Rabu, 1 April 2026

Rabu Pekan Suci

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Yesaya 50:4-9a

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka.

Mazmur Tanggapan Mazmur 69:8-10,21-22,31,33-34

(69-9) Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku;
(69-10) sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
(69-11) Aku meremukkan diriku dengan berpuasa, tetapi itupun menjadi cela bagiku;
(69-22) Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.
(69-23) Biarlah jamuan yang di depan mereka menjadi jerat, dan selamatan mereka menjadi perangkap.
(69-32) pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah.
(69-34) Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.
(69-35) Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.

Bacaan Injil Matius 26:14-25

Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?" Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

Renungan

Menaruh Harga

Di pasar hampir semua hal ada harganya. Ikan ditawar per kilo, kain diukur per meter, jasa tukang pun ada tarifnya. Dunia terasa rapi karena segala sesuatu bisa ditaksir. Selama yang ditaksir itu barang, tidak ada yang keliru. Yang keliru adalah ketika seorang pribadi ikut diseret ke atas timbangan.

Yang mengerikan dari Yudas bukanlah bahwa ia menerima uang. Yang mengerikan adalah pertanyaannya: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Guru yang tiga tahun berjalan bersamanya, yang memecah roti dari piring yang sama, diberi label: tiga puluh uang perak. Itu harga seorang budak yang tertanduk lembu, menurut hukum Musa. Kasih diturunkan pangkatnya menjadi barang dagangan, dan diberi harga yang bahkan tidak seberapa.

Kita mudah merasa jijik pada Yudas. Tetapi tawar-menawar itu lebih sering kita lakukan daripada yang kita akui. Kita menaksir orang dari apa yang bisa mereka berikan. Teman didekati selama menguntungkan. Relasi dijaga selama masih ada gunanya. Orang tua yang sudah renta diam-diam dihitung sebagai beban. Diam-diam kita pun bertanya seperti Yudas: apa yang hendak kauberikan kepadaku?

Bacaan pertama menaruh sosok yang berlawanan arah. Hamba Tuhan dalam Yesaya tidak menawar apa-apa. Ia memberi punggungnya kepada orang yang memukul, pipinya kepada yang mencabut janggut. Ia tidak menyembunyikan muka dari ludah. Bukan karena ia lemah atau tidak punya harga diri, melainkan karena ia berpegang pada satu hal: Tuhan ALLAH menolong aku, sebab itu aku tidak mendapat malu. Di dunia yang memberi harga pada segalanya, ada Orang yang membiarkan diri-Nya diperlakukan seolah tak berharga, justru demi kita yang tak sanggup membayar.

Malam itu, di meja yang sama, dua sikap duduk berdampingan. Yang satu menghitung untung, yang satu memberikan diri. Dan inilah yang paling menghancurkan hati: Yesus tahu persis siapa yang akan menjual-Nya, namun Ia tetap menyodorkan roti kepada tangan itu. Kasih-Nya tidak menunggu Yudas pantas dahulu.

Rabu ini kita berhenti sejenak di ambang Trihari Suci, sebelum langkah kita masuk ke hari-hari paling kudus. Ada baiknya kita bertanya jujur pada diri sendiri. Adakah orang yang diam-diam sudah kuberi label harga? Adakah kasih yang kutahan karena merasa tidak akan ada balasannya? Sebab jarak antara kita dan Yudas kadang lebih tipis daripada yang kita kira.

Tuhan, ampunilah aku yang kerap menakar sesama dengan hitungan untung dan rugi. Ajarilah aku mengasihi tanpa memasang harga, seperti Engkau mengasihi aku yang tak sanggup membayar. Amin.

Invitatorium

RABU PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu dalam Pekan Suci

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Koor:

Tuhan gembalaku; tiada kekurangan bagiku.

Tuhan gembalaku; tiada kekurangan bagiku.
Tuhan gembalaku;

aku tidak akan berkekurangan.

Di padang rumput hijau

Ia membaringkan aku;
Koor:

Tuhan gembalaku; tiada kekurangan bagiku.

Tuhan gembalaku; tiada kekurangan bagiku.
Di tepi air yang tenang Ia membimbing aku;

Ia menyegarkan jiwaku.

Ia menuntun aku di jalan yang benar

demi nama-Nya.
Koor:

Tuhan gembalaku; tiada kekurangan bagiku.

Tuhan gembalaku; tiada kekurangan bagiku.
Engkau menyediakan hidangan di hadapanku

di depan musuh-musuhku;

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;

cawanku melimpah.

Hanya kebaikan dan kemurahan mengikuti aku

sepanjang hari-hari hidupku;

dan aku akan diam di rumah Tuhan

untuk tahun-tahun yang akan datang.
Koor:

Tuhan gembalaku; tiada kekurangan bagiku.

Tuhan gembalaku; tiada kekurangan bagiku.

PSALMODI

Ant. 1 Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.

Mazmur 39

Doa mendesak orang sakit

Ciptaan telah ditaklukkan kepada kesia-siaan…oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi tidak tanpa harapan (Roma 8:20).

I
Aku berkata: “Aku akan menjaga jalanku

supaya jangan aku berdosa dengan lidahku.

Aku akan mengekang bibirku

ketika orang fasik berdiri di hadapanku.”

Aku membisu, diam dan tenang.

Kemakmurannya membangkitkan dukaku.
Hatiku membara di dalam diriku.

Melihatnya, api berkobar

dan lidahku meledak dalam ucapan:

“Ya Tuhan, Engkau telah menunjukkan kepadaku akhirku,

betapa singkatnya panjang hari-hariku.

Sekarang aku tahu betapa fana hidupku.
Engkau telah memberiku rentang hari yang singkat;

hidupku tidak berarti di mata-Mu.

Hanya hembusan napas, manusia yang berdiri teguh,

hanya bayangan, manusia yang lewat,

hanya hembusan napas, kekayaan yang ia timbun,

tidak tahu siapa yang akan memilikinya.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.

Ant. 2 Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.

II
Dan sekarang, Tuhan, apa yang harus kutunggu?

Pada-Mu terletak semua harapanku.

Bebaskan aku dari segala dosaku,

jangan jadikan aku ejekan orang bodoh.

Aku diam, tidak membuka bibirku,

karena semua ini adalah perbuatan-Mu.
Singkirkan cambuk-Mu dariku.

Aku hancur oleh pukulan tangan-Mu.

Engkau menghukum dosa manusia dan mengoreksinya;

seperti ngengat Engkau melahap semua yang ia hargai.

Manusia fana tidak lebih dari hembusan napas;

Ya Tuhan, dengarkan doaku.
Ya Tuhan, condongkan telinga-Mu kepada tangisku.

Jangan tuli terhadap air mataku.

Di rumah-Mu aku adalah tamu yang lewat,

seorang musafir, seperti semua bapa-bapaku.

Palingkanlah wajah-Mu agar aku dapat bernapas lagi,

sebelum aku pergi untuk tidak ada lagi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Melalui Putra-Mu Engkau mengajar kami, Bapa, untuk tidak takut akan hari esok tetapi menyerahkan hidup kami kepada pemeliharaan-Mu. Janganlah menahan Roh-Mu dari kami tetapi bantulah kami menemukan kehidupan yang damai setelah hari-hari kesusahan ini.

Ant. Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.

Ant. 3 Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tidak pernah gagal.

Mazmur 52

Melawan pemfitnah

Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).

Mengapa engkau bermegah dalam kejahatanmu,

hai jagoan kejahatan,

merencanakan kehancuran sepanjang hari,

lidahmu seperti pisau yang diasah,

hai ahli tipu daya?
Engkau lebih mencintai kejahatan daripada kebaikan;

dusta daripada kebenaran.

Engkau mencintai perkataan yang merusak,

hai lidah penipu.
Karena ini Allah akan menghancurkanmu

dan menyingkirkanmu selamanya.

Ia akan mencabutmu dari kemahmu dan mencabutmu

dari tanah orang hidup.
Orang benar akan melihat dan takut.

Mereka akan tertawa dan berkata:

“Jadi inilah orang yang menolak

menjadikan Allah sebagai bentengnya,

tetapi percaya pada kebesaran kekayaannya

dan menjadi berkuasa oleh kejahatannya.”
Tetapi aku seperti pohon zaitun yang tumbuh

di rumah Allah.

Aku percaya pada kebaikan Allah

selama-lamanya.
Aku akan bersyukur kepada-Mu selama-lamanya;

karena ini adalah perbuatan-Mu.

Aku akan menyatakan bahwa nama-Mu baik,

di hadapan teman-teman-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, Engkau memotong cabang yang tidak berbuah untuk dibakar dan memangkas yang subur agar menghasilkan lebih banyak buah. Jadikanlah kami tumbuh seperti pohon zaitun yang sarat di wilayah-Mu, berakar kuat dalam kuasa dan belas kasihan Putra-Mu, agar Engkau dapat memetik dari kami buah yang layak untuk hidup kekal.

Ant. Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tidak pernah gagal.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Ketika Aku ditinggikan dari bumi.

Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Surat kepada Orang Ibrani

12:14-29

Kamu telah datang ke gunung Allah yang hidup
Berusahalah untuk hidup damai dengan semua orang, dan untuk kekudusan, tanpa itu seorang pun tidak akan melihat Tuhan. Jagalah agar jangan ada seorang pun yang jatuh dari rahmat Allah; jangan ada akar pahit yang tumbuh sehingga banyak orang menjadi tercemar; jangan ada di antara kamu orang yang berzina atau tidak beriman seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya demi satu kali makan. Kamu tahu bahwa kemudian ia ingin mewarisi berkat ayahnya, tetapi ia ditolak karena ia tidak memiliki kesempatan untuk mengubah pilihannya, meskipun ia mencari berkat itu dengan air mata.
Kamu tidak mendekat kepada gunung yang tidak dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, juga bukan kepada kegelapan yang suram dan badai dan bunyi sangkakala, juga bukan kepada suara yang mengucapkan kata-kata sehingga mereka yang mendengarnya memohon agar tidak ditujukan kepada mereka, karena mereka tidak tahan mendengar perintah: “Jika bahkan seekor binatang menyentuh gunung itu, ia harus dilempari batu sampai mati.” Memang, begitu menakutkan pemandangan itu sehingga Musa berkata, “Aku ketakutan dan gemetar.”
Tidak, kamu telah mendekat kepada Gunung Sion dan kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi, kepada beribu-ribu malaikat dalam perkumpulan meriah, kepada jemaat anak-anak sulung yang terdaftar di surga, kepada Allah hakim semua, kepada roh-roh orang benar yang telah disempurnakan, kepada Yesus, pengantara perjanjian baru, dan kepada darah yang dipercikkan yang berbicara lebih fasih daripada darah Habel.
Jangan menolak untuk mendengar Dia yang berbicara. Sebab jika orang Israel tidak luput dari hukuman ketika mereka menolak mendengarkan ketika Allah berbicara kepada mereka di bumi, betapa lebih besar hukuman kita jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari surga! Suara-Nya kemudian mengguncang bumi, tetapi sekarang Ia telah berjanji, “Aku akan sekali lagi mengguncang bukan hanya bumi tetapi juga surga!” Dan “sekali lagi” itu menunjukkan bahwa hal-hal yang terguncang, yang diciptakan, akan berlalu, sehingga hanya yang tidak terguncang yang akan tetap ada.
Oleh karena itu, kita yang menerima kerajaan yang tidak tergoyahkan harus berpegang teguh pada rahmat Allah, melalui mana kita dapat mempersembahkan ibadah yang diterima oleh-Nya dengan hormat dan takjub. Karena Allah kita adalah api yang menghanguskan.

RESPONSORIUM Ul. 5:23-24; lih. Ibr. 12:22

Engkau mendengar Allah berbicara dari kegelapan, dan melihat Gunung Sinai, menyala dengan api. Engkau datang kepada Musa sambil berseru:

Lihatlah betapa Tuhan Allah kita telah menunjukkan kepada kita kebesaran dan kemuliaan-Nya!
Sekarang kamu telah datang ke Gunung Sion dan ke kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi.

Lihatlah betapa Tuhan Allah kita telah menunjukkan kepada kita kebesaran dan kemuliaan-Nya!
Bacaan Kedua

Dari risalah tentang Yohanes oleh Santo Agustinus, uskup

Kesempurnaan kasih
Saudara-saudari terkasih, Tuhan telah menandai bagi kita kepenuhan kasih yang seharusnya kita miliki satu sama lain. Ia berkata kepada kita: Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih orang yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Dalam perkataan ini, Tuhan memberi tahu kita apa yang termasuk dalam kasih sempurna yang seharusnya kita miliki satu sama lain. Yohanes, penginjil yang mencatatnya, menarik kesimpulan dalam salah satu suratnya: Sebagaimana Kristus menyerahkan nyawa-Nya untuk kita, demikian pula kita seharusnya menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Kita memang seharusnya saling mengasihi sebagaimana Ia mengasihi kita, Ia yang menyerahkan nyawa-Nya untuk kita.
Ini tentu saja yang kita baca dalam Amsal Salomo: Jika engkau duduk makan di meja seorang penguasa, perhatikanlah baik-baik apa yang disajikan di hadapanmu; lalu ulurkanlah tanganmu, mengetahui bahwa engkau harus menyediakan hidangan yang sama sendiri. Apakah meja penguasa ini selain meja di mana kita menerima tubuh dan darah Dia yang menyerahkan nyawa-Nya untuk kita? Apa artinya duduk di meja ini selain mendekatinya dengan kerendahan hati? Apa artinya memperhatikan baik-baik apa yang disajikan di hadapanmu selain merenungkan dengan khusyuk anugerah yang begitu besar? Apa artinya mengulurkan tangan seseorang, mengetahui bahwa seseorang harus menyediakan hidangan yang sama sendiri, selain apa yang baru saja saya katakan: sebagaimana Kristus menyerahkan nyawa-Nya untuk kita, demikian pula kita pada gilirannya seharusnya menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita? Inilah yang dikatakan oleh rasul Paulus: Kristus menderita untuk kita, meninggalkan kita teladan, agar kita dapat mengikuti jejak-Nya.
Inilah yang dimaksud dengan menyediakan “hidangan yang sama.” Inilah yang dilakukan oleh para martir yang diberkati dengan kasih yang begitu membara. Jika kita ingin memberikan makna sejati pada perayaan peringatan mereka, pada pendekatan kita ke meja Tuhan dalam perjamuan yang sama di mana mereka diberi makan, kita harus, seperti mereka, menyediakan “hidangan yang sama.”
Di meja Tuhan ini kita tidak memperingati para martir dengan cara yang sama seperti kita memperingati orang lain yang beristirahat dalam damai. Kita tidak berdoa untuk para martir seperti kita berdoa untuk orang lain itu, melainkan, mereka berdoa untuk kita, agar kita dapat mengikuti jejak-Nya. Mereka mempraktikkan kasih sempurna yang menurut Tuhan tidak ada yang lebih besar. Mereka menyediakan “hidangan yang sama” seperti yang mereka sendiri terima di meja Tuhan. Ini tidak boleh dipahami sebagai mengatakan bahwa kita dapat setara dengan Tuhan dengan bersaksi tentang Dia sampai menumpahkan darah kita. Ia memiliki kuasa untuk menyerahkan nyawa-Nya; kita sebaliknya tidak dapat memilih panjangnya hidup kita, dan kita mati bahkan jika itu bertentangan dengan kehendak kita. Ia, dengan mati, menghancurkan kematian dalam diri-Nya; kita dibebaskan dari kematian hanya dalam kematian-Nya. Tubuh-Nya tidak melihat kebusukan; tubuh kita akan melihat kebusukan dan baru kemudian dikenakan melalui Dia dalam ketidakbusukan pada akhir dunia. Ia tidak membutuhkan bantuan dari kita dalam menyelamatkan kita; tanpa Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa. Ia menyerahkan diri-Nya kepada kita sebagai pokok anggur kepada cabang-cabang; terpisah dari Dia kita tidak dapat memiliki hidup.
Akhirnya, bahkan jika saudara-saudara mati untuk saudara-saudara, namun tidak ada martir yang dengan menumpahkan darahnya membawa pengampunan untuk dosa-dosa saudara-saudaranya, seperti Kristus membawa pengampunan kepada kita. Dalam hal ini Ia memberi kita, bukan teladan untuk ditiru tetapi alasan untuk bersukacita. Sejauh itu, karena mereka menumpahkan darah mereka untuk saudara-saudara mereka, para martir menyediakan “hidangan yang sama” seperti yang mereka terima di meja Tuhan. Marilah kita saling mengasihi sebagaimana Kristus juga mengasihi kita dan menyerahkan diri-Nya untuk kita.

RESPONSORIUM 1 Yohanes 4:9, 11, 10

Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dengan mengutus Putra tunggal-Nya ke dunia untuk memberi kita hidup melalui Dia.

Karena Allah telah begitu mengasihi kita, kita juga seharusnya saling mengasihi.
Allah mengasihi kita lebih dahulu, dan mengutus Putra-Nya sendiri untuk menjadi kurban yang menghapus dosa kita.

Karena Allah telah begitu mengasihi kita, kita juga seharusnya saling mengasihi.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang menghendaki Putra-Mu tunduk

demi kami kepada kuk Salib,

agar Engkau dapat mengusir dari kami kuasa musuh,

anugerahkanlah kepada kami, hamba-hamba-Mu,

untuk mencapai rahmat kebangkitan.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MADAH

Salib suci nan mulia
Kayu paling utama
Tiada yang menandingi
Daun bunga buahnya
Kayu paku bahagia
Memangku pangkal hidup.

Pohon bungkukkan dahanmu
Lemaskanlah uratmu
Lembutkan juga kerasmu
Yang jadi bawaanmu
Sediakan batang empuk
Bagi tubuh rajamu.

Engkaulah kayu yang pantas
Mentakhtakan penebus
Menyajikan tempat labuh
Bagi bumi yang karam
Berhiaskan darah suci
Anakdomba sejati.

Terpuji terhormatilah
Allah mahakuasa
Bapa bersama Putera
Dan Roh Kudus penghibur
Yang jaya bertakhta mulya
Selalu selamanya. Amin.

Ant.1: Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.

Mazmur 76 (77)

Aku berseru kepada Allah dengan suara lantang,*
aku berteriak, dan Ia mendengarkan daku.

Pada hari kesesakanku aku mencari Tuhan,+
malam hari kutadahkan tanganku tiada hentinya,*
dan tiada hiburan bagiku.

Apabila aku ingat akan Allah, aku mengaduh,*
apabila termenung, makin lemah lesu semangatku.

Mataku tiada terpejamkan,*
aku gelisah, hingga tidak dapat berbicara.

Kupikirkan zaman yang lampau,*
tahun yang silam kukenang.

Malam hari aku merenung-renung dalam hati,*
dan selalu menimbang-nimbang dalam batinku.

"Untuk selamanyakah Tuhanku menolak,*
dan tiada lagi bermurah hati?

Sudah habiskah kasih setiaNya selama-lamanya,*
sudah batalkah janjiNya yang turun-temurun?

Sudah lupakah Allah menaruh belaskasihan,*
ataukah Ia menutup kerahimanNya dengan kemurkaan?"

Sungguh inilah yang menikam hatiku,*
bahwa Allah merubah sikapNya.

Namun aku tetap mengingat karya Tuhan,*
karya yang mengagumkan pada masa yang silam.

Segala karyaMu akan kurenungkan,*
akan kukenangkan segala perbuatanMu.

Ya Allah, kuduslah tindakanMu,*
dewa manakah seagung Allah kami?

Engkaulah Allah yang melakukan karya-karya agung,*
Engkau menyatakan kuasaMu di antara bangsa-bangsa.

Dengan tangan kuat Kautebus umatMu,*
keturunan Yakub dan Yusuf.

Air laut melihat Engkau, ya Allah,+
meihat Engkau, lalu gemetar,*
bahkan samudera raya bergetar ketakutan.

Awan-awan mencurahkan air hujan,+
awan meledakkan guntur gemuruh,*
halilintar sambar-menyambar.

Deru gunturMu sabung-menyabung,+
kilapan kilat menyinari jagat,*
bumi gemetar dan berguncang.

JalanMu melalui laut, melalui air yang luas,*
rahasia karyaMu tak terselami.

Demikian umatMu Kaubimbing seperti kawanan domba,*
dengan perantaraan Musa dan Harun.

Ant.1: Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.

Ant.2: Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.

1 Sam 2,1-10

Hatiku bersukaria karena Tuhan,*
aku bermegah-megah karena Allahku.

Mulutku mengejek musuh,*
karena aku gembira atas pertolonganMu.

Tak ada orang sekudus Tuhan,*
tak ada wadas sekokoh Allah kita.

Jangan lagi berbicara dengan angkuh,*
membualkan kata yang congkak-congkak.

Tuhan itu Allah yang mahatahu,*
bukankah Dia yang menguji tingkah laku manusia!

Sudah patahlah busur para perkasa,*
dan orang lemah dipersenjatai kekuatan.

Orang yang kenyang harus mencari nafkah,*
orang kelaparan mengaso dari kerjanya.

Orang mandul melahirkan tujuh kali,*
tetapi ibu yang beranak banyak menjadi layu.

Tuhan berkuasa atas mati dan hidup,*
menurunkan ke alam maut dan menaikkan dari sana.

Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,*
Ia merendahkan dan meninggikan.

Ia menegakkan dari debu orang yang hina,*
mengangkat dari persampahan orang miskin.

Tuhan mendudukkan dia di antara para bangsawan,*
dan memberinya tempat kehormatan.

Sebab Tuhanlah yang memiliki alas bumi,*
Ia menaruh daratan di atasnya.

Ia melindungi langkah laku orang yang dikasihiNya,+
dan membinasakan orang berdosa dalam kegelapan,*
sebab orang tidak menjadi perkasa dengan kekuatannya sendiri.

Tuhan menggentarkan para lawanNya,+
Yang mahatinggi mengguntur di cakerawala,*
Tuhan mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya.

Tuhan memberikan kekuasaan kepada rajaNya,*
dan menguatkan orang yang diurapiNya.

Ant.2: Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.

Ant.3: Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.

Mazmur 96 (97)

Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai,*
dan pulau-pulau bersukacita.

Awan kelam menyelubungi Tuhan,*
keadilan dan hukum tumpuan takhtaNya.

Api menjalar di hadapan Tuhan,*
menghanguskan para lawan di sekitarNya.

Halilintar menyinari jagat,*
bumi melihatnya dan gemetar.

Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan,*
di hadapan Tuhan semesta alam.

Langit mewartakan keadilan Tuhan,*
dan segala bangsa melihat kemuliaanNya.

Dipermalukanlah orang yang menyembah berhala,+
yang bermegah atas arca yang tak berdaya,*
hendaknya segala dewa sujud menyembah Tuhan.

Sion mendengarnya dan bersukacita,+
kota-kota Yehuda bersorak-sorai,*
karena keputusanMu, ya Tuhan.

Sebab Engkaulah, ya Tuhan, mahatinggi di atas seluruh bumi,*
Engkau mahaagung di atas segala dewata.

Hai orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan,+
sebab Tuhan memelihara orang yang mengasihiNya,*
dan melepaskan mereka dari cengkeraman orang jahat.

Terang terbit bagi orang benar,*
sukacita bagi orang yang tulus hati.

Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar,*
muliakan namaNya yang kudus.

Ant.3: Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.

Bacaan Singkat: (Yes 50,5-7)

Tuhan Allah telah menganugerahkan kepadaku lidah yang fasih, supaya aku tahu menghibur orang yang letih lesu. Setiap pagi Allah membuka telingaku, supaya aku mendengarkan sabdaNya sebagai murid. Tuhan Allah membuka telingaku, dan aku tidak melawan, pun tidak mundur. Punggungku kubiarkan dipukuli orang, daguku kuserahkan kepada yang mencabuti janggutku, dan aku tidak memalingkan wajahku dari cercaan dan ludahan. Tuhan Allah akan menolong aku, dan penghinaan itu takkan menggoncangkan daku. Hatiku tabah, sebab aku yakin aku tak akan dipermalukan.

Lagu Singkat:

P: Engkau menebus kami, ya Tuhan,* Dengan darahMu. U: Engkau. P: Segala suku, bahasa, bangsa dan negara Kausucikan. U: Dengan darahMu. P: Kemuliaan. U: Engkau.

Ant.Kidung: Semoga darah Kristus menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang membawa maut, supaya kita mengabdi kepada Allah yang hidup. Sebab dengan perantaraan Roh kudus, Kristus telah mempersembahkan diriNya kepada Allah.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Semoga darah Kristus menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang membawa maut, supaya kita mengabdi kepada Allah yang hidup. Sebab dengan perantaraan Roh kudus, Kristus telah mempersembahkan diriNya kepada Allah.

Doa Permohonan:

Kristus penyelamat telah menebus kita dengan kematian dan kebangkitanNya. Marilah kita mohon kepadaNya:
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau telah naik ke Yerusalem untuk menderita sengsara dan wafat sebagai jalan menunju kemuliaan,* hantarlah GerejaMu kepada Paska abadi.
P: Engkau ditinggikan pada salib dan ditikam dengan tombak serdadu,* sembuhkanlah luka-luka kami.
P: Engkau teha mengubah salib yang hina menjadi pohon kehidupan,* kurniakanlah hasil buahnya kepada setiap orang yang lahir kembali dalam pembaptisan.
P: Waktu Engkau tergantung pada salib, Engkau telah mengasihani penyamun yang bertobat,* ampunilah kami orang yang berdosa ini.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Tuhan yang mahabijaksana, menurut rencanaMu PuteraMu menanggung derita di kayu salib untuk mematahkan kuasa musuh kami. Semoga kami, hamba-hambaMu, Kauanugerahi kurnia kebangkitan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU SIANG

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.

Mazmur 118 (119),57-64

Ya Tuhan, berpegang pada firmanMu,*
itulah kekayaan hatiku.

Aku memohon belaskasihanMu dengan segenap hati:*
kasihanilah aku sesuai dengan janjiMu.

Aku memperhatikan segala jalan hidupku,*
dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Aku bergegas dan tidak berlambat,*
untuk memenuhi perintahMu.

Sekalipun aku terjerat oleh orang berdosa,*
tetapi hukumMu tidak pernah kulupakan.

Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepadaMu,*
karena hukum-hukumMu yang adil.

Aku bersahabat dengan semua orang yang takwa,*
dengan orang yang menepati perintahMu.

Bumi penuh dengan kasih setiaMu, ya Tuhan,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Ant.1: Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.

Ant.2: Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - I

Ya Allah, dengarkanlah doaku,*
jangan menyembunyikan diri terhadap permohonanku.

Perhatikanlah dan kabulkanlah doaku,*
aku mengembara dan menangis.

Aku cemas karena teriakan musuh,*
karena aniaya orang berdosa.

Sebab mereka menimpakan celaka kepadaku,*
dan dengan geramnya memusuhi aku.

Hatiku gelisah di dalam dadaku,*
kengerian maut mendatangi aku.

Aku ketakutan dan gemetar,*
perasaan seram meliputi aku.

Kataku: "Siapa kiranya memberi aku sayap seperti merpati,*
supaya aku terbang dan mencari tempat yang tenang.

Aku ingin lari jauh-jauh,*
dan tinggal di padang gurun.

Aku akan mencari tempat perlindungan,*
terhadap angin ribut dan badai."

Cerai-beraikanlah musuh, ya Tuhan, kacaukanlah bahasa mereka,*
sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan di kota.

Siang malam mereka mengelilingi kota di atas temboknya,*
di dalam kota ada kelaliman dan bencana.

Kebinasaan merajalela dalam kota,*
lapangannya penuh penindasan dan tipu daya.

Ant.2: Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.

Ant.3: Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - II

Andaikata seorang musuh yang mencela aku,*
masih dapat kuterima.

Andaikata seorang lawan yang menentang aku,*
aku masih dapat menyembunyikan diri.

Tetapi engkau, orang yang akrab dengan daku,*
sahabat dan orang kepercayaanku;

dengan dikau aku bergaul dengan mesra,*
bersama engkau aku masuk bait Allah di tengah-tengah orang banyak.

Aku tetap berseru kepada Allah,*
Tuhan akan menyelamatkan daku.

Waktu malam, pagi dan siang aku menangis dengan cemas,*
dan Tuhan mendengarkan jeritanku.

Ia menyelamatkan daku dari serangan musuh,*
sebab banyaklah mereka yang melawan daku.

Allah mendengarkan doaku dan merendahkan mereka,*
Dialah hakim sejak sediakala.

Sebab mereka tak dapat diperbaiki,*
dan tidak mau takut akan Allah.

Orang itu mengepalkan tangannya melawan sahabat,*
dan melanggar perjanjiannya.

Mulutnya licin melebihi mentega,*
tetapi hatinya merancangkan perang.

Kata-katanya lembut melebihi minyak,*
tetapi sebenarnya bagaikan pedang terhunus.

Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, maka Ia melindungi engkau,*
orang benar tidak dibiarkanNya goyah.

Tetapi orang-orang jahat,*
Kaujerumuskan ke alam maut, ya Allah.

Para penumpah darah dan penipu,+
takkan mencapai setengah umur hidupnya,*
tetapi aku ini percaya kepadaMu, ya Tuhan.

Ant.3: Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.

Bacaan Singkat: (Ibr 9,28)

Kristus hanya satu kali mengurbankan diriNya untuk menghapus dosa semua orang. Untuk kedua kalinya, Ia akan menampakkan diri tanpa menanggung dosa guna menganugerahkan keselamatan bagi mereka yang menantikanNya.

P: Marilah kita menghormati salib suci.
U: Tanda keselamatan dan kehidupan kita.

Doa Penutup:

Tuhan yang mahabijaksana, menurut rencanaMu PuteraMu menanggung derita di kayu salib untuk mematahkan kuasa musuh kami. Semoga kami, hamba-hambaMu, Kauanugerahi kurnia kebangkitan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sore

RABU SORE

MADAH

Sungguh mulya panji raja
Salib suci bercahaya
Padamu pencipta kita
Dipaku tidak berdaya.

Padamu Kristus beradu
Lambung ditikam serdadu
Mengalirkan air darah
Mencuci dosa yang parah.

Salam altar salam kurban
Sebab padamu pahlawan
Mengalami kematian
Yang membawa kehidupan.

Tritunggal sumber selamat
Dipuji seluruh umat
Yang ditebus darah suci
Mohon slalu diberkati. Amin.

Ant.1: Kaum durhaka berkata: Marilah kita tindas orang jujur itu, sebab ia menentang pekerjaan kita.

Mazmur 61 (62)

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*
sebab dari padaNyalah keselamatanku.

Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*
Dialah penyokongku, aku takkan goyah.

Berapa lamakah kamu masih menyerbu manusia lemah,*
bersama-sama mencoba meruntuhkannya!

Seperti menyerang dinding yang miring,*
menggempur tembok yang mau roboh!

Rencana mereka tipuan belaka,*
mereka suka akan dusta.

Dengan mulut, mereka memberkati,*
tetapi dalam hati, mereka mengutuki.

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*
dan padaNyalah segala harapanku.

Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*
Dialah penyokongku, aku takkan goyah.

Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku,*
Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.

Percayalah kepadaNya selalu, hai umatku,+
curahkanlah isi hatimu di hadapanNya,*
Dialah perlindungan kita.

Hanya angin belaka, anak-anak Adam,*
kehampaan semata, anak-anak manusia.

Bila ditimbang, neraca terjungkit ke atas,*
berat mereka bersama lebih ringan dari pada angin.

Jangan menaruh harapan pada pemerasan,*
jangan menggantungkan diri pada perampasan.

Apabila harta milikmu bertambah,*
janganlah hatimu melekat kepadanya.

Tuhanlah sumber kekuatan dan kasih setia,*
Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Ant.1: Kaum durhaka berkata: Marilah kita tindas orang jujur itu, sebab ia menentang pekerjaan kita.

Ant.2: Ia menanggung dosa semua orang dan berdoa bagi orang-orang jahat.

Mazmur 66 (67)

Semoga Allah mengasihani dan memberkati kita,*
semoga wajahNya berseri-seri kepada kita.

Ya Allah, semoga karyaMu dikenal di bumi,*
dan keselamatanMu di antara segala bangsa.

Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*
hendaknya memuji Engkau segala bangsa.

Hendaknya segala bangsa bersorak gembira,+
sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,*
dan menuntun segala bangsa di bumi.

Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*
hendaknya memuji Engkau segala bangsa.

Tanah telah memberi hasilnya,*
sebab Tuhan, Allah kita, telah memberkati kita.

Semoga Allah tetap memberkati kita,*
semoga seluruh bumi menjadi takwa.

Ant.2: Ia menanggung dosa semua orang dan berdoa bagi orang-orang jahat.

Ant.3: Dalam Kristus kita memperoleh penebusan berkat darahNya, yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita.

Kol 1,12-20

Marilah dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja;+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Dalam Kristus kita memperoleh penebusan berkat darahNya, yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita.

Bacaan Singkat: (Ef 4,32--5,2)

Bersikaplah ramah seorang terhadap yang lain, berlakulah lembut hati dan hendaklah saling mengampuni, seperti Allah telah mengampuni kamu dalam Kristus. Sebab itu jadilah pengikut Allah sebagai anak-anakNya yang tercinta. Hiduplah dalam cinta kasih seperti Kristus telah mencintai kita dan menyerahkan diriNya untuk kita sebagai kurban dan persembahan yang harum mewangi bagi Allah.

Lagu Singkat:

P: Kami menyembah Engkau, ya Kristus,* Kami meluhurkan Dikau. U: Kami. P: Sebab Engkau menerbus dunia dengan salibMu. U: Kami meluhurkan Dikau. P: Kemuliaan U: Kami.

Ant.Kidung: Guru berpesan: SaatKu hampir tiba. Di dalam rumahmu Aku mau merayakan Paska bersama para muridKu.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Guru berpesan: SaatKu hampir tiba. Di dalam rumahmu Aku mau merayakan Paska bersama para muridKu.

Doa Permohonan:

Penyelamat umat manusia telah menghancurkan kematian dengan wafatNya dan memulihkan kehidupan dengan kebangkitanNya. Marilah kita menyembah Dia dan mohon dengan rendah hati:
U: Sucikan umat yang Kautebus dengan darahMu.
P: Ya Penyelamat kami, semoga kami bertobat dan semakin menyatukan diri dengan penderitaanMu,* agar kami juga menikmati kemuliaan kebangkitanMu.
P: Semoga kami dilindungi oleh bundaMu, penghibur orang yang berdukacita,* sehingga kami dapat menghibur orang yang bersusah hati.
P: Semoga kaum beriman menghadapi kesukaran hidup sebagai kesempatan untuk mengambil bagian dalam sengsaraMu,* sehingga dalam diri mereka nampak penyelamatanMu.
P: Engkau telah merendahkan diri dengan menjadi taat sampai mati, bahkan sampai mati di salib,* berilah ketaatan dan kesabaran kepada para abdiMu.
P: Kurniakanlah kemuliaan tubuhMu sendiri kepada orang-orang yang telah meninggal,* dan masukkanlah kami juga kelak dalam bilangan mereka.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Tuhan yang mahabijaksana, menurut rencanaMu PuteraMu menanggung derita di kayu salib untuk mematahkan kuasa musuh kami. Semoga kami, hamba-hambaMu, Kauanugerahi kurnia kebangkitan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - RABU

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Ef 4,26-27)

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santo-Santa

Blessed Nonius Alvares Pereira

Pengaku Iman

Nonius Alvares Pereira, a cousin of the founder of the Braganza family, was born in Santares (Portugal) on 24 July 1360. He was Constable of the kingdom of Portugal, a famous Knight and Prior in the Order of St. John of Jerusalem. Afterwards he left everything and became a lay-brother in the Carmelite order, where he was remarkable for his devotion to Our Lady and humbly undertook the meanest duties in the friary. He had no hesitations about begging alms from door to door and was outstandingly generous and charitable towards the poor.

He died on 1 April 1431, which was Easter Sunday.