemah dan mendung mencapai terang. Melalui Dia Tuhan Allah menghendaki agar kita merasakan pengetahuan abadi, karena Kristus adalah pancaran kemuliaan Allah, dan jauh lebih besar dari para malaikat sebagaimana nama yang Allah berikan kepada-Nya lebih unggul dari nama mereka.
Maka, saudara-saudaraku, marilah kita berjuang dengan segenap kekuatan kita di bawah perintah-Nya yang tak pernah salah. Pikirkanlah orang-orang yang melayani di bawah komandan militer kita. Betapa disiplinnya mereka! Betapa siap dan patuhnya mereka melaksanakan perintah! Tidak semua orang bisa menjadi prefek, tribun, perwira seratus, atau kapten lima puluh, tetapi setiap orang dalam pangkatnya sendiri melaksanakan perintah kaisar dan para perwira yang berkuasa. Yang besar tidak dapat ada tanpa yang rendah, demikian pula yang rendah tidak dapat ada tanpa yang besar. Selalu kerja sama yang harmonis dari berbagai bagiannya yang menjamin kesejahteraan keseluruhan. Ambil tubuh kita sendiri sebagai contoh: Kepala tidak berdaya tanpa kaki; dan kaki tidak dapat berbuat apa-apa tanpa hati. Bahkan anggota tubuh kita yang paling tidak penting pun berguna dan perlu bagi seluruh tubuh, dan semuanya bekerja sama demi kesejahteraannya dalam subordinasi yang harmonis.
Maka, marilah kita memelihara kesatuan tubuh yang kita bentuk dalam Kristus Yesus, dan biarlah setiap orang memberikan kepada sesamanya penghormatan yang sesuai dengan karunia-karunia khususnya. Biarlah yang kuat merawat yang lemah dan yang lemah menghormati yang kuat. Biarlah yang kaya membantu yang miskin dan orang miskin bersyukur kepada Allah karena memberinya seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Orang bijak harus menunjukkan kebijaksanaannya bukan dengan kefasihannya tetapi dengan perbuatan baik; orang yang rendah hati tidak boleh menyatakan kerendahan hatinya sendiri, tetapi membiarkan orang lain melakukannya; demikian pula orang yang memelihara kesuciannya tidak boleh membanggakannya, tetapi mengakui bahwa kemampuan untuk mengendalikan keinginannya telah diberikan kepadanya oleh orang lain.
Pikirkanlah, saudara-saudaraku, bagaimana kita pertama kali ada, bagaimana kita pada saat pertama keberadaan kita. Pikirkanlah kubur gelap dari mana Pencipta kita membawa kita ke dunia-Nya di mana Dia telah menyiapkan karunia-Nya bagi kita bahkan sebelum kita lahir. Semua ini kita berutang kepada-Nya dan untuk segala sesuatu kita harus bersyukur kepada-Nya. Bagi-Nya kemuliaan selama-lamanya. Amin.

RESPONSORIUM Kolose 1:18; 2:12b, 9-10, 12a

Kristus adalah kepala tubuh, Gereja, dan yang pertama lahir dari antara orang mati.

Dalam Dia kamu dibangkitkan kepada hidup oleh iman akan kuasa Allah yang membangkitkan Dia dari antara orang mati, alleluya.
Dalam Kristus kepenuhan keilahian berdiam dalam bentuk jasmani, dan dalam Dia kamu menemukan kepenuhanmu sendiri. Kamu dikuburkan bersama Dia dalam baptisan.

Dalam Dia kamu dibangkitkan kepada hidup oleh iman akan kuasa Allah yang membangkitkan Dia dari antara orang mati, alleluya.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

penulis kebebasan kami

dan keselamatan kami,

dengarkanlah suara permohonan kami

dan karuniakanlah agar mereka yang telah Engkau tebus

dengan pencurahan Darah Putra-Mu

boleh memiliki hidup melalui Engkau dan, di bawah perlindungan-Mu,

bersukacita selamanya tanpa cedera.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Fajar menyingsinglah sudah
Langit menggemakan madah
Bumi bersorak-sorailah
Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa
Menggempur markas neraka
Menggilas kuasa maut
Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu
Dijaga banyak serdadu
Namun pemenang yang luhur
Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Atau:

Hai Yerusalem surgawi
Nyanyikanlah lagu puji
Penuh sukacita murni
Merayakan Paska suci.

Kristus sebagai pahlawan
Mengalahkan kegelapan
Merebut mangsa neraka
Agar bebas dan berjaya.

Para umat yang ditebus
Berarak bersama Kristus
Gembira menuju Bapa
Untuk hidup selamanya.

Mulyalah Engkau, ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Kristus menyerahkan diri untuk kita dengan menjadi persembahan dan kurban bagi Allah, alleluya.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Ant.1: Kristus menyerahkan diri untuk kita dengan menjadi persembahan dan kurban bagi Allah, alleluya.

Ant.2: Hai Yerusalem, kota Allah, engkau akan bermandikan cahaya gemilang, alleluya.

Tb 13,10-16

Pujilah Tuhan, hai para pilihanNya,*
berpestalah dengan gembira dan bersyukurlah kepadaNya.

Hai Yerusalem, kota suci,+
Allah menyiksa kamu karena perbuatanmu yang jahat,*
tetapi Ia akan mengasihani kembali orang-orang yang jujur.

Luhurkanlah Tuhan dengan selayaknya,+
bersyukurlah kepada raja yang kekal abadi,*
supaya rumahNya dibangun kembali bagimu dengan gembira.

Tuhan akan menghantar pulang semua tawananmu,*
dan engkau akan bersukacita selama-lamanya.

Engkau bermandikan cahaya gemilang, hai Yerusalem,*
dan seluruh bumi sujud hormat kepadamu.

Dari jauh bangsa-bangsa datang kepadamu,*
membawa persembahan sebagai tanda bakti bagi Tuhanmu.

Mereka memandang tanahmu sebagai tanah suci,*
dan menyerukan nama Tuhan di tengahmu.

Hai Yerusalem, engkau akan bersukacita atas putera-puterimu,+
sebab mereka semua diberkati Tuhan,*
dan dihimpun di hadapanNya.

Berbahagialah semua yang mencintai engkau,*
yang bersukacita atas damai sejahteramu.

Pujilah Tuhan, hai hatiku, pujilah Tuhan Allah kita,*
sebab Ia membebaskan kotaNya Yerusalem dari segala penderitaannya.

Ant.2: Hai Yerusalem, kota Allah, engkau akan bermandikan cahaya gemilang, alleluya.

Ant.3: Kulihat Yerusalem baru, turun dari surga, alleluya.

Mazmur 147 (147B)

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,*
pujilah Allahmu, hai Sion.

Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,*
Ia memberkati para pendudukmu.

Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu,*
dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.

Ia mengutus sabdaNya ke bumi,*
dengan segera firmanNya berlari.

DiturunkanNya salju seperti bulu domba,*
dihamburkanNya embun beku bagaikan abu.

DilemparkanNya hujan es seperti kerikil,*
siapa dapat menahan dinginnya?

Ia bersabda lagi, maka es mencair kembali,*
Ia menyuruh anginNya bertiup, maka air mengalir.

Dialah yang menyampaikan firmanNya kepada Yakub,*
ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,*
hukum-hukumNya tidak mereka kenal.

Ant.3: Kulihat Yerusalem baru, turun dari surga, alleluya.

Bacaan singkat: (Kis 5,39-32)

Allah para leluhur kita telah membangkitkan Yesus yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dia telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kananNya, menjadi pemimpin dan juruselamat, supaya umat Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami ini saksi dari segalanya itu, kami bersama dengan Roh kudus, yang dikurniakan kepada semua orang yang mentaati Allah.

Lagu singkat:

P: Tuhan bangkit dari kubur,* Alleluya, alleluya. U: Tuhan. P: Sesudah disalibkan bagi kita. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Aku pergi menyediakan tempat bagimu. Aku akan menghantar kamu, agar tinggal bersama dengan Daku, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Aku pergi menyediakan tempat bagimu. Aku akan menghantar kamu, agar tinggal bersama dengan Daku, alleluya.

Doa Permohonan

Allah Bapa telah memberi kita hidup baru berkat kebangkitan Kristus. Marilah kita memohon dengan rendah hati:
U: Sinarilah kami dengan kemuliaan Kristus.
P: Ya Allah, Engkau telah menciptakan dunia, mengikat suatu perjanjian dengan umatmu dan tetap setia sepanjang masa,* dengarkanlah kami, Bapa yang maharahim.
P: Sucikanlah kami dengan kebenaranMu dan kuduskanlah jalan hidup kami,* agar kami berlaku jujur seturut keinginan hatiMu.
P: Terangilah kami dengan sinar cahaya hadiratMu,* agar kami bebas dari dosa dan menikmati kebahagiaan rumahMu.
P: Engkau telah memberikan damaiMu kepada para rasul,* berilah damai kepada semua penghuni dunia ini.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah, pokok kebebasan dan keselamatan kami, Engkau telah menebus kami dengan darah PuteraMu. Dengarlah permohonan kami, supaya kami memperoleh hidup dalam Engkau dan menikmati keselamatan yang kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

JUMAT IV SIANG

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan, alleluya.

Mazmur 118 (119),161-168

Kaum curang mengejar aku tanpa alasan,*
hatiku sungguh takut akan mereka.

Tetapi aku bergembira atas sabdaMu,*
seperti orang yang mendapat harta besar.

Aku benci dan muak terhadap dusta,*
tetapi hukumMu kucintai.

Tujuh kali sehari aku memuji Engkau,*
karena keputusanMu yang tepat.

Makmurlah orang yang mencintai hukumMu,*
tiada batu sandungan bagi mereka.

Aku mengharapkan keselamatanMu, ya Tuhan,*
aku menepati perintahMu.

Aku berpegang pada ketetapanMu,*
aku amat mencintainya.

Aku memperhatikan perintah dan ketetapanMu,*
sebab seluruh hidupku terbuka di hadapanMu.

Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan, alleluya.

Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa, alleluya.

Mazmur 132 (133)

Alangkah baik dan menyenangkan,*
tinggal bersama sebagai saudara.

Bagaikan minyak wangi di atas kepala,*
yang mencucuri janggut Harun dan menetesi jubahnya.

Bagaikan embun di gunung Hermon,*
bagaikan embun yang turun di bukit Sion.

Sebab di Sionlah Tuhan menurunkan berkat,*
dan menganugerahkan kehidupan untuk selama-lamanya.

Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa, alleluya.

Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa, alleluya.

Mazmur 139 (140),1-9.13-14

Ya Tuhan, bebaskanlah aku dari orang jahat,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka merencanakan kejahatan,*
sepanjang hari mencari pertengkaran.

Seperti ular, mereka mengasah lidahnya,*
mulut mereka penuh racun ular berbisa.

Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka bermaksud menjatuhkan daku,*
dengan memasang jerat.

Orang yang kurang ajar membentangkan jaring,*
dan memasang perangkap di jalanku.

Aku berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah Allahku,*
dengarkanlah seruan doaku.

Tuhan, ya Tuhanku, Engkaulah penyelamatku,*
lindungilah kepalaku pada hari pertempuran.

Ya Tuhan, janganlah Kaupenuhi keinginan orang berdosa,*
janganlah Kaudukung tipu muslihat mereka."

Aku tahu, bahwa Tuhan adil terhadap orang tertindas,*
dan membela hak orang miskin.

Sungguh, orang jujur akan memuji namaMu,*
orang suci akan hidup di hadapan wajahMu.

Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa, alleluya.

Bacaan singkat: (Gal 3,27-28)

Kita semua yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada pria atau wanita, karena kita semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.

P: Engkau telah menebus kami dengan darahMu, alleluya.
U: Dari tiap suku, bahasa, rakyat dan bangsa, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, ketika Engkau bergantung pada kayu salib demi keselamatan kami, dunia diliputi kegelapan di tengah hari. Terangilah kiranya jalan hidup kami, agar kami dapat mencapai kehidupan kekal. Sebab Engkaulah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

JUMAT IV SORE

Madah

Mari kita bergembira
Merayakan hari Paska
Sambil bernyanyi memuji
Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan
Dan tubuhNya dikurbankan
DarahNya yang kita trima
Sungguh menghidupkan kita.

Kristus bangkit dari kubur
Maut kalah hancur lebur
Musuh takluk terbelenggu
Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Atau:

Yesus Kristus Paska kita
Dikurbankan bagai domba
TubuhNya dipersembahkan
Murni tanpa kesalahan.

O sungguh kurban mulia
Yang menghancurkan neraka
Membebaskan yang tertawan
Dari jerat kematian.

Semoga Yesus menjadi
Paska kesukaan kami
Himpunkan kami umatmu
Di dalam dunia baru.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Ant.1: Demikian besar cinta Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan PuteraNya yang tunggal, alleluya.

Mazmur 144 (145) - I

Aku mengagungkan Dikau, ya Allah, rajaku,*
aku memuliakan namaMu selama-lamanya.

Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau,*
dan memuji namaMu selama-lamanya.

Agunglah Tuhan dan sangat terpuji,*
keagunganNya tak terselami.

Angkatan demi angkatan memuliakan karyaMu,*
dan mewartakan kejayaanMu.

Semarak dan mulialah namaMu,*
kemegahanMu akan kukidungkan.

KaryaMu yang dahsyat dan perkasa akan kukisahkan,*
dan keagunganMu akan kumaklumkan.

KebaikanMu yang tak terperikan akan kukenangkan,*
dan keadilanMu akan kuumumkan.

Tuhan itu pengasih dan penyayang,*
lambat akan murka dan besar kasih setiaNya.

Tuhan baik terhadap semua orang,*
penuh kasih setia terhadap segala ciptaanNya.

Ya Tuhan, semoga segala karyaMu bersyukur kepadaMu,*
dan semua kekasihMu memuji Engkau.

Semoga mereka mengumumkan kerajaaMu yang mulia,*
dan mewartakan keperkasaanMu.

Semoga mereka menyiarkan kejayaanMu kepada umat manusia,*
dan memaklumkan kerajaanMu yang semarak mulia.

KerajaanMu berlangsung selama-lamanya,*
dan pemerintahanMu turun-temurun.

Ant.1: Demikian besar cinta Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan PuteraNya yang tunggal, alleluya.

Ant.2: Agung dan mulialah Raja abadi yang tak dapat mati, alleluya.

Mazmur 144 (145) - II

Tuhan setia dalam semua sabdaNya,*
penuh kasih dalam segala karyaNya.

Tuhan menopang semua orang yang jatuh,*
dan menegakkan semua orang yang tertunduk.

Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan,*
Engkau memberi mereka makan pada waktunya.

Engkau membuka tanganMu,*
dan memenuhi keinginan segala makhluk yang hidup.

Tuhan adil dalam segala tindakanNya,*
penuh kasih setia dalam segala karyaNya.

Tuhan dekat pada orang yang berseru kepadaNya,*
yang berseru kepadaNya dengan tulus hati.

Tuhan melaksanakan kehendak orang takwa,*
Ia mendengarkan dan menyelamatkan mereka.

Tuhan memelihara semua orang yang mengasihiNya,*
tetapi yang berbuat jahat dibinasakanNya.

Semoga aku mewartakan pujian Tuhan,*
dan segala makhluk memuliakan namaNya selama-lamanya.

Ant.2: Agung dan mulialah Raja abadi yang tak dapat mati, alleluya.

Ant.3: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Dialah keselamatanku, alleluya.

Why 15,3-4

Agung dan mengagumkan segala karyaMu,*
ya Tuhan Allah yang mahakuasa

Adil dan benar segala tindakanMu,*
ya raja segala bangsa!

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*
dan tidak memuliakan namaMu?

Sebab hanya Engkaulah kudus,+
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu,*
sebab telah nyatalah segala keputusanMu.

Ant.3: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Dialah keselamatanku, alleluya.

Bacaan singkat: (Ibr 5,8-10)

Meskipun Kristus Putera Allah, Ia belajar menjadi taat dalam penderitaanNya. Dan sesudah Ia sendiri mencapai kesempurnaan, Ia telah menjadi pokok keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepadaNya. Ia memang dipanggil oleh Allah menjadi imam agung seperti Melkisedek.

Lagu singkat:
P: Para murid bergembira,* Alleluya, alleluya. U: Para. P: Tatkala melihat Tuhan. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Para.

Lagu singkat Sesudah kenaikan Tuhan:

P: Roh penghibur,* Alleluya, alleluya. U: Roh. P: Akan mengajar kamu segalanya. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Roh.

Ant.Kidung: Gembala yang baik mempertaruhkan nyawa bagi domba-dombanya, alleluya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Gembala yang baik mempertaruhkan nyawa bagi domba-dombanya, alleluya.

Doa Permohonan

Marilah kita meluhurkan Kristus, jalan, kebenaran dan kehidupan, dan berseru:
U: Putera Allah yang hidup, berkatilah umatMu.
P: Kami berdoa kepadaMu, ya Kristus, bagi para pelayan umatMu, agar dalam membagi-bagikan roti kehidupan,* merekapun menimba kekuatan dari padanya.
P: Kami berdoa bagi seluruh umat kristen, agar mereka hidup pantas sepadan dengan panggilannya,* dan senantiasa berusaha memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai.
P: Kami berdoa bagi pemerintah kami, agar menjalankan tugasnya dengan adil dan murah hati,* sehingga terciptalah suasana damai dan kerukunan di antara para bangsa.
P: Kami berdoa bagi diri kami sendiri, agar kami Kauperkenankan kelak memuji Engkau di tengah himpunan para kudus,* bersama dengan saudara-saudara kami yang telah berpulang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah, pokok kebebasan dan keselamatan kami, Engkau telah menebus kami dengan darah PuteraMu. Dengarlah permohonan kami, supaya kami memperoleh hidup dalam Engkau dan menikmati keselamatan yang kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14,9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

S. Yusuf Pekerja

Suami Santa Perawan Maria, Pelindung Para Pekerja · abad ke-1

Yusuf dari Nazaret adalah suami Santa Perawan Maria dan bapa asuh Yesus. Injil menyebutnya seorang tekton, tukang kayu atau ahli bangunan sederhana di Galilea. Dari keringat tangannya sendiri ia menghidupi Keluarga Kudus, dan di bengkelnya itu pula Yesus tumbuh sambil belajar bekerja. Karena hidupnya yang jujur dan tekun, Yusuf menjadi lambang martabat kerja manusia biasa.

Pesta Santo Yusuf Pekerja pada tanggal 1 Mei ditetapkan oleh Paus Pius XII pada tahun 1955. Tanggal itu dipilih dengan sengaja, sebagai tanggapan Gereja atas Hari Buruh Internasional yang saat itu banyak diwarnai gerakan komunis. Melalui pesta ini Gereja hendak menegaskan bahwa kerja bukanlah beban belaka, melainkan panggilan mulia yang menguduskan manusia, dan bahwa setiap pekerja memiliki pelindung surgawi.

Sosok Yusuf yang pendiam, setia, dan pekerja keras menjadikannya teladan bagi kaum buruh, tukang, dan semua yang mencari nafkah dengan tangan mereka. Ia mengajarkan bahwa pekerjaan yang paling sederhana sekalipun, bila dilakukan dengan cinta dan kejujuran, bernilai di hadapan Allah.

Pelindung: para pekerja, buruh, tukang kayu, dan Gereja semesta.

Santo Peregrinus Laziosi

Pengaku Iman

Peregrinus Laziosi lahir di kota Forli, Italia pada tahun 1260. Ia menaruh kebencian besar kepada Gereja Katolik. Ia pun termasuk salah seorang yang memusuhi Sri Paus di Roma. Dengan sifatnya yang keras dan kasar, ia melancarkan serangan terhadap Gereja Katolik di wilayah Romagna. Awal kehidupannya sebagai ‘manusia baru’ dalam iman Kristiani bermula dari tindakannya yang brutal terhadap Pastor Filipus Benizi (1225-1285). Diceritakan bahwa pada suatu kesempatan khotbah dalam rangka misi perdamaian yang dirancangakan oleh Sri Paus, Pastor Filipus ditinju hingga roboh oleh Peregrinus. Tetapi Pastor yang saleh ini tidak memberikan suatu perlawanan balik kepada Peregrinus. Ia bahkan bangkit dan berdoa bagi Peregrinus serta memaafkan dia.

Sikap Pastor Filipus ini menyentuh hati Peregrinus yang keras membatu itu. “Belum pernah aku menjumpai orang seperti dia ini”, kata Peregrinus dalam hatinya. Lalu ia berlutut di hadapan pastor Filipus dan meminta maaf atas perlakuan kasarnya itu. Semenjak itu ia bertobat dan bertekad menjalani suatu kehidupan baru dengan doa dan matiraga. Rahmat Tuhan semakin hebat mempengaruhi hidupnya. Pada suatu hari, Bunda Maria menampakkan diri kepadanya dan menyuruh dia pergi ke Siena. Di Siena ia diterima oleh Pastor Filipus sebagai salah seorang anggota Ordo Servit Santa Maria.

Di dalam ordo ini Tuhan melaksanakan rancanaNya atas diri Peregrinus. Pada suatu hari Peregrinus jatuh sakit. Ia diserang penyakit kanker ganas pada kakinya. Dokter yang merawatnya menganjurkan agar kakinya di potong demi menyelamatkan nyawanya. Sebelum ia tidur malam, ia berdoa kepada Tuhan Yesus Tersalib hingga tertidur. Dalam mimpinya, ia melihat Yesus mengulurkan tanganNya dari atas salib dan menyentuh kakinya yang sakit itu. Ketika bangun dari tidur, didapatinya kakinya sudah sembuh. Peristiwa ajaib ini semakin mengokohkan imannya akan kebenaran ajaran gereja.

Rahmat kesembuhan ini mengobarkan semangatnya untuk tetap membaktikan dirinya kepada Tuhan dan Gereja dengan menjadi imam. Selama 62 tahun ia berkarya dengan penuh semangat diperkuat oleh doa dan matiraga yang mendalam. Ia meninggal dunia pada tahun 1345 dan diangkat gereja sebagai pelindung para penderita sakit bernanah dan kanker.

Santo Yusuf Pekerja

Pelindung para Karyawan

Tradisi menuliskan pribadi Yusuf, suami Maria sebagai seorang tukang kayu di kota Nazareth. Ia seorang bangsawan yang saleh dan sederhana. Darah kebangsawanannya mengalir dari Raja Daud leluhurnya. Kesucian dan kesalehannya terlihat di dalam ketaatannya pada kehendak Allah untuk menerima Maria sebagai istrinya serta mendampingi Maria dalam membesarkan Yesus, Putera Allah yang menjadi manusia. Kesederhanaannya terlihat dalam pekerjaannya sebagai seorang tukang kayu, dan cara hidupnya yang biasa-biasa saja di dalam masyarakat.

Dalam pribadi Yusuf, pekerjaan tangan memperoleh suatu dimensi ilahi. Kerja meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Allah dan memungkinkan manusia turut serta di dalam karya penciptaan dan penyelamatan Allah. Atas dasar inilah gereja pada masa kepemimpinan Paus Pius XII menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari Raya Santo Yusuf Pekerja, sekaligus menetapkan sebagai Hari Buruh. Yusuf selanjutnya diangkat sebagai pelindung para karyawan/buruh yang bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Yeremia, Nabi

Yeremia lahir kira-kira pada tahun 650 sebelum Masehi di Anathoth, dekat kota Yerusalem, termasuk wilayah kerajaan Yehuda. Keluarganya adalah sebuah keluarga imam yang saleh. Panggilannya sebagai nabi di Israel diterimanya dari Allah pada tahun 627 sebelum Masehi, dalam tahun ketigabelas pemerintahan Raja Yosias (Yer1:2). Meskipun panggilan ini terjadi pada usia mudanya, namun sebenarnya Yeremia telah ditentukan Allah menjadi nabi ketika masih ada di dalam rahim ibunya (Yer1:5) untuk mewartakan sabda Allah kepada Israel, umat pilihan Allah. Tatkala Allah memanggilnya untum mengemban tugas mulia ini, ia menolak karena merasa tidak layak untuk mengemban tugas mulia itu. Tetapi akhirnya ia pun menerima panggilan itu karena Allah berjanji akan selalu menyertai dia dalam tugasnya. Yeremia adalah Nabi Israel terakhir sebelum pembuangan ke Babylonia.

Karya perutusannya sebagai nabi dimulainya pada usia mudanya (Yer1:6) sampai pada saat kejatuhan Yerusalem di tangan bangsa babylonia pada tahun 587 sebelum Masehi. Selama 40 tahun karyanya, Yeremia tanpa mengenal lelah memperingatkan para penguasa bangsa dan pemimpin agama serta seluruh umat Israel akan bahaya kejatuhan mereka karena dosa-dosa Yerusalem dan Yehuda.

Selain dengan itu, Yeremia terus menerus terlibat di dalam beberapa perselisihan dan pertentangan. Ia dengan gigih melawan raja Yoakim dan Yoakin (609-507 sebelum Masehi) yang memutarbalikkan kebijakan keagamaan dari Raja Yosia. Pada masa pemerintahan Raja Sedikia (597-587 sebelum Masehi), nada pewartaannya mulai berubah. Ia tidak lagi mengeluh tentang tugas perutusannya tetapi mulai lebih sungguh-sungguh membaktikan dirinya pada tugas yang dibebankan Allah padanya. Dengan gigih ia berusaha meyakinkan Yehuda akan penguasaan bangsa Babylonia. Meskipun demikian ia tidak diterima, bahkan dituduh sebagai pengkhianat bangsanya oleh orang-orang yang menginginkan raja Sedikia bersekutu dengan Mesir dan memberontak (Yerl37:17-21). Karena itu, Yeremia mengalami penderitaan batin dan frustasi yang hebat.

Walaupun ia menderita, ia tetap pasrah dan taat pada kehendak Allah. Cintanya akan Allah dan keakraban hubungannya dengan Allah ini mendorong dia untuk mendalami lebih jauh teologi tradisional Israel tentang Perjanjian. Imannya itu berdasar pada pengetahuan yang mendalam akan Perjanjian Cinta Allah dengan Israel, umat pilihanNya, yang memperkenankan Israel mengambil bagian dalam kekudusanNya. Dalam perjanjian Cinta itu, Allah menuntut dari Israel ketaatan penuh pada kehendakNya sebagaimana diwahyukan di dalam perintah-perintahNya dan dinyatakan melalui nabi-nabiNya. Menolak mengakui kebaikan dan cinta Allah yang diwahyukan adalah dosa. Dan dosa bagi Israel adalah perbuatan melawan kesucian perkawinan antara Allah dan bangsa Israel (Yer2:20,25). Dosa mengakibatkan pengadilan Allah atas Israel untuk memurnikan mereka. Yeremia menyadari bahwa pengadilan Allah merupakan tahap awal pengampunan dan pembaharuan batin yang radikal.

Dalam pewartaannya tentang malapetaka yang akan terjadi atas Israel, Yeremia menubuatkan suatu ‘Sisa Kecil”, suatu kelompok kecil umat yang tetap setia pada Allah (Yer23:3,4; 30:10; 11; 31:10-14). Sisa Kecil ini adalah benih harapan dimasa yang akan datang, kepadanya Allah mencurahkan pengampunan dan belaskasihanNya, dan dengannya Allah mengadakan suatu perjanjian Baru (Yer31:31-34). Allah akan menciptakan bagi Israel suatu hubungan spiritual yang baru dan mendalam, dan akan menuliskan hukumNya di dalam hati mereka serta tinggal di dalam hati mereka.

Yeremia dengan tekun membantu perkembangan Sisa Kecil Israel yang saleh dari suku Yehuda ini karena mereka dengan sabar menantikan tibanya hari Tuhan yang menyelamatkan. Penderitaan Yeremia yang demikian hebat menjadikan dia sebagai tokoh lambang bagi Yesus Kristus. Yeremia, yang hidup penuh penderitaan, namun tetap pasrah dan taat pada kehendak Allah yang mengutusnya, menjadi lambang gambaran Hamba Yahweh yang menderita sebagaimana diramalkan Yesaya ([[Yes 35]]).