Sabtu, 11 April 2026

Oktaf Paskah

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 4:13-21

Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka, dan berkata: "Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya. Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu." Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.

Mazmur Tanggapan Mazmur 118:1,14-15,16-21

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.
Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"
Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.
TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.
Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

Bacaan Injil Markus 16:9-15

Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Renungan

Tak Bisa Diam

Ada kabar-kabar yang mustahil disimpan sendiri. Berita seorang cucu yang lahir, seorang anak yang lulus, seorang sakit keras yang tiba-tiba pulih, membuat mulut terasa gatal ingin bercerita. Kita menelepon, mampir ke rumah tetangga, menyampaikannya kepada siapa saja yang mau mendengar. Sukacita yang sejati memang selalu mencari jalan keluar; ia tidak betah dikurung di dalam dada.

Petrus dan Yohanes ditangkap, disidang di depan Mahkamah Agama, lalu diperintahkan dengan keras supaya sama sekali tidak berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Ancaman itu bukan main-main; orang-orang inilah yang beberapa pekan sebelumnya berhasil menyalibkan Guru mereka. Namun jawaban kedua rasul itu sederhana dan berani: silakan kalian putuskan sendiri, manakah yang benar di hadapan Allah, taat kepada kalian atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan kami dengar.

Perhatikan baik-baik alasan mereka. Mereka tidak berkata bahwa mereka wajib berbicara karena itu perintah atau tugas yang dibebankan kepada mereka. Mereka berkata bahwa mereka tidak mungkin diam. Ada tekanan yang mendesak dari dalam. Kabar bahwa Yesus yang mati kini hidup terlalu besar untuk dibendung oleh ancaman apa pun, bahkan ancaman penjara dan kematian sekalipun.

Dan itulah tepatnya yang diminta Tuhan yang bangkit dalam Injil hari ini. Ia menampakkan diri kepada kesebelas murid, mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, lalu berkata: pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Perintah agung yang terdengar berat itu sebenarnya ringan bagi hati yang sungguh bersukacita. Orang yang benar-benar mengalami kabar baik tidak perlu dipaksa membagikannya; ia hanya perlu diberi kesempatan.

Maka barangkali kesaksian kita yang sering tersendat dan malu-malu bukan pertama-tama soal kurang keberanian, melainkan soal kurang kegembiraan. Mungkin kita jarang bercerita tentang Yesus bukan karena takut ditolak, melainkan karena Ia belum menjadi kabar yang sungguh menggembirakan bagi kita sendiri. Sebab yang tidak menggembirakan hati memang gampang disimpan diam-diam.

Injil mencatat bahwa para murid mula-mula pun tidak langsung percaya pada kabar Maria dan kedua murid Emaus. Sukacita itu tumbuh perlahan sampai akhirnya tak tertahankan. Begitu pula kita boleh memohon agar Paskah kembali menjadi kabar yang membuat kita tak bisa diam.

Tuhan, jadikanlah kebangkitan-Mu sukacita yang tak sanggup kusimpan sendiri. Isilah hatiku sampai penuh, dan berilah aku mulut yang tak bisa diam tentang kebaikan-Mu. Amin.

Invitatorium

SABTU I PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ave Maria, gratia plena

Dominus tecum

Benedicta tu in mulieribus

Et benedictus fructus ventris tui, Jesus
Sancta Maria, Mater Dei

Ora pro nobis peccatoribus

Nunc et in hora mortis nostrae
Amin.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Salam Maria, penuh rahmat

Tuhan besertamu

Terpujilah engkau di antara wanita

Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus
Santa Maria, Bunda Allah

Doakanlah kami orang berdosa

Sekarang dan pada waktu kami mati
Amin.

PSALMODI

Ant. 1 Agunglah Tuhan; keagungan-Nya tiada terhingga, alleluya.

Mazmur 145

Pujian akan keagungan Allah

Tuhan, Engkaulah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).

I
Aku akan memuliakan Engkau, ya Allah Rajaku,

Aku akan memberkati nama-Mu selama-lamanya.
Aku akan memberkati Engkau hari demi hari

dan memuji nama-Mu selama-lamanya.

Besarlah Tuhan, sangat patut dipuji,

keagungan-Nya tidak dapat diukur.
Turun-temurun akan mewartakan karya-karya-Mu,

akan menyatakan perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa,

akan berbicara tentang kemegahan dan kemuliaan-Mu,

menceritakan kisah karya-karya-Mu yang ajaib.
Mereka akan berbicara tentang perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat,

menceritakan kebesaran dan kekuatan-Mu.

Mereka akan mengingat kebaikan-Mu yang melimpah;

turun-temurun akan menyerukan keadilan-Mu.
Tuhan itu murah hati dan penuh belas kasihan,

lambat marah, berlimpah kasih.

Betapa baiknya Tuhan bagi semua,

penuh belas kasihan kepada semua ciptaan-Nya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Agunglah Tuhan; keagungan-Nya tiada terhingga, alleluya.

Ant. 2 Tuhan telah menyatakan kemuliaan kerajaan-Nya yang agung, alleluya.

II
Segala ciptaan-Mu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,

dan sahabat-sahabat-Mu akan mengulang berkat mereka.

Mereka akan berbicara tentang kemuliaan pemerintahan-Mu

dan menyatakan kekuatan-Mu, ya Allah,
untuk memberitahukan kepada manusia perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa

dan kemuliaan pemerintahan-Mu yang agung.

Kerajaan-Mu adalah kerajaan yang kekal;

pemerintahan-Mu berlangsung dari zaman ke zaman.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan telah menyatakan kemuliaan kerajaan-Nya yang agung, alleluya.

Ant. 3 Biarlah segala ciptaan memuji nama-Mu yang kudus selama-lamanya, alleluya.

III
Tuhan setia dalam segala firman-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Tuhan menopang semua yang jatuh

dan mengangkat semua yang tertunduk.
Mata semua makhluk memandang kepada-Mu

dan Engkau memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau membuka tangan-Mu lebar-lebar,

mengabulkan keinginan semua yang hidup.
Tuhan adil dalam segala jalan-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Ia dekat kepada semua yang memanggil-Nya,

yang memanggil-Nya dari hati mereka.
Ia mengabulkan keinginan orang-orang yang takut akan Dia,

Ia mendengar seruan mereka dan menyelamatkan mereka.

Tuhan melindungi semua yang mengasihi-Nya;

tetapi orang fasik akan Ia binasakan sama sekali.
Biarlah aku mengucapkan pujian Tuhan,

biarlah seluruh umat manusia memberkati nama-Nya yang kudus

selama-lamanya, untuk segala abad yang tak berkesudahan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Biarlah segala ciptaan memuji nama-Mu yang kudus selama-lamanya, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Allah membangkitkan Kristus dari antara orang mati, alleluya.

Agar seluruh iman dan harapan kita ada pada Allah, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari surat pertama Rasul Petrus

4:12—5:14

Nasihat kepada para penatua dan kepada umat beriman
Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah kamu heran akan nyala api yang timbul di antaramu sebagai ujian bagimu, seolah-olah sesuatu yang aneh menimpa kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagianmu dalam penderitaan Kristus, supaya pada waktu kemuliaan-Nya dinyatakan kamu juga bersukacita dengan sukacita yang meluap-luap. Berbahagialah kamu, jika kamu dicela karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah, ada padamu.
Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau sebagai pengacau. Tetapi jika seorang menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama itu.
Sebab sekaranglah saatnya penghakiman dimulai, dan dimulai pada rumah Allah sendiri. Jika itu dimulai pada kita, apakah kesudahan bagi mereka yang tidak menaati Injil Allah? Dan jika orang benar saja diselamatkan dengan susah payah, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu, biarlah mereka yang menderita sesuai dengan kehendak Allah, menyerahkan jiwa mereka kepada Pencipta yang setia, dengan berbuat baik.
Kepada para penatua di antara kamu aku menasihati, aku, seorang penatua juga, dan seorang saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan: Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, melainkan dengan sukarela, sesuai dengan kehendak Allah; jangan karena mencari keuntungan yang memalukan, melainkan dengan rela hati. Janganlah kamu memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, melainkan jadilah teladan bagi kawanan domba itu. Maka apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Demikian pula kamu, orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang lebih tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. Karena itu, rendahkanlah dirimu di bawah tangan Allah yang perkasa, supaya pada waktunya Ia meninggikan kamu. Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara kamu.
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling seperti singa yang mengaum-aum mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa penderitaan yang sama itu ditanggung oleh semua saudaramu di seluruh dunia.
Allah segala rahmat, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan menyempurnakan, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Bagi-Nyalah kuasa sampai selama-lamanya! Amin.
Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai saudara yang setia bagimu, aku menulis surat ini kepadamu secara singkat untuk menasihati dan memberi kesaksian, bahwa inilah kasih karunia Allah yang sejati. Berdirilah teguh di dalamnya. Salam dari jemaat yang di Babel, yang terpilih bersama-sama dengan kamu, dan dari Markus, anakku. Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium kudus. Damai sejahtera bagi kamu sekalian yang ada dalam Kristus.

RESPONSORIUM Lihat 1 Petrus 4:13; Lukas 6:22

Sejauh kamu turut serta dalam penderitaan Kristus, bersukacitalah,

sebab sukacitamu akan jauh lebih besar ketika kemuliaan-Nya dinyatakan, alleluya.
Berbahagialah kamu, jika orang membenci kamu karena Anak Manusia.

Sebab sukacitamu akan jauh lebih besar ketika kemuliaan-Nya dinyatakan, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari Katekese Yerusalem

Roti surga dan cawan keselamatan
Pada malam Ia dikhianati, Tuhan kita Yesus Kristus mengambil roti, dan setelah mengucap syukur, Ia memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya sambil berkata: “Ambillah, makanlah: inilah tubuh-Ku.” Ia mengambil cawan, mengucap syukur dan berkata: “Ambillah, minumlah: inilah darah-Ku.” Karena Kristus sendiri telah menyatakan roti itu sebagai tubuh-Nya, siapa lagi yang dapat meragukannya? Karena Ia sendiri telah berkata dengan sangat tegas, Inilah darah-Ku, siapa yang berani mempertanyakannya dan mengatakan bahwa itu bukan darah-Nya?
Oleh karena itu, dengan keyakinan penuh kita menerima roti dan anggur sebagai tubuh dan darah Kristus. Tubuh-Nya diberikan kepada kita di bawah lambang roti, dan darah-Nya diberikan kepada kita di bawah lambang anggur, agar dengan menerimanya kita menjadi satu tubuh dan darah dengan Dia. Dengan memiliki tubuh dan darah-Nya dalam anggota-anggota kita, kita menjadi pembawa Kristus dan turut serta, seperti yang dikatakan Santo Petrus, dalam kodrat ilahi.
Suatu ketika, ketika berbicara kepada orang-orang Yahudi, Kristus berkata: Jika kamu tidak makan daging-Ku dan minum darah-Ku, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Hal ini membuat mereka terkejut dan mereka meninggalkan Dia. Tidak memahami perkataan-Nya secara rohani, mereka mengira Sang Juruselamat ingin mereka melakukan kanibalisme. Di bawah perjanjian lama ada roti sajian, tetapi itu berakhir dengan dispensasi lama yang menjadi bagiannya. Di bawah perjanjian baru ada roti dari surga dan cawan keselamatan. Ini menguduskan jiwa dan raga, roti disesuaikan untuk pengudusan tubuh, Sabda, untuk pengudusan jiwa.
Maka, janganlah menganggap unsur-unsur Ekaristi sebagai roti dan anggur biasa: sesungguhnya itu adalah tubuh dan darah Tuhan, seperti yang telah Ia sendiri nyatakan. Apa pun yang mungkin dikatakan indra-Mu, teguhlah dalam iman.
Engkau telah diajari dan Engkau sangat yakin bahwa apa yang terlihat dan terasa seperti roti dan anggur bukanlah roti dan anggur melainkan tubuh dan darah Kristus. Engkau juga tahu bagaimana Daud merujuk hal ini sejak lama ketika ia bernyanyi: Roti menguatkan hati manusia dan membuat wajahnya bersinar dengan minyak kegembiraan. Kuatkanlah hatimu, maka, dengan menerima roti ini sebagai roti rohani, dan bawalah sukacita ke wajah jiwamu.
Semoga kemurnian hati nurani menyingkirkan selubung dari wajah jiwamu sehingga dengan merenungkan kemuliaan Tuhan, seperti dalam cermin, Engkau dapat diubah dari kemuliaan ke kemuliaan dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya. Amin.

RESPONSORIUM Lukas 22:19; Keluaran 12:27

Yesus mengambil roti, mengucap syukur, dan memecah-mecahkan roti itu.

Lalu Ia memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata:

Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.

Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Daku, alleluya.
Apabila anak-anakmu bertanya: Apakah arti upacara ini?

Katakanlah kepada mereka: Inilah kurban Paskah Tuhan.

Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Daku, alleluya.

TE DEUM

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Segala ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang dengan kelimpahan rahmat-Mu

menambah jumlah umat yang percaya kepada-Mu,

pandanglah dengan belas kasihan mereka yang telah Engkau pilih

dan kenakanlah keabadian yang diberkati

kepada mereka yang dilahirkan kembali melalui Sakramen Baptis.

Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SABTU aku PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kita.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.

Dialah Allah kita, kita umat-Nya,

Dialah gembala kita, kita kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Madah

Fajar menyingsinglah sudah

Langit menggemakan madah

Bumi bersorak-sorailah

Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa

Menggempur markas neraka

Menggilas kuasa maut

Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu

Dijaga banyak serdadu

Namun pemenang yang luhur

Bangkit mulia dari kubur.

Mulialah Engkau, ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan memerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediaman-Mu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepada-Mu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayap-Mu aku bersorak.

Jiwaku melekat pada-Mu,*

tangan kanan-Mu menopang aku.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan memerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.

Ant.2: Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, Alleluya.

T.Dan 3:57-88,56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayan-Nya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh Kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’.)

Ant.2: Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, Alleluya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji nama-Nya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,*

memahkotai yang hina dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah;*

tugas terhormat bagi umat-Nya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.

Bacaan singkat (Rom 14:7-9)

Tak seorangpun di antara kita hidup bagi dirinya sendiri, dan tak seorangpun mati bagi dirinya sendiri. Sebab kalau kita hidup, kita hidup bagi Tuhan, dan kalau kita mati, kita mati bagi Tuhan. Jadi baik dalam hidup, maupun dalam mati, kita tetap milik Tuhan. Karena dengan maksud inilah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan bagi orang hidup maupun orang yang mati.

Ganti lagu singkat

Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, Alleluya.

Ant.Kidung: Setelah Yesus bangkit, pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, mula-mula Ia menampakkan diri kepada Maria Magdalena, Alleluya.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Setelah Yesus bangkit, pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, mula-mula Ia menampakkan diri kepada Maria Magdalena, Alleluya.

Doa Permohonan

Pada hari terakhir, Kristus akan membangkitkan semua orang yang telah dipuaskan dengan sabda dan tubuh-Nya. Marilah kita berdoa dengan gembira hati:

U: Berilah kami damai dan sukacita, ya Tuhan.

P: Putera Allah, karena kebangkitan-Mu Engkau berkuasa memberi kehidupan,*

berkatilah dan kuduskanlah kami serta semua saudara-Mu.

P: Engkau telah menganugerahkan damai dan kegembiraan kepada semua orang yang percaya kepada-Mu,*

semoga kami berlaku sebagai putera cahaya dan bergembira atas kemenangan-Mu.

P: Teguhkanlah iman kepercayaan umat-Mu yang mengembara di dunia ini,*

agar mereka memberi kesaksian tentang kebangkitan-Mu.

P: Engkau telah masuk ke dalam kemuliaan Bapa melalui penderitaan yang dahsyat,*

ubahkanlah kedukaan orang yang bersedih menjadi kegembiraan.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa

untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Allah penyelamat para bangsa,

Engkau telah melimpahkan rahmat-Mu kepada bangsa-bangsa yang percaya kepada-Mu.

Pandanglah umat pilihan-Mu yang sudah dilahirkan kembali dalam sakramen baptis.

Semoga kami Kauperkenankan memperoleh kebahagiaan abadi.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Pembubaran umat

P: Saudara sekalian, dengan ini ibadat pagi sudah selesai, Alleluya, Alleluya.

U: Syukur kepada Allah, Alleluya, Alleluya.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SABTU aku SIANG

Madah

Yesus penebus ilahi

Kami mohon Kaudampingi

Dalam usaha mengabdi

Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya

Melalui suka duka

Yang harus kami alami

Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini

Ya Yesus junjungan kami

Kepada Bapa surgawi

Dalam kuasa Roh Suci.

Amin.

(Catatan: Antifon dan Mazmur dari hari Minggu aku siang, hlm. 394)

Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah Israel berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah kaum Harun berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah orang yang takwa berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*

Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut.*

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*

Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada bangsawan.

Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.

Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+

seperti nyala api yang menjilat-jilat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*

tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*

Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*

terdengar di perkemahan para pemenang.

“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*

tangan Tuhan Mahakuasa.”

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*

untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*

namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.

Ant.3: Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*

supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*

para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepada-Mu, sebab Engkau memenangkan daku,*

dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*

telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*

sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*

mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*

Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+

kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*

Tuhanlah Allah, Dia memerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*

hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*

Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Ant.3: Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.

Bacaan singkat (1 Kor 15:20-22)

Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal. Seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Sebab seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

P: Tuhan telah bangkit dari alam maut, Alleluya.

U: Ia berkuasa mulia selama-lamanya, Alleluya.

Doa penutup

Allah penyelamat para bangsa,

Engkau telah melimpahkan rahmat-Mu kepada bangsa-bangsa yang percaya kepada-Mu.

Pandanglah umat pilihan-Mu yang sudah dilahirkan kembali dalam sakramen baptis.

Semoga kami Kauperkenankan memperoleh kebahagiaan abadi. Demi Kristus, Tuhan kami.

Amin.

Ibadat Sore

MINGGU PASKA II SORE I

Madah

Mari kita bergembira
Merayakan hari Paska
Sambil bernyanyi memuji
Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan
Dan tubuhNya dikurbankan
DarahNya yang kita trima
Sungguh menghidupkan kita.

Kristus bangkit dari kubur
Maut kalah hancur lebur
Musuh takluk terbelenggu
Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu."

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion:*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.

Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.

Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.

Bacaan singkat: (1Ptr 2,9-10)

Kamulah orang pilihan, kaum imam dan raja, bangsa yang kudus, umat milik Allah sendiri. Kamu harus memaklumkan kebajikan Allah. Ia telah memanggil kami ke luar dari kegelapan untuk masuk ke dalam cahayaNya yang menakjubkan. Kamu yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umatNya. Kamu yang dahulu tidak dikasihani, tetapi yang sekarang telah beroleh belaskasihan.

Ganti lagu singkat:

Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.

Ant.Kidung: Seminggu kemudian, walaupun pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan berkata kepada murid-muridNya: Salam bagimu, alleluya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Seminggu kemudian, walaupun pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan berkata kepada murid-muridNya: Salam bagimu, alleluya.

Doa Permohonan

Kristus telah menghancurkan kematian dengan kebangkitanNya dari alam maut, dan telah memperbaharui kehidupan. Marilah kita mohon kepadaNya:
U: Kristus, sumber kehidupan, dengarkanlah kami.
P: Engkaulah batu yang dibuang oleh para tukang bangunan, tetapi yang dipilih menjadi batu sendi,* semoga kami sebagai batu yang hidup Kaupergunakan dalam membangun GerejaMu.
P: Engkaulah saksi Allah yang setia dan benar, manusia pertama yang bangkit dari mati,* semoga GerejaMu tetap memberi kesaksian tentang Engkau.
P: Engkaulah pengantin tunggal Gereja yang lahir dari lambungMu,* semoga kami menjadi saksi pernikahan yang luhur itu.
P: Engkaulah awal dan akhir, Engkau telah mati dan hidup kembali,* semoga orang yang telah dibaptis tetap setia sampai mati, sehingga layak menerima mahkota kemuliaan.
P: Engkaulah cahaya yang menyinari kota suci Allah, Yerusalem surgawi,* terangilah arwah kaum kerabat kami, agar mereka dapat memerintah bersama Engkau tanpa akhir.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah maharahim, pada hari raya Paska Engkau membaharui iman umatMu. Tambahkanlah rahmat dalam hati kami, supaya kami mengerti betapa agungnya sakramen pembaptisan, betapa luhurnya Roh yang melahirkan kami kembali dan betapa indahnya darah yang telah menebus kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Pembubaran umat

P: Saudara sekalian, dengan ini ibadat sore sudah selesai, alleluya, alleluya.
U: Syukur kepada Allah, alleluya, alleluya.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santo George Gersave OSB

Martir

Sewaktu masa mudanya, George terkenal sebagai anggota pembajak laut pimpinan Francis Drake. Namun ia kemudian bertobat dan menajadi imam. Ia dihukum mati karena melayani umat di Inggris. George meninggal dunia pada tahun 1608.

Santo Stanislaus

Uskup dan Martir

Santo Stanislaus lahir di Szczepanow, Polandia selatan pada tanggal 26 Juli 1030. Ketika itu ibu-bapanya sudah memasuki usia senja. Boleh dikatakan Stanislaus adalah hadiah Allah kepada kedua orangtuanya yang tidak kunjung putus berdoa untuk mendapatkan seorang anak. Ibu bapanya mempersembahkan kembali dia kepada Allah yang telah mengabulkan permohonan mereka.

Ketika meningkat remaja, Stanislaus ternyata menunjukkan kepintaran yang luar biasa. Cita-cita hidupnya hanya satu, yakni menjadi abdi Allah sebagai seorang rahib. Cita-cita luhur ini baru terwujud setelah kedua orangtuanya meninggal dunia. Sebagai anak tunggal, ia tidak mempunyai suatu keterikatan kepada siapapun. Ia melepaskan segala-galanya, termasuk harta warisan orangtuanya lalu memasuki pendidikan imamat.

Ia ditabhiskan menjadi imam setelah menyelesaikan studinya di Gniezno, Polandia Barat. Dalam karyanya ia terkenal sebagai pengkhotbah ulung di Katedral Krakow. Kerajinan, kesalehan dan kepandaiannya membuat dia sangat berpengaruh di seluruh ke uskupan Krakow dan Kerajaan Polandia. Akhirnya pada tahun 1072, ia ditabhiskan menjadi uskup di kota Krakow atas restu Paus Aleksander II (1061-1073).

Pada masa kepemimpinannya, Kerajaan Polandia di kuasai oleh Raja Boleslaus (1058-1079), seorang raja yang cakap tetapi sombong dan cabul. Nafsu kuasanya yang besar mendorongnya melakukan perbuatan-perbuatan tidak terpuji di hadapan mata rakyatnya. Ia menikahi dengan paksa isteri seorang prajuritnya. Perbuatan ini merupakan contoh yang sangat buruk bagi seluruh rakyat. Mendengar berita itu, Uskup Stanislaus segera berangkat ke istana untuk menegur raja. Karena Boleslaus tidak peduli akan tegurannya, ia mengekskomunikasi Boleslaus dari Gereja.

Tindakan ekskomunikasi inipun tidak dihiraukan. Boleslaus tetap masuk ke Gereja untuk mengikuti kurban misa seperti sedia kala. Pada suatu ketika, ia mengikuti perayaan misa kudus di gereja katedral. Ketika imam, pemimpin misa itu melihat Boleslaus ikut serta dalam perayaan itu, ia segera menghentikan perayaan dan meninggalkan altar. Boleslaus marah dan dengan pengawal-pengawalnya segera mencari Uskup Stanislaus yang mengekskomunikasinya. Mereka menemukan dia di kapelnya. Stanislaus yang sedang merayakan misa pada saat itu ditangkap dan dibunuh dengan kejam. Peristiwa naas ini terjadi pada tahun 1097. Stanislaus dikuburkan disebuah kapela dan pada tahun 1088 dipindahkan di Gereja Katedral Krakow. Ia digelari kudus oleh Sri Paus Innocentius IV (1243-1254) pada tahun 1523.