Minggu, 5 April 2026

Paskah Kebangkitan Tuhan

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 10:34a,37-43

Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib. Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

Mazmur Tanggapan Mazmur 118:1-2,16-17,22-23

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"
Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Bacaan Kedua Kolose 3:1-4

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Bacaan Injil Yohanes 20:1-9

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

Renungan

Sebelum Matahari Terbit

Ada satu jam dalam sehari yang paling gelap sekaligus paling dingin, yaitu jam sebelum fajar. Namun justru pada jam itu kampung sudah mulai bergerak. Petani berangkat ke sawah, pedagang menata dagangan di pasar, nelayan menarik perahu ke air. Orang-orang yang paling mencintai pekerjaannya selalu bangun ketika hari masih gelap, jauh sebelum ada cukup cahaya untuk melihat jalan.

Injil Paskah dibuka persis pada jam itu. "Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur." Ia tidak menunggu terang. Ia tidak menunggu bukti. Kasih membuatnya berangkat dalam gelap, dan dalam gelap itulah ia menemukan batu telah terguling dari mulut kubur.

Selamat Paskah! Kristus telah bangkit, alleluya! Tetapi perhatikanlah, kabar terbesar sepanjang sejarah ini tidak dimulai dengan sorak-sorai dan lampu gemerlap. Ia dimulai dengan orang-orang yang berlari kebingungan dalam remang subuh. Maria berlari memanggil Petrus. Petrus dan murid yang dikasihi berlari ke kubur. Semua berlari pagi itu, sebab kasih memang tidak bisa berjalan santai ketika yang dicintai hilang. Lalu murid yang lebih muda menjenguk ke dalam, dan ia melihat serta percaya, meskipun, kata Yohanes dengan jujur, sampai saat itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit.

Inilah tanda tangan iman Paskah: ia sering lahir dalam gelap, sebelum semuanya menjadi jelas. Kita pun tidak selalu memegang matahari terbit di tangan kita. Ada masa ketika kubur-kubur kita, entah kubur kekecewaan, kegagalan, atau kehilangan, terasa jauh lebih nyata daripada kebangkitan. Pada masa seperti itu, Maria mengajari kita satu hal: tetaplah berangkat lebih dahulu, mempercayai bahwa Ia hidup bahkan ketika mata belum bisa membuktikannya.

Paulus menarik akibatnya bagi kita dalam surat Kolose. Kalau kamu dibangkitkan bersama Kristus, carilah dan pikirkanlah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, bukan perkara yang di bumi. Orang Paskah tidak lagi tinggal berlama-lama di kubur kekecewaannya, mengunjungi lukanya berulang kali. Hidupnya, kata Paulus, kini tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah, aman di tempat yang tak bisa direbut maut.

Dan Petrus, yang subuh itu berlari kebingungan, kelak berdiri tegak di depan orang banyak dan berkata dengan yakin: Yesus itu telah dibunuh dan digantung pada kayu salib, tetapi Allah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga, dan kami adalah saksinya. Matahari akhirnya memang terbit pagi itu. Tetapi imannya sudah lebih dahulu berjalan dalam gelap. Begitu pula bagi kita: percaya dulu, mengerti kemudian.

Tuhan yang bangkit, Engkau menemui mereka yang mencari-Mu selagi hari masih gelap. Kuatkanlah aku percaya sebelum semuanya terang, dan jadikanlah aku saksi kebangkitan-Mu. Alleluya. Amin.

Invitatorium

HARI RAYA PASKA PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

MINGGU PASKAH

Permulaan Masa Paskah
Ibadat Bacaan
Vigili Paskah menggantikan Ibadat Bacaan. Oleh karena itu, mereka yang tidak ikut serta dalam Vigili Paskah hendaknya membaca sekurang-kurangnya empat bacaan dengan kidung, mazmur, dan doa dari Vigili Paskah. Mereka dapat memilih empat bacaan yang diutamakan berikut ini.
Ibadat Minggu Paskah dimulai dengan bacaan pertama.

BACAAN PERTAMA

Dari Kitab Keluaran

14:15—15:1a

Orang Israel berjalan melalui laut di tanah kering
Tuhan berfirman kepada Musa, “Mengapa engkau berseru kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel untuk maju. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan, dengan tangan terulur di atas laut, belahlah laut menjadi dua, agar orang Israel dapat melewatinya di tanah kering. Tetapi Aku akan mengeraskan hati orang Mesir sehingga mereka akan mengejar mereka. Kemudian Aku akan menerima kemuliaan melalui Firaun dan seluruh pasukannya, kereta-kereta dan para penunggang kudanya. Orang Mesir akan tahu bahwa Akulah Tuhan, ketika Aku menerima kemuliaan melalui Firaun dan kereta-kereta serta para penunggang kudanya.”
Malaikat Allah, yang telah memimpin perkemahan Israel, kini bergerak dan pergi ke belakang mereka. Tiang awan juga, meninggalkan bagian depan, mengambil tempat di belakang mereka, sehingga ia berada di antara perkemahan orang Mesir dan perkemahan Israel. Tetapi awan itu kini menjadi gelap, dan demikianlah malam berlalu tanpa perkemahan-perkemahan yang saling berhadapan itu mendekat sepanjang malam.
Kemudian Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan Tuhan menyapu laut dengan angin timur yang kuat sepanjang malam dan mengubahnya menjadi tanah kering. Ketika air itu terbagi, orang Israel berjalan ke tengah laut di tanah kering, dengan air seperti tembok di kanan dan kiri mereka.
Orang Mesir mengejar; semua kuda dan kereta serta para penunggang kuda Firaun mengejar mereka sampai ke tengah laut. Pada jaga malam sesaat sebelum fajar, Tuhan melemparkan pandangan melalui tiang awan berapi kepada pasukan Mesir yang membuat mereka panik; dan Ia begitu menyumbat roda-roda kereta mereka sehingga mereka hampir tidak dapat mengemudi. Dengan itu orang Mesir membunyikan tanda mundur di hadapan Israel, karena Tuhan berperang untuk mereka melawan orang Mesir.
Kemudian Tuhan berfirman kepada Musa, “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, agar air itu mengalir kembali menutupi orang Mesir, kereta-kereta dan para penunggang kuda mereka.” Maka Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan pada waktu fajar laut itu mengalir kembali ke kedalaman normalnya. Orang Mesir melarikan diri langsung menuju laut, ketika Tuhan melemparkan mereka ke tengahnya. Ketika air mengalir kembali, ia menutupi kereta-kereta dan para penunggang kuda seluruh pasukan Firaun yang telah mengikuti orang Israel ke laut. Tidak seorang pun dari mereka yang luput. Tetapi orang Israel telah berjalan di tanah kering melalui tengah laut, dengan air seperti tembok di kanan dan kiri mereka.
Demikianlah Tuhan menyelamatkan Israel pada hari itu dari kekuasaan orang Mesir. Ketika Israel melihat orang Mesir tergeletak mati di tepi laut dan menyaksikan kuasa besar yang telah ditunjukkan Tuhan terhadap orang Mesir, mereka takut akan Tuhan dan percaya kepada-Nya dan kepada hamba-Nya Musa.
Kemudian Musa dan orang Israel menyanyikan lagu ini kepada Tuhan:

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.

Kidung – Keluaran 15:1-6, 17-18
Aku akan bernyanyi bagi Tuhan, sebab Ia jaya mulia;

kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke laut.

Tuhan adalah kekuatanku dan nyanyianku,

Ia telah menjadi keselamatanku.

Ia Allahku, aku memuji-Nya;

Allah bapaku, aku memuliakan-Nya.

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.

Tuhan adalah pahlawan perang,

Tuhan adalah nama-Nya!

Kereta-kereta Firaun dan pasukannya dilemparkan-Nya ke laut;

para perwira pilihannya tenggelam di Laut Merah.

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.

Air bah menutupi mereka,

mereka tenggelam ke kedalaman seperti batu.

Tangan kanan-Mu, ya Tuhan, agung dalam kuasa,

tangan kanan-Mu, ya Tuhan, telah menghancurkan musuh.

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.

Dan Engkau membawa mereka masuk dan menanam mereka di

gunung warisan-Mu—

tempat di mana Engkau mendirikan takhta-Mu, ya Tuhan,

tempat kudus, ya Tuhan, yang tangan-Mu dirikan.

Tuhan akan memerintah selama-lamanya.

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, dan selama-lamanya. Amin.

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.

Doa
Ya Allah, yang dengan terang Perjanjian Baru

telah membuka makna

keajaiban-keajaiban yang dikerjakan pada zaman dahulu,

sehingga Laut Merah melambangkan bejana suci

dan bangsa yang dibebaskan dari perbudakan

melambangkan umat Kristiani,

kami mohon, berikanlah agar semua bangsa,

memperoleh hak istimewa Israel berdasarkan iman,

dilahirkan kembali dengan mengambil bagian dalam Roh-Mu.

Demi Kristus Tuhan kami.

Amin.

BACAAN KEDUA

Dari Kitab Nabi Yehezkiel

36:16-17a, 18-28

Aku akan mencurahkan air bersih ke atasmu, dan Aku akan memberimu hati yang baru
Firman Tuhan datang kepadaku, mengatakan: Anak manusia, ketika kaum Israel tinggal di tanah mereka, mereka menajiskannya dengan tingkah laku dan perbuatan mereka. Oleh karena itu Aku mencurahkan murka-Ku ke atas mereka (karena darah yang mereka tumpahkan di tanah, dan karena mereka menajiskannya dengan berhala-berhala). Aku menyebarkan mereka di antara bangsa-bangsa, menyebarkan mereka ke negeri-negeri asing; sesuai dengan tingkah laku dan perbuatan mereka Aku menghakimi mereka. Tetapi ketika mereka datang di antara bangsa-bangsa (ke mana pun mereka datang), mereka berfungsi untuk menajiskan nama-Ku yang kudus, karena dikatakan tentang mereka: “Ini adalah umat Tuhan, namun mereka harus meninggalkan tanah mereka.” Maka Aku telah menyesal karena nama-Ku yang kudus yang dinajiskan oleh kaum Israel di antara bangsa-bangsa tempat mereka datang.
Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Demikianlah firman Tuhan Allah: Bukan demi kamu Aku bertindak, kaum Israel, melainkan demi nama-Ku yang kudus, yang kamu najiskan di antara bangsa-bangsa tempat kamu datang. Aku akan membuktikan kekudusan nama-Ku yang besar, yang dinajiskan di antara bangsa-bangsa, di tengah-tengah mereka kamu telah menajiskannya. Demikianlah bangsa-bangsa akan tahu bahwa Akulah Tuhan, firman Tuhan Allah, ketika di hadapan mereka Aku membuktikan kekudusan-Ku melalui kamu.
Sebab Aku akan mengambil kamu dari antara bangsa-bangsa, mengumpulkan kamu dari semua negeri asing, dan membawa kamu kembali ke tanahmu sendiri. Aku akan memercikkan air bersih ke atasmu untuk membersihkan kamu dari semua kenajisanmu, dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan membersihkan kamu.
Aku akan memberimu hati yang baru dan menempatkan roh yang baru di dalammu, mengambil dari tubuhmu hati batumu dan memberimu hati yang alami. Aku akan menempatkan roh-Ku di dalammu dan membuatmu hidup sesuai dengan ketetapan-ketetapan-Ku, berhati-hati untuk mematuhi perintah-perintah-Ku. Kamu akan tinggal di tanah yang Aku berikan kepada nenek moyangmu; kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.

Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.

Mazmur 42:2-3, 5bcd; 43:3-4
Seperti rusa yang merindukan

aliran air,

demikianlah jiwaku merindukan

Dikau, ya Allahku.

Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.

Jiwaku haus akan Allah,

Allah kehidupanku;

kapan aku dapat masuk dan melihat

wajah Allah?

Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.

Hal-hal ini akan kuingat

saat aku mencurahkan jiwaku:

bagaimana aku akan memimpin kerumunan yang bersukacita

ke dalam rumah Allah,

di tengah seruan sukacita dan syukur,

kerumunan yang gembira.

Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.

Utuslah terang-Mu dan kebenaran-Mu;

biarlah ini menjadi penuntunku.

Biarlah mereka membawaku ke gunung-Mu yang kudus

ke tempat di mana Engkau berdiam.

Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.

Dan aku akan datang ke mezbah Allah,

Allah sukacitaku.

Penebusku, aku akan bersyukur kepada-Mu dengan harpa,

ya Allah, Allahku.

Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, dan selama-lamanya. Amin.

Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.

Doa
Ya Allah yang berkuasa tak berubah dan terang abadi,

pandanglah dengan belas kasihan misteri agung seluruh Gereja

dan dengan tenang selesaikanlah karya keselamatan manusia,

yang telah Engkau rencanakan sejak kekekalan;

semoga seluruh dunia mengetahui dan melihat

bahwa apa yang telah jatuh diangkat kembali,

apa yang telah usang dijadikan baru,

dan segala sesuatu dipulihkan ke keutuhannya melalui Kristus,

sebagaimana oleh-Nya segala sesuatu ada.

Yang hidup dan meraja untuk selama-lamanya.

Amin.

BACAAN KETIGA

Dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma

6:3-11

Kristus dibangkitkan dari antara orang mati dan tidak akan mati lagi
Tidakkah kamu tahu bahwa kita yang dibaptis dalam Kristus Yesus, dibaptis dalam kematian-Nya? Melalui baptisan dalam kematian-Nya kita dikuburkan bersama-Nya, sehingga, sama seperti Kristus dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, kita pun dapat hidup dalam hidup yang baru.
Jika kita telah dipersatukan dengan Dia melalui keserupaan dengan kematian-Nya, demikian pula kita akan dipersatukan melalui kebangkitan yang serupa. Ini kita ketahui: diri kita yang lama telah disalibkan bersama-Nya agar tubuh yang berdosa dapat dihancurkan dan kita tidak lagi menjadi budak dosa. Orang yang telah mati telah dibebaskan dari dosa.
Jika kita telah mati bersama Kristus, kita percaya bahwa kita juga akan hidup bersama-Nya. Kita tahu bahwa Kristus, setelah dibangkitkan dari antara orang mati, tidak akan mati lagi; kematian tidak lagi berkuasa atas-Nya. Kematian-Nya adalah kematian bagi dosa, sekali untuk selamanya; hidup-Nya adalah hidup bagi Allah. Dengan cara yang sama, kamu harus menganggap dirimu mati bagi dosa tetapi hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Ant. Alleluya, alleluya, alleluya.

Mazmur 118:1-2, 16ab-17, 22-23
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,

sebab kasih setia-Nya kekal abadi.

Biarlah anak-anak Israel berkata:

Kasih setia-Nya kekal abadi.

Ant. Alleluya, alleluya, alleluya.

Tangan kanan Tuhan telah menang;

tangan kanan-Nya mengangkatku.

Aku tidak akan mati, aku akan hidup

dan menceritakan perbuatan-Nya.

Ant. Alleluya, alleluya, alleluya.

Batu yang dibuang oleh para pembangun

telah menjadi batu penjuru.

Ini adalah karya Tuhan,

keajaiban di mata kita.

Ant. Alleluya, alleluya, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, dan selama-lamanya. Amin.

Ant. Alleluya, alleluya, alleluya.

BACAAN KEEMPAT

Dari Injil Suci menurut Matius

28:1-10

Ia telah bangkit dari antara orang mati dan mendahului kamu ke Galilea
Setelah hari Sabat, ketika fajar menyingsing pada hari pertama minggu itu, Maria Magdalena datang bersama Maria yang lain untuk melihat kubur. Tiba-tiba terjadi gempa bumi yang dahsyat, ketika malaikat Tuhan turun dari surga. Ia datang ke batu itu, menggulingkannya, dan duduk di atasnya. Penampilannya menyerupai kilatan petir sementara pakaiannya berkilauan seperti salju. Para penjaga menjadi lumpuh karena takut kepadanya dan jatuh seperti orang mati.
Kemudian malaikat itu berbicara, menyapa para wanita: “Jangan takut. Aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan, tetapi Ia tidak ada di sini. Ia telah bangkit, persis seperti yang Ia janjikan. Datanglah dan lihatlah tempat Ia dibaringkan. Kemudian pergilah dengan cepat dan beritahukanlah kepada murid-murid-Nya: ‘Ia telah bangkit dari antara orang mati dan sekarang mendahului kamu ke Galilea, di sana kamu akan melihat-Nya.’ Itulah pesan yang kumiliki untukmu.”
Mereka bergegas pergi dari kubur setengah gembira, setengah takut, dan berlari untuk menyampaikan kabar baik kepada murid-murid-Nya.
Tiba-tiba, tanpa peringatan, Yesus berdiri di hadapan mereka dan berkata, “Damai!” Para wanita itu datang dan memeluk kaki-Nya dan menyembah-Nya. Pada saat ini Yesus berkata kepada mereka, “Jangan takut! Pergilah dan sampaikan kabar kepada saudara-saudara-Ku bahwa mereka harus pergi ke Galilea, di sana mereka akan melihat Aku.”

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan penuntun.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.

Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengatasi sengat kematian,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap sia-sia.
Doa
Ya Allah,

yang pada hari ini,

melalui Putra Tunggal-Mu,

telah mengalahkan kematian

dan membuka bagi kami jalan menuju keabadian,

kami mohon,

agar kami yang merayakan keagungan Kebangkitan Tuhan,

melalui pembaharuan yang dibawa oleh Roh-Mu,

bangkit dalam terang kehidupan.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan meraja bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, selama-lamanya.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

HARI RAYA PASKA PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kita.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.

Dialah Allah kita, kita umat-Nya,

Dialah gembala kita, kita kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Madah

Fajar menyingsinglah sudah

Langit menggemakan madah

Bumi bersorak-sorailah

Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa

Menggempur markas neraka

Menggilas kuasa maut

Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu

Dijaga banyak serdadu

Namun pemenang yang luhur

Bangkit mulia dari kubur.

Mulialah Engkau, ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan memerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediaman-Mu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepada-Mu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayap-Mu aku bersorak.

Jiwaku melekat pada-Mu,*

tangan kanan-Mu menopang aku.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan memerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.

Ant.2: Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, Alleluya.

T.Dan 3:57-88,56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayan-Nya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh Kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’.)

Ant.2: Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, Alleluya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersukacita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji nama-Nya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,*

memahkotai yang hina dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah;*

tugas terhormat bagi umat-Nya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.

Bacaan singkat (Kis 10:40-43)

Allah telah membangkitkan Yesus pada hari yang ketiga, dan dengan kuasa Allah, Yesus menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah. Kamilah saksi-saksi itu, kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari alam maut. Kepada kami ditugaskan oleh Allah mewartakan kepada seluruh bangsa dan memberi kesaksian bahwa Yesuslah yang ditentukan Allah menjadi hakim atas orang yang hidup dan yang mati. Tentang Dialah semua nabi memberi kesaksian, bahwa barang siapa percaya kepada-Nya akan mendapat pengampunan dosa demi nama-Nya.

Ganti lagu singkat

Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, Alleluya.

Ant.Kidung: Pagi-pagi benar, pada hari pertama dalam pekan, ketika matahari sudah terbit, mereka pergi ke makam, Alleluya.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belas kasihan;*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Pagi-pagi benar, pada hari pertama dalam pekan, ketika matahari sudah terbit, mereka pergi ke makam, Alleluya.

Doa Permohonan

Allah, Bapa Yang Mahakuasa, telah membangkitkan Yesus menjadi jujungan dan penebus kita. Marilah kita berdoa kepada-Nya:

U: Terangilah kami dengan cahaya Kristus, ya Tuhan.

P: Bapa Yang Kudus, Engkau memindahkan Yesus, hamba-Mu yang tercinta, dari kegelapan maut kepada terang kemuliaan-Mu,* semoga kamipun masuk ke dalam seri cahaya-Mu.

P: Engkau menyelamatkan kami melalui iman,* semoga kami hari ini hidup seturut iman pembaptisan kami.

P: Engkau menyuruh kami mengarahkan usaha kami kepada alam hidup yang mulia, tempat Kristus memerintah di sebelah kanan-Mu,* lindungilah kami hari ini terhadap bujukan kejahatan.

P: Semoga hidup kami yang tersembunyi dalam Engkau bersama Kristus, menyinari dunia sekitar kami,* agar kami mewartakan dan mendatangkan langit baru dan bumi baru.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa

untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Allah, pemberi hidup, Engkau membukakan kami pintu kehidupan abadi karena kemenangan Putera-Mu atas maut. Kebangkitan-Nya kami rayakan hari ini. Semoga kami diperbarui oleh Roh-Mu dan bangkit dalam terang kehidupan. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Pembubaran umat

P: Saudara sekalian, dengan ini ibadat pagi sudah selesai, Alleluya, Alleluya.

U: Syukur kepada Allah, Alleluya, Alleluya.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

HARI RAYA PASKA SIANG

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi
Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci
Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan memerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.
Hendaklah Israel berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.
Hendaklah kaum Harun berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.
Hendaklah orang yang takwa berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.
Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.
Tuhan di pihakku, aku tidak takut.*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.
Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.
Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan memerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.

Ant.2: Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.
Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku
Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.
“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa.”
Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.
Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Ant.2: Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.
Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.
Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.
Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.
Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.
Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.
Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!
Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia memerangi kita.
Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.
Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.

Bacaan singkat: (1 Kor 15,3b-5)

Kristus telah mati karena dosa kita, sesuai dengan Kitab suci. Ia dimakamkan, dan Ia dibangkitkan pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab suci. Ia telah dilihat oleh Kefas, dan kemudian oleh kesebelas muridNya.
P: Pada hari inilah Tuhan bertindak, alleluya.
U: Mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.

Doa Penutup

Allah, pemberi hidup, Engkau membukakan kami pintu kehidupan abadi karena kemenangan PuteraMu atas maut. KebangkitanNya kami rayakan hari ini. Semoga kami diperbaharui oleh RohMu dan bangkit dalam terang kehidupan. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ibadat Sore

HARI RAYA PASKA SORE II

Madah

Mari kita bergembira
Merayakan hari Paska
Sambil bernyanyi memuji
Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan
Dan tubuhNya dikurbankan
DarahNya yang kita trima
Sungguh menghidupkan kita.

Kristus bangkit dari kubur
Maut kalah hancur lebur
Musuh takluk terbelenggu
Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu."

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion:*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.

Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.

Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.

Bacaan singkat: (Ibr 10,12-14)

Kristus mempersembahkan hanya satu kurban demi dosa-dosa. Lalu Ia duduk di sebelah kanan Allah sampai selama-lamanya, sambil menantikan saat musuh-musuhNya dijadikan tumpuan kakiNya. Dengan satu kurban Ia menyempurnakan orang yang dikuduskanNya untuk selama-lamanya.

Ganti lagu singkat:

Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.

Ant.Kidung: Pada hari Minggu Paska, tatkala hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus berkumpul di sebuah rumah, dan pintu-pintu dikunci. Sekonyong-konyong datanglah Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: Salam bagimu, alleluya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Pada hari Minggu Paska, tatkala hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus berkumpul di sebuah rumah, dan pintu-pintu dikunci. Sekonyong-konyong datanglah Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: Salam bagimu, alleluya.

Doa Permohonan

Allah Bapa telah membangkitkan dan meninggikan Kristus serta mendudukkan Dia di sebelah kananNya dalam kemuliaan. Marilah kita mohon:
U: Demi kemuliaan Kristus, lindungilah umatMu, ya Tuhan.
P: Bapa yang adil, Engkau meninggikan Kristus di atas bumi dengan kemenangan salib,* tariklah semua makhluk kepadaNya.
P: Demi Putera yang Kautinggikan, utuslah Roh kudus kepada Gereja,* agar umatMu menjadi pelopor kesatuan manusia.
P: Peliharalah putera-puteraMu yang baru lahir dari air dan Roh kudus,* agar mereka setia pada janji baptis sampai kehidupan kekal.
P: Dengan perantaraan Putera yang Kautinggikan, tolonglah orang yang melarat, bebaskanlah orang yang tertawan, sembuhkanlah orang yang sakit,* dan gembirakanlah dunia dengan kelimpahan kasih setiaMu.
P: Engkau telah menguatkan orang beriman yang meninggal, dengan tubuh dan darah mulia Kristus.* semoga pada hari kiamat mereka Kaubangkitkan bersama Kristus.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah, pemberi hidup, Engkau membukakan kami pintu kehidupan abadi karena kemenangan PuteraMu atas maut. KebangkitanNya kami rayakan hari ini. Semoga kami diperbaharui oleh RohMu dan bangkit dalam terang kehidupan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Pembubaran umat

P: Saudara sekalian, dengan ini ibadat sore sudah selesai, alleluya, alleluya.
U: Syukur kepada Allah, alleluya, alleluya.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santa Yuliana dari Kornillon

Pengaku Iman

Hari raya Tubuh Darah Kristus (Corpus Christi)-yang sama dengan hari raya Sakramen MahaKudus-masuk dalam lingkaran penanggalan atas wahyu Tuhan kepada Santa Yuliana dari Kornillon. Prosesnya sangat rumit dan lama serta meminta pengorbanan yang tidak kecil dari suster Yuliana sendiri. Penglihatan ajaib yang dialaminya membawa dia kepada penderitaan yang lama hingga hari raya itu direstui oleh pemimpin tertinggi Gereja dan dirayakan oleh seluruh Gereja. Pesta ini dirayakan pada mingu biasa setelah masa Paskah, tepatnya pada hari minggu biasa sesudah hari raya Tritunggal MahaKudus.

Yuliana lahir di Liege, Belgia pada tahun 1192. Pada umur 5 tahun, ia sudah menjadi anak yatim piatu. Maka ia dititipkan di sebuah biara di Mount Cornillon. Pada tahun 1200 terdapat di gunung ini dua buah biara santo Agustinus: yang satu untuk kaum pria dan yang satu untuk wanita. Disana terdapat beberapa buah rumah, ada usaha perkebunan dan peternakan sapi. Dibeberapa rumah para biarawan / wati itu merawat banyak orang sakit lepra. Untuk menghindari bahaya ketularan penyakit lepra, maka Yulianus bersama adiknya Agnes dipisahkan disebuah rumah pertanian yang tidak jauh dari rumah induk. Disitu mereka diasuh oleh Sr. Sapiensia. Tugas mereka adalah belajar, membersihkan rumah, memelihara bunga-bunga dan menjaga sapi. Kedua kakak-beradik ini selalu ikut serta dalam doa, perayaan Ekaristi dan upacara-upacara lainnya. Yuliana menaruh hormat yang tinggi kepada Sakramen MahaKudus yang diterimanya setiap kali mengkuti perayaan Ekaristi. Ia juga suka sekali membaca buku-buku karya Santo Agustinus, Santo Bernardus, dan lain-lainnya di perpustakaan.

Pada usia 16 tahun, Yuliana mengalami suatu penglihatan ajaib. Ia melihat bulan purnama yang aneh sekali; pinggirannya tercabik. Ia ragu-ragu memastikan arti penglihatan itu, apakah itu suatu godaan dari roh jahat atau pewahyuan Tuhan. Ia berdoa memohon agar Yesus menerangkan kepadanya arti penglihatan itu. Dua tahun kemudian Yesus menampakkan diri kepadanya dan menerangkan arti penglihatan itu: bahwasannya bulan itu adalah lingkaran tahun Liturgis Gereja dengan berbagai hari raya. Sedangkan cabikan pada pinggiran bulan purnama itu menandakan bahwa lingkaran tahun liturgi gereja belum sempurna oleh karena tidak adanya hari raya khusus untuk menghormati sakramen MahaKudus. Yuliana di minta oleh Yesus untuk menyampaikan kepada pemimpin Gereja agar segera menetapkan suatu hari khusus untuk menghormati Sakramen MahaKudus. Dengan takut-takut, Yuliana berkata: "Ah Tuhan! Jangan aku yang Kautugaskan untuk menyampaikan hal itu. Serahkan saja tugas ini kepada seorang imam yang saleh dan terpelajar!". Tetapi Yesus menjawab: "Kaulah orang yang kuanggap layak untuk tugas luhur ini. Justru orang lemah namun berbakti kepada-Ku layak untuk menjalankan tugas ini!".

Hari dan tahun berjalan terus hingga Yuliana menjadi suster di biara St. Agustinus Mount Carnillon. Karena kedudukannya masih rendah, ia tidak berani membuka rahasia penampakan itu dan pesan Tuhan Yesus. Barulah ketika ia terpilih menjadi prior pad atahun 1225, ia mulai membuka rahasia penampakan dan pesan Tuhan itu. Mula-mula ia mengutarakan pesan Tuhan itu kepada Eva, seorang pertapa wanita yang saleh dan pintar. Eva selanjutnya berbicara dengan para imam, antara lain dengan Hugo, Propinsial Ordo Dominikan, Uskup J. Pantelleon dan para ahli dibidang liturgi dan teologi. Sementara itu, Yuliana terus berdoa agar semua orang dapat menerima baik pesan Tuhan yang disampaikan kepadanya. Pada dasarnya pemimpin Gereja setempat dan para ahli itu tidak menolak memasukkan Pesta Sakramen MahaKudus dalam liturgi gereja. Hasil pertama diperolehnya pada tahun 1246 yaitu tatkala hari raya Corpus Christi itu disetujui dan diresmikan oleh Uskup J. Pantellon .

Namun sejak itulah Yuliana mengalami banyak penderitaan. Banyak orang termasuk imam-imam mencap Yuliana sebagai orang yang kerasukan setan. Dan banyak dakwaan dan kritik lain terhadapnya yang menuduh dia memanfaatkan kedudukannya sebagai pemimpin biara untuk ambisi pribadi mempromosikan penemuannya tentang hari raya Sakramen MahaKudus itu. Ia dipecat dari kedudukannya sebagai pemimpin biara dan diusir dari biara itu. Ia lalu pergi bergabung dengan Eva di pertapaannya. Akhirnya setelah mengalami begitu banyak penderitaan fisik dan batin, Yuliana meninggal pada tanggal 5 April 1258.

Sepeninggal Yuliana, Eva wanita pertapa itu melanjutkan perjuanggannya, didukung oleh Uskup J. Pantalleon. Delapan tahun kemudian Hugo, Propinsial Dominikan yang mengenal baik Yuliana, terpilih menjadi Paus di Roma dengan nama Paus Urbanus IV (1261-1264). Taklama kemudian pada tahun 1264 Paus Urbanus IV menetapkan hari raya Tubuh dan Darah Kristus sebagai pesta gereja. Kemudian Paus Klemens V (1305-1314) mengesahkannya pada tahun 1312.

Santo Vinsensius Ferreri

Pengaku Iman

Santo Vinsensius Ferreri dikenal sebagai pembuat mukjizat, wartawan hari kiamat dan pentobat orang-orang berdosa. Ia lahir pada tanggal 23 Januari 1350 di Valensia, Spanyol. Ferreri adalah seorang anak yang dikaruniai rahmat istimewa. Pada usia 14 tahun, ia telah menyelesaikan pendidikan awalnya dalam bidang filsafat di Valensia. Pada usia 17 tahun, Ferreri di terima dalam ordo Dominikan dan dikirim ke Barcelona, Spanyol pada tahun berikutnya. Setelah beberapa lama ia mengajar filsafat di Lerdia, Spanyol, ia kembali ke Barcelona pada tahun 1373.

Setelah lama belajar di Toulouse, Prancis, kepribadian dan cara hidup Ferreri menarik hati kardinal Pedro de Luna (yang kemudian menjadi Paus Benediktus XIII pada tahun 1394-1423 di Avignon) ketika terjadi skisma besar di kalangan Gereja Barat. Pada tahun 1379, Luna mengangkat Ferreri sebagai pembantunya untuk menangani persoalan kePausan di Avignon. Ketika kardinal Luna dipilih menjadi Paus, Ferreri menjadi penasehat dan bapa pengakuan pribadi Paus di Avignon. Ia menolak penunjukkan atas dirinya menjadi seorang kardinal dan pemimpin beberapa kantor Gereja karena ia lebih suka berkarya sebagai seorang misionaris di antara umat. Kira-kira pada tahun 1398, ia diserang demam yang membahayakan. Ketika itu, ia mengalami penampakan Yesus bersama Santo Dominikus dan Fransiskus Asisi. Dalam penglihatan itu, Yesus memerintahkan dia untuk mewartakan Injil di antara bangsa-bangsa. Setelah penampakan itu, Ferreri kembali dan bersiap diri untuk menjalankan perintah Yesus.

Selama 20 tahun, Ferreri mengelilingi Spanyol, Italia, Jerman dan Switzerland untuk mewartakan Injil bagi pertobatan orang-orang berdosa. Khotbahnya selalu dilaksanakan di luar gereja karena ruangan Katedral tidak bisa menampung jumlah umat yang hadir. Tuhan menganugerahi kepadanya kemampuan berbahasa sehingga khotbahnya dapat dimengerti oleh para pendengarnya yang berbahasa latin, bahkan oleh petani sederhana sekalipun.

Sekali peristiwa, dalam khotbahnya ia meramalkan bahwa Benediktus dari Siena, seorang hadirin yang turut mendengar khotbahnya ketika itu, kelak akan dihormati oleh gereja sebagai Santo. Juga kepada Alphonso Borja, Ferreri mengatakan bahwa ia akan menggelarkan Santo kepada Ferreri ketika ia menjabat sebagai Paus. Ramalan-remalannya kemudian terpenuhi ketika ia meninggal.

Proses penyelidikan terhadap Ferreri dilakukan. Setelah 873 mukjizat diperiksa dan dinyatakan benar, maka panitia penyelidik menghentikan pekerjaannya. Mukzijat terbesar adalah cara hidupnya yang keras penuh dengan doa, matiraga dan tapa, tetapi tetap bersemangat dalam melaksanakan tugasnya sebagai pewarta. Vincentius Ferreri meninggal di Vannes, Inggris, pada tanggal 5 April 1419.