Jumat, 10 April 2026

Oktaf Paskah

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 4:1-12

Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?" Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Mazmur Tanggapan Mazmur 118:1-2,4,22-27

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!
Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.

Bacaan Injil Yohanes 21:1-14

Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Renungan

Kembali Menjala

Sesudah peristiwa besar dalam hidup, entah kehilangan yang memukul atau sukacita yang mengguncang, cepat atau lambat kita harus kembali ke pekerjaan biasa. Dapur harus dinyalakan lagi, ladang harus digarap lagi, dagangan harus ditata lagi di pasar. Rutinitas menunggu dengan sabar di balik setiap peristiwa luar biasa, dan kadang kembali ke situ terasa hambar sesudah hari-hari yang penuh.

Begitu pula para murid. Sesudah semua guncangan salib dan kubur kosong, Petrus berkata sederhana kepada teman-temannya: aku pergi menangkap ikan. Ia kembali ke pekerjaan lamanya, ke danau yang ia kenal sejak muda, ke jala dan perahu yang dahulu ia tinggalkan demi mengikut Yesus. Yang lain ikut. Dan seperti dahulu sebelum mereka mengenal Yesus, semalaman itu mereka tidak menangkap apa-apa. Perahu kosong, badan lelah, pagi terasa lebih dingin dari biasanya.

Justru di tengah kerja yang gagal itulah Yesus datang. Ia berdiri di pantai ketika hari mulai siang, mula-mula tidak dikenali, lalu menyuruh mereka menebar jala di sebelah kanan perahu. Sekali menurut pada suara itu, jala pun sesak sampai tidak bisa ditarik, seratus lima puluh tiga ekor ikan besar, dan jala itu tidak koyak. Yohanes langsung mengerti dan berbisik kepada Petrus: itu Tuhan. Ia mengenali-Nya bukan di puncak doa yang khusyuk, melainkan di tengah rutinitas melaut yang sehari-hari, dari kelimpahan yang tidak masuk akal.

Ini penghiburan besar bagi kita yang hidupnya lebih banyak diisi pekerjaan biasa daripada peristiwa rohani yang megah. Tuhan yang bangkit tidak hanya menunggu kita di gereja pada hari Minggu, di antara nyanyian dan lilin. Ia berdiri di pantai pekerjaan kita, di dapur, di kantor, di sawah, di jalanan, dan sanggup mengubah malam yang sia-sia menjadi jala yang penuh.

Perhatikan pula bahwa Petrus, begitu tahu itu Tuhan, langsung terjun ke dalam danau untuk lebih cepat sampai kepada-Nya. Rindu mengalahkan lelah. Dan di darat sudah tersedia api arang dengan ikan dan roti; Yesus sendiri yang menyiapkan sarapan bagi para pekerja yang letih. Dia yang bangkit tidak hanya memberi tugas, Ia juga memberi makan.

Bacaan pertama menegaskan siapa yang berdiri di pantai itu. Petrus berkata dengan berani di depan Mahkamah: tidak ada nama lain di bawah kolong langit ini yang olehnya kita dapat diselamatkan, selain nama Yesus. Nama itulah yang menjumpai kita, bahkan di tengah kerja yang paling biasa dan paling melelahkan.

Tuhan, jumpailah aku di tengah pekerjaanku sehari-hari. Buatlah aku mengenali-Mu berdiri di pantai, menaati sabda-Mu meski jala terasa kosong, dan berlari kepada-Mu tanpa menunda. Amin.

Invitatorium

JUMAT I PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Oktaf Paskah

Ya Allah, datanglah membantu aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Kemuliaan bagi Yesus,

yang dalam sengsara pahit,

mencurahkan darah kehidupan

dari urat-urat-Nya yang kudus.
Rahmat dan hidup abadi

dalam darah itu kutemukan;

terpujilah belas kasihan-Nya

yang tak terhingga baik.
Terpujilah sepanjang abad

aliran yang berharga itu,

yang dari siksaan tak berkesudahan

menebus dunia.
Darah Habel untuk pembalasan

berseru ke langit;

tetapi darah Yesus

untuk pengampunan kita berseru.
Seringkali bumi bersukacita

mengangkat pujian-Nya ke atas,

bala tentara malaikat bersukacita

memberikan jawaban gembira mereka.
Maka, angkatlah suara kita;

perbesar banjir yang dahsyat;

lebih keras lagi dan lebih keras

pujilah darah yang berharga.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Bersyukurlah kepada Tuhan; hanya Dia yang melakukan perbuatan-perbuatan ajaib, alleluya.

Mazmur 136

Madah Paskah

Kita memuji Allah dengan mengingat perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib (Cassiodorus).
I
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.

Bersyukurlah kepada Allah segala allah,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.

Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi;
yang sendiri melakukan perbuatan-perbuatan ajaib,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi;

yang dengan hikmat-Nya menjadikan langit,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi;

yang menegakkan bumi di atas air,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.
Dialah yang menjadikan benda-benda penerang yang besar,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi;

matahari untuk menguasai siang,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi;

bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan; hanya Dia yang melakukan perbuatan-perbuatan ajaib, alleluya.

Ant. 2 Ia memimpin Israel keluar dari Mesir; kasih setia-Nya kekal abadi, alleluya.

II
Ia membunuh anak sulung Mesir,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.

Ia membawa Israel keluar dari tengah-tengah mereka,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi;

dengan tangan terentang, dengan kuasa di tangan-Nya,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.
Ia membelah Laut Merah menjadi dua,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi;

Ia membuat Israel menyeberang di tengah-tengahnya,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi;

Ia melemparkan Firaun dan pasukannya ke laut,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Ia memimpin Israel keluar dari Mesir; kasih setia-Nya kekal abadi, alleluya.

Ant. 3 Tuhan telah menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita, alleluya.

III
Melalui padang gurun Ia memimpin umat-Nya,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.

Bangsa-bangsa dalam kebesaran mereka Ia pukul,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.

Raja-raja dalam kemegahan mereka Ia bunuh,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.
Sihon, raja orang Amori,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi;

dan Og, raja Basan,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.
Ia membiarkan Israel mewarisi tanah mereka,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.

Kepada hamba-Nya tanah mereka Ia berikan,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.

Ia mengingat kita dalam kesusahan kita,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.
Dan Ia menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.

Ia memberi makan kepada segala makhluk hidup,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.

Bersyukurlah kepada Allah surga,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan telah menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita, alleluya.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng) Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Allah telah melahirkan kita kembali kepada pengharapan yang hidup, alleluya.

Dengan membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari surat pertama Rasul Petrus

3:18—4:11

Menantikan kedatangan Tuhan
Sebab Kristus telah mati sekali untuk selama-lamanya karena dosa-dosa kita, orang yang benar untuk orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kamu kepada Allah. Ia telah dibunuh dalam daging, tetapi dihidupkan dalam roh. Dalam roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara. Mereka itu dahulu tidak taat, ketika Allah dengan sabar menanti pada zaman Nuh, sementara bahtera sedang dibangun. Dalam bahtera itu hanya sedikit orang, yaitu delapan jiwa, yang diselamatkan oleh air.
Kamu sekarang diselamatkan oleh baptisan yang sesuai dengan ini. Baptisan ini bukanlah untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan suatu permohonan kepada Allah dari hati nurani yang murni, oleh kebangkitan Yesus Kristus. Ia telah naik ke surga dan berada di sebelah kanan Allah, dengan malaikat-malaikat, penguasa-penguasa, dan kekuatan-kekuatan tunduk kepada-Nya.
Karena Kristus telah menderita dalam daging, maka kamu juga harus mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang sama. Sebab barangsiapa telah menderita dalam daging, ia telah berhenti dari dosa. Kamu tidak boleh menghabiskan sisa hidupmu di dunia ini untuk keinginan-keinginan manusia, melainkan untuk kehendak Allah. Cukuplah sudah waktu yang telah kamu habiskan untuk hal-hal yang dinikmati orang-orang kafir, hidup dalam hawa nafsu, keinginan-keinginan jahat, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum, dan penyembahan berhala yang keji.
Tidak heran jika para penghujat itu terkejut ketika kamu tidak terjun ke dalam rawa kemerosotan yang sama seperti mereka. Mereka akan memberikan pertanggungjawaban kepada Dia yang siap menghakimi orang hidup dan orang mati. Sebab Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya meskipun mereka dihukum dalam daging di mata manusia, mereka dapat hidup dalam roh di mata Allah.
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu, janganlah gelisah; tetaplah tenang agar kamu dapat berdoa. Di atas segalanya, biarlah kasihmu satu sama lain tetap teguh, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. Sambutlah satu sama lain tanpa mengeluh. Sebagai penyalur rahmat Allah yang beraneka ragam, gunakanlah karunia-karuniamu untuk melayani satu sama lain, masing-masing sesuai dengan ukuran yang telah diterimanya. Barangsiapa berbicara, hendaklah ia menyampaikan firman Allah. Barangsiapa melayani, hendaklah ia melakukannya dengan kekuatan yang disediakan oleh Allah. Demikianlah, dalam segala hal Allah dimuliakan melalui Yesus Kristus: bagi-Nya kemuliaan dan kekuasaan sepanjang segala abad. Amin.

RESPONSORIUM 1 Petrus 3:18, 22

Kristus mati karena dosa-dosa kita: yang tak bersalah untuk yang bersalah, supaya Ia dapat membawa kita kembali kepada Allah.

Dalam daging Ia dibunuh, dalam roh Ia dihidupkan, alleluya.
Ia duduk di sebelah kanan Allah; Ia mati untuk menjadikan hidup kekal warisan kita.

Dalam daging Ia dibunuh, dalam roh Ia dihidupkan, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari Katekese Yerusalem

Pengurapan dengan Roh Kudus
Ketika kita dibaptis dalam Kristus dan mengenakan Dia, kita diubah menjadi serupa dengan Putra Allah. Setelah menetapkan kita menjadi putra-putra angkat-Nya, Allah memberi kita keserupaan dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya, dan hidup dalam persekutuan dengan Kristus, yang diurapi Allah, kita sendiri dengan tepat disebut “orang-orang yang diurapi.” Ketika Ia berkata: Jangan sentuh orang-orang yang Kuurapi, Allah berbicara tentang kita.
Kita menjadi “orang-orang yang diurapi” ketika kita menerima tanda Roh Kudus. Sesungguhnya, segala sesuatu terjadi dalam diri kita melalui gambaran-gambaran, karena kita sendiri adalah gambaran Kristus. Kristus mandi di sungai Yordan, memberikan kepada airnya keharuman keilahian-Nya, dan ketika Ia keluar dari air itu Roh Kudus turun ke atas-Nya, seperti berdiam di atas yang serupa. Demikian juga kita, setelah keluar dari air suci baptisan, diurapi dengan krisma, yang melambangkan Roh Kudus, oleh siapa Kristus diurapi dan tentang siapa Yesaya yang terberkati bernubuat atas nama Tuhan: Roh Tuhan ada pada-Ku, karena Ia telah mengurapi Aku. Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan kabar baik kepada orang miskin.
Pengurapan Kristus bukanlah oleh tangan manusia, juga bukan dengan minyak biasa. Sebaliknya, setelah menetapkan-Nya menjadi Juruselamat seluruh dunia, Bapa sendiri mengurapi-Nya dengan Roh Kudus. Kata-kata Petrus menjadi saksi akan hal ini: Yesus dari Nazaret, yang diurapi Allah dengan Roh Kudus. Dan Daud sang nabi menyatakan: Takhta-Mu, ya Allah, akan kekal abadi; tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat keadilan. Engkau telah mengasihi kebenaran dan membenci kefasikan; oleh karena itu Allah, Allah-Mu, telah mengurapi Engkau dengan minyak kegembiraan melebihi semua teman-Mu.
Minyak kegembiraan yang dengannya Kristus diurapi adalah minyak rohani; itu sebenarnya Roh Kudus sendiri, yang disebut minyak kegembiraan karena Ia adalah sumber sukacita rohani. Tetapi kita juga telah diurapi dengan minyak, dan oleh pengurapan ini kita telah masuk ke dalam persekutuan dengan Kristus dan telah menerima bagian dalam hidup-Nya. Berhati-hatilah jangan sampai berpikir bahwa minyak suci ini hanyalah minyak biasa dan tidak lebih. Setelah seruan Roh, itu bukan lagi minyak biasa melainkan karunia Kristus, dan oleh kehadiran keilahian-Nya itu menjadi alat yang melaluinya kita menerima Roh Kudus. Sementara secara simbolis, di dahi dan indra kita, tubuh kita diurapi dengan minyak yang kita lihat ini, jiwa kita dikuduskan oleh Roh yang kudus dan memberi hidup.

RESPONSORIUM Efesus 1:13-14; 2 Korintus 1:21-22

Kamu telah percaya kabar baik dan telah dimeteraikan sesuai dengan janji dengan Roh Kudus.

Dialah jaminan warisan kita,

Janji kebebasan bagi mereka yang telah dimenangkan Allah bagi diri-Nya, untuk pujian kemuliaan-Nya, alleluya.
Allah telah mengurapi kita dan memeteraikan kita sebagai milik-Nya; dan sebagai jaminan akan apa yang akan datang

Ia telah memberikan Roh yang berdiam di dalam hati kita.

Janji kebebasan bagi mereka yang telah dimenangkan Allah bagi diri-Nya, untuk pujian kemuliaan-Nya, alleluya.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Paduan suara para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, kemuliaan tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sebelah kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah yang mahakuasa dan kekal,

yang telah menganugerahkan kepada kami Misteri Paskah

dalam perjanjian yang telah Engkau tetapkan

untuk mendamaikan umat manusia,

kami mohon, aturlah pikiran kami,

agar apa yang kami rayakan dengan mengakui iman

dapat kami ungkapkan dalam perbuatan.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

JUMAT aku PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kita.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.

Dialah Allah kita, kita umat-Nya,

Dialah gembala kita, kita kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Madah

Fajar menyingsinglah sudah

Langit menggemakan madah

Bumi bersorak-sorailah

Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa

Menggempur markas neraka

Menggilas kuasa maut

Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu

Dijaga banyak serdadu

Namun pemenang yang luhur

Bangkit mulia dari kubur.

Mulialah Engkau ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan memerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediaman-Mu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepada-Mu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayap-Mu aku bersorak.

Jiwaku melekat pada-Mu,*

tangan kanan-Mu menopang aku.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan memerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.

Ant.2: Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, Alleluya.

T.Dan 3:57-88,56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayan-Nya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh Kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’.

Ant.2: Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, Alleluya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji nama-Nya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,*

memahkotai yang hina dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah;*

tugas terhormat bagi umat-Nya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.

Bacaan singkat (Kis 5:39-32)

Allah para leluhur kita telah membangkitkan Yesus yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dia telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya, menjadi pemimpin dan juru selamat, supaya umat Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami ini saksi dari segalanya itu, kami bersama dengan Roh Kudus, yang dikurniakan kepada semua orang yang mentaati Allah.

Ganti lagu singkat

Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, Alleluya.

Ant.Kidung: Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari alam maut, Alleluya.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari alam maut, Alleluya.

Doa Permohonan

Allah Bapa telah memberi kita hidup baru berkat kebangkitan Kristus. Marilah kita memohon dengan rendah hati:

U: Sinarilah kami dengan kemuliaan Kristus.

P: Ya Allah, Engkau telah menciptakan dunia, mengikat suatu perjanjian dengan umatmu dan tetap setia sepanjang masa,*

dengarkanlah kami, Bapa Yang Maharahim.

P: Sucikanlah kami dengan kebenaran-Mu dan kuduskanlah jalan hidup kami,*

agar kami berlaku jujur seturut keinginan hati-Mu.

P: Terangilah kami dengan sinar cahaya hadirat-Mu,*

agar kami bebas dari dosa dan menikmati kebahagiaan rumah-Mu.

P: Engkau telah memberikan damai-Mu kepada para rasul,*

berilah damai kepada semua penghuni dunia ini.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa

untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Allah Yang Kekal dan Kuasa, Engkau telah menganugerahkan misteri Paska sebagai jaminan perjanjian damai antara Engkau dan umat manusia.

Kuatkanlah kiranya hati kami, supaya damai yang kami rayakan ini kami nyatakan juga dalam perbuatan.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Pembubaran umat

P: Saudara sekalian, dengan ini ibadat pagi sudah selesai, Alleluya, Alleluya.

U: Syukur kepada Allah, Alleluya, Alleluya.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

JUMAT aku SIANG

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan

Yang tidak takut berkurban

Mautpun tak menghalangi

Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi

Datang untuk melayani

Itulah semangat Tuhan

Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh Suci

Pembaharu muka bumi.

Amin.

(Catatan: Antifon dan Mazmur dari hari Minggu aku siang, hlm. 394)

Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah Israel berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah kaum Harun berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah orang yang takwa berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*

Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut.*

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*

Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada bangsawan.

Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.

Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+

seperti nyala api yang menjilat-jilat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*

tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*

Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*

terdengar di perkemahan para pemenang.

“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*

tangan Tuhan Mahakuasa.”

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*

untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*

namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.

Ant.3: Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*

supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*

para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepada-Mu, sebab Engkau memenangkan daku,*

dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*

telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*

sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*

mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*

Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+

kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*

Tuhanlah Allah, Dia memerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*

hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*

Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Ant.3: Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.

Bacaan singkat (Gal 3:27-28)

Kita semua yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada pria atau wanita, karena kita semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.

P: Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu, Alleluya.

U: Dari tiap suku, bahasa, rakyat dan bangsa, Alleluya.

Doa Penutup

Allah Yang Kekal dan Kuasa,

Engkau telah menganugerahkan misteri Paska sebagai jaminan perjanjian damai antara Engkau dan umat manusia.

Kuatkanlah kiranya hati kami, supaya damai yang kami rayakan ini kami nyatakan juga dalam perbuatan.

Demi Kristus, Tuhan kami.

Amin.

Ibadat Sore

JUMAT aku SORE

Madah

Mari kita bergembira

Merayakan hari Paska

Sambil bernyanyi memuji

Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan

Dan tubuh-Nya dikurbankan

Darah-Nya yang kita trima

Sungguh menghidupkan kita.

Kristus bangkit dari kubur

Maut kalah hancur lebur

Musuh takluk terbelenggu

Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan Roh-Nya.

Amin.

Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, Alleluya.

Mazmur 109:1-5,7

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kanan-Ku,*

sampai musuh musuhmu -Kujadikan tumpuan kakimu.”

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediaman-Nya di Sion:*

“Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*

sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu”.

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*

“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya”.

Tuhan mendampingi baginda,*

pada hari kemurkaan-Nya raja-raja dihancurkan-Nya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*

agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, Alleluya.

Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, Alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*

keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*

Israel daerah kekuasaan-Nya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*

sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*

dan bukit laksana anak domba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*

hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*

hai bukit, mengapa laksana anak domba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*

di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*

dan batu menjadi mata air.

Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, Alleluya.

Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, Alleluya.

Mengapa 19:1-7

Alleluya.

Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*

karena benar dan adillah segala keputusan-Nya.

Alleluya.

Alleluya.

Pujilah Allah kita, hai sekalian hamba-Nya,*

semua yang takwa, baik kecil maupun besar.

Alleluya.

Alleluya.

Sebab Tuhan, Allah kita Yang Mahakuasa,*

sudah menjadi raja.

Alleluya.

Alleluya.

Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*

marilah kita memuliakan Tuhan.

Alleluya.

Alleluya.

Hari pernikahan Anak Domba telah tiba,*

dan mempelai-Nya sudah siap berhias.

Alleluya.

Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, Alleluya.

Bacaan singkat (Ibr 5:8-10)

Meskipun Kristus Putera Allah, Ia belajar menjadi taat dalam penderitaan-Nya. Dan sesudah Ia sendiri mencapai kesempurnaan, Ia telah menjadi pokok keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepada-Nya. Ia memang dipanggil oleh Allah menjadi imam agung seperti Melkisedek.

Ganti lagu singkat

Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, Alleluya.

Ant.Kidung: Kata murid yang dikasihi Yesus: Itulah Tuhan, Alleluya.

Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*

kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*

yang hina dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Kata murid yang dikasihi Yesus: Itulah Tuhan, Alleluya.

Doa Permohonan

Marilah kita meluhurkan Kristus, jalan, kebenaran dan kehidupan, dan berseru:

U: Putera Allah Yang Hidup, berkatilah umat-Mu.

P: Kami berdoa kepada-Mu, ya Kristus, bagi para pelayan umat-Mu, agar dalam membagi-bagikan roti kehidupan,*

merekapun menimba kekuatan dari padanya.

P: Kami berdoa bagi seluruh umat kristen, agar mereka hidup pantas sepadan dengan panggilannya,*

dan senantiasa berusaha memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai.

P: Kami berdoa bagi pemerintah kami, agar menjalankan tugasnya dengan adil dan murah hati,*

sehingga terciptalah suasana damai dan kerukunan di antara para bangsa.

P: Kami berdoa bagi diri kami sendiri, agar kami Kauperkenankan kelak memuji Engkau di tengah himpunan para kudus,*

bersama dengan saudara-saudara kami yang telah berpulang.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa

untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Allah Yang Kekal dan Kuasa,

Engkau telah menganugerahkan misteri Paska sebagai jaminan perjanjian damai antara Engkau dan umat manusia.

Kuatkanlah kiranya hati kami, supaya damai yang kami rayakan ini kami nyatakan juga dalam perbuatan.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Pembubaran umat

P: Saudara sekalian, dengan ini ibadat sore sudah selesai, Alleluya, Alleluya.

U: Syukur kepada Allah, Alleluya, Alleluya.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santo Vinsensius dari Lerins

Imam Biarawan

Vinsensius adalah seorang imam dan rahib di pertapaan Lerins, sebuah pulau yang tak jauh dari pantai Perancis. Beliau dikenal sebagai penerbit suatu tulisan yang menentang ajaran sesat Commonitorium yang muncul pada tahun 434 sesudah konsili Efesus.

Riwayat hidupnya pada masa kecil tidak banyak diketahui, meskipun karyanya dianggap penting dalam sejarah teologi. Karangan tersebut ditulis dibawah nama samaran Peregrinus. Didalamnya ia merumuskan prinsip dasar yang menegaskan bahwa sebuah doktrin iman katolik harus merupakan pokok iman yang diyakini, selalu, dimana-mana dan oleh semua orang beriman. Sebagai tambahan ia mengajarkan bahwa meskipun terdapat banyak tafsiran mengenai Kitab Suci, namun akhirnya Kitab Suci harus ditafsirkan menurut tradisi Gereja. Vinsensius meninggal dunia pada tahun 445.

Yehezkiel, Nabi

Yehezkiel yang berarti "Allah membuat kuat" adalah putera dari imam Buzi (Yeh 1:3). Ia juga kemungkinan seorang imam yang berkeluarga. Pada tahun 597 SM ia dibuang bersama-sama dengan Yoakim ke Babilon. Lewat sebuah wahyu, ia dipanggil menjadi seorang nabi. Ia mengumumkan ramalannya tentang kehancuran kota Yerusalem yang sudah dekat melalui banyak ancaman hukuman dan perbuatan-perbuatan simbolis. Apabila kota Yerusalem benar-benar dihancurkan oleh Nebukadnezar pada tahun 586SM, barulah para buangan lebih menaruh perhatian pada pekerjaan Yehezkiel. Bagian kedua dari pewartaannya (25-38) mengungkapkan harapan akan kepulangan mereka dan datangnya saat keselamatan yang gemilang. Para musuh akan memperoleh putusan hukuman.

Yehezkiel meninggal di Babilon. Diluar beberapa laporan yang masih dipertentangkan, seperti misalnya: kematian istrinya secara mendadak (Yeh 24:18), tidak ditemukan berita tentang dirinya sendiri. Yehezkiel adalah penulis kitab yang menggunakan namanya dan menjadi judulnya.