Rabu, 25 Maret 2026

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Yesaya 7:10-14;8:10

TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas." Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!

Mazmur Tanggapan Mazmur 40:7-11

(40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."
(40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
(40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.
(40-12) Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!

Bacaan Kedua Ibrani 10:4-10

Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku--. Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku." Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--. Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Bacaan Injil Lukas 1:26-38

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan

Sepatah Ya

Sejarah suka mencatat yang gemuruh: perang, penobatan, penemuan besar. Padahal banyak belokan sejarah dimulai dari peristiwa yang nyaris tak terdengar. Sebuah lamaran diterima di ruang tamu sederhana. Sebuah tanda tangan di sudut kertas. Sepatah kata ya yang diucapkan dengan suara pelan.

Hari ini kita merayakan sepatah ya yang paling menentukan dalam sejarah keselamatan. Di Nazaret, kota kecil yang tidak masuk hitungan, malaikat Gabriel menyampaikan rencana Allah kepada seorang gadis bernama Maria. Ia terkejut. Ia bertanya: bagaimana mungkin, karena aku belum bersuami? Pertanyaan yang jujur, bukan penolakan. Dan setelah mendengar jawaban, ia menyerahkan seluruh dirinya dalam satu kalimat: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."

Dalam bahasa Latin, kata jadilah itu berbunyi fiat. Kata yang sama dipakai dalam kisah penciptaan: fiat lux, jadilah terang. Allah menciptakan dunia dengan fiat-Nya, dan Ia berkenan memulai penciptaan baru dengan menunggu fiat seorang manusia. Yang Mahakuasa mengetuk, bukan mendobrak. Langit seakan menahan napas menunggu jawaban seorang gadis desa.

Bandingkan dengan Ahas dalam bacaan pertama. Raja itu ditawari tanda oleh Allah sendiri, bebas memilih dari dunia orang mati sampai tempat tertinggi. Ia menolak dengan alasan yang terdengar saleh: aku tidak mau mencobai Tuhan. Padahal ia sedang menutup pintu. Justru dari penolakan itu Allah menjanjikan tanda-Nya sendiri: seorang perempuan muda mengandung dan melahirkan anak laki-laki, Imanuel, Allah menyertai kita. Surat Ibrani merangkum arah seluruh peristiwa ini dalam kata-kata Kristus: sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.

Sembilan bulan dari sekarang kita akan merayakan Natal. Hari ini adalah pangkalnya yang sunyi: Allah menjadi manusia bukan mulai dari palungan, melainkan dari rahim, pada detik Maria berkata ya.

Kita pun setiap hari menerima kabar-kabar kecil dari Allah: dorongan untuk memaafkan, panggilan untuk menolong, tugas yang tidak kita pilih. Kepada semua itu tersedia dua jawaban. Jawaban Ahas yang mengelak dengan halus, atau jawaban Maria yang membuka diri. Sejarah keselamatan di rumah kita, di lingkungan kita, sering hanya menunggu satu hal: sepatah ya yang diucapkan pelan tetapi utuh.

Tuhan, bersama Maria aku berkata: jadilah padaku menurut kehendak-Mu. Jadikan hidupku ruang bagi rencana-Mu hari ini. Amin.

Invitatorium

RABU V PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Kabar Sukacita

Ya Allah, sudilah datang menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Terang kemuliaan Bapa

Yang memancar dari cahaya abadi,

Sumber terang yang diterangi terang,

Siang yang menerangi setiap hari.
Dalam cahaya-Mu yang abadi

Bersinarlah atas kami, Kristus, matahari sejati,

Membawa kehidupan bagi akal budi dan tubuh

Melalui kuasa Roh Kudus.
Bapa kemuliaan yang tak pudar,

Kaya akan rahmat dan Kuat untuk menyelamatkan,

Dengarkanlah doa kami dan datanglah menyelamatkan kami,

Jauhkanlah kami dari jalan dosa.
Fajar semakin mendekat,

Fajar yang membawa semua yang kami cari,

Putra yang berdiam dalam Bapa,

Bapa yang mengucapkan satu Sabda.
Kemuliaan bagi Allah Bapa,

Kemuliaan bagi Putra Tunggal-Nya,

Kemuliaan sekarang dan sepanjang segala abad

Bagi Roh Penghibur.

PSALMODI

Ant. 1 Setelah genap waktunya, Allah mengutus Putra-Nya, yang lahir dari seorang perempuan, supaya kita menjadi anak-anak angkat-Nya.

Mazmur 2

Mengapa bangsa-bangsa ribut,

mengapa suku-suku bangsa merencanakan hal yang sia-sia?

Raja-raja dunia bangkit,

para penguasa bersekongkol melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

“Mari kita putuskan belenggu mereka,

mari kita buang kuk mereka.”
Dia yang bersemayam di surga tertawa;

Tuhan mencemooh mereka.

Kemudian Dia akan berbicara dalam kemarahan-Nya,

murka-Nya akan membuat mereka ketakutan.

“Akulah yang telah menetapkan raja-Ku

di Sion, gunung kudus-Ku.”
Aku akan memberitakan ketetapan Tuhan:
Tuhan berfirman kepadaku: “Engkaulah Putra-Ku.

Akulah yang telah memperanakkan Engkau pada hari ini.

Mintalah, maka Aku akan mewariskan bangsa-bangsa kepada-Mu,

menjadikan ujung-ujung bumi milik-Mu.

Dengan tongkat besi Engkau akan mematahkan mereka,

menghancurkan mereka seperti bejana tukang periuk.”
Sekarang, hai raja-raja, pahamilah,

terimalah peringatan, hai penguasa-penguasa bumi;

layani Tuhan dengan takzim

dan gentar, berikanlah penghormatan-Mu kepada-Nya

jangan sampai Dia murka dan Engkau binasa;

sebab tiba-tiba murka-Nya akan menyala.
Berbahagialah mereka

yang menaruh kepercayaan mereka kepada Allah.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Setelah genap waktunya, Allah mengutus Putra-Nya, yang lahir dari seorang perempuan, supaya kita menjadi anak-anak angkat-Nya.

Ant. 2 Ketika Ia datang ke dunia ini, Ia berkata: Engkau telah menyediakan tubuh bagi-Ku; lihatlah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah.

Mazmur 19A
Langit memberitakan kemuliaan Allah

dan cakrawala menunjukkan pekerjaan tangan-Nya.

Hari demi hari menyampaikan cerita

dan malam demi malam memberitakan pesan.
Tiada ucapan, tiada kata, tiada suara terdengar

namun jangkauan mereka meluas ke seluruh bumi,

kata-kata mereka sampai ke ujung-ujung dunia.
Di sana Dia telah menempatkan kemah bagi matahari;

ia keluar seperti mempelai pria dari kemahnya,

bersukacita seperti seorang juara untuk menempuh jalannya.
Di ujung langit adalah terbitnya matahari;

sampai ke ujung terjauh langit adalah jalannya.

Tidak ada yang tersembunyi dari panasnya yang membakar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Ketika Ia datang ke dunia ini, Ia berkata: Engkau telah menyediakan tubuh bagi-Ku; lihatlah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah.

Ant. 3 Dalam hal ini kita telah mengenal kasih Allah kepada kita: Ia telah mengutus Putra-Nya yang tunggal, supaya kita hidup oleh Dia.

Mazmur 45

Hatiku meluap dengan kata-kata mulia.

Kepada raja aku harus menyanyikan lagu yang telah kubuat;

lidahku secepat pena seorang juru tulis.
Engkau adalah yang terindah di antara anak-anak manusia

dan keanggunan dicurahkan pada bibir-Mu:

karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Hai yang perkasa, kenakanlah pedang-Mu pada paha-Mu;

dalam kemegahan dan keagungan, majulah dalam kemenangan

demi kebenaran dan kebaikan dan keadilan.
Bidiklah dengan busur-Mu di tangan kanan-Mu yang dahsyat.

Anak panah-Mu tajam: bangsa-bangsa jatuh di bawah-Mu.

Musuh-musuh raja jatuh dan kehilangan semangat.
Takhta-Mu, ya Allah, akan kekal selama-lamanya.

Tongkat keadilan adalah tongkat kerajaan-Mu.

Kasih-Mu adalah untuk keadilan; kebencian-Mu untuk kejahatan.
Oleh karena itu Allah, Allah-Mu, telah mengurapi Engkau

dengan minyak kegembiraan di atas raja-raja lain:

jubah-Mu harum dengan gaharu dan mur.
Dari istana gading Engkau disambut dengan musik.

Putri-putri raja ada di antara orang-orang yang Engkau kasihi.

Di sebelah kanan-Mu berdiri ratu dengan emas Ofir.
Dengarkanlah, hai putri, perhatikanlah kata-kata-Ku:

lupakanlah bangsamu sendiri dan rumah ayahmu.

Maka raja akan menginginkan kecantikanmu:

dialah tuanmu, berikanlah penghormatanmu kepadanya.
Dan orang-orang Tirus akan datang dengan hadiah,

orang-orang terkaya akan mencari perkenananmu.

Putri raja berpakaian kemegahan,

jubahnya disulam dengan mutiara yang bertatahkan emas.
Ia dibawa kepada raja dengan teman-teman perawannya.

Mereka diantar di tengah kegembiraan dan sukacita;

mereka masuk ke dalam istana raja.
Anak-anak akan menjadi milikmu sebagai ganti ayahmu:

Engkau akan menjadikan mereka pangeran atas seluruh bumi.

Semoga lagu ini membuat nama-Mu dikenang selama-lamanya.

Semoga bangsa-bangsa memuji Engkau dari zaman ke zaman.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Dalam hal ini kita telah mengenal kasih Allah kepada kita: Ia telah mengutus Putra-Nya yang tunggal, supaya kita hidup oleh Dia.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Sabda telah menjadi manusia.

Ia tinggal di antara kita.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab 1 Tawarikh

17:1-15

Nubuat tentang Putra Daud
Setelah Daud berdiam di rumahnya, ia berkata kepada nabi Natan, “Lihatlah, aku tinggal di rumah dari kayu aras, tetapi tabut perjanjian Tuhan berdiam di bawah kain kemah.” Natan menjawab Daud, “Lakukanlah, oleh karena itu, apa pun yang Engkau inginkan, karena Allah menyertai Engkau.”
Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Allah kepada Natan: “Pergilah dan katakanlah kepada hamba-Ku Daud, Demikianlah firman Tuhan: Bukan Engkau yang akan membangun rumah bagi-Ku untuk Aku diami. Sebab Aku tidak pernah berdiam di dalam rumah, sejak Aku memimpin Israel dan seterusnya, bahkan sampai hari ini, tetapi Aku telah tinggal di dalam kemah atau tenda selama Aku mengembara bersama seluruh Israel. Pernahkah Aku mengatakan sepatah kata pun kepada salah seorang hakim Israel yang Aku perintahkan untuk membimbing umat-Ku, seperti, ‘Mengapa Engkau tidak membangunkan Aku rumah dari kayu aras?’
“Oleh karena itu, katakanlah kepada hamba-Ku Daud, Demikianlah firman Tuhan semesta alam: Aku mengambil Engkau dari padang rumput, dari mengikuti domba-domba, supaya Engkau menjadi penguasa atas umat-Ku Israel. Aku menyertai Engkau ke mana pun Engkau pergi, dan Aku telah menumpas semua musuh-Mu di hadapan-Mu. Aku akan membuat nama-Mu besar seperti nama orang-orang terbesar di bumi. Aku akan menetapkan tempat bagi umat-Ku Israel dan Aku akan menanam mereka di dalamnya untuk berdiam di sana selanjutnya tanpa diganggu; dan orang-orang fasik tidak akan pernah lagi menindas mereka, seperti yang mereka lakukan pada mulanya, dan selama waktu Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Dan Aku akan menaklukkan semua musuh-Mu.
“Lagipula, Aku menyatakan kepada-Mu bahwa Aku, Tuhan, akan membangunkan Engkau sebuah rumah; sehingga ketika hari-hari-Mu telah genap dan Engkau harus bergabung dengan bapa-bapa-Mu, Aku akan membangkitkan keturunan-Mu setelah Engkau yang akan menjadi salah satu putra-Mu sendiri, dan Aku akan menegakkan kerajaannya. Dialah yang akan membangunkan Aku sebuah rumah, dan Aku akan menegakkan takhtanya selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapa baginya, dan ia akan menjadi Putra bagi-Ku, dan Aku tidak akan menarik kemurahan-Ku darinya seperti Aku menariknya dari dia yang mendahului Engkau; tetapi Aku akan memeliharanya di rumah-Ku dan di kerajaan-Ku selama-lamanya, dan takhtanya akan teguh selama-lamanya.”
Semua perkataan ini dan seluruh penglihatan ini Natan ceritakan dengan tepat kepada Daud.

RESPONSORIUM Lihat Lukas 1:26-32

Malaikat Gabriel diutus kepada Perawan Maria yang bertunangan dengan Yusuf. Cahaya itu memenuhi dia dengan ketakutan, tetapi malaikat itu berkata kepadanya: Jangan takut, Maria; Engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan Allah.

Sesungguhnya Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang putra, dan Ia akan disebut Putra Yang Mahatinggi.
Salam, Maria, penuh rahmat, Tuhan menyertai Engkau.

Sesungguhnya Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang putra, dan Ia akan disebut Putra Yang Mahatinggi.
Bacaan Kedua

Dari surat Santo Leo Agung, Paus

Misteri rekonsiliasi manusia dengan Allah
Kerendahan hati dijamin oleh keagungan, kelemahan oleh kuasa, kefanaan oleh keabadian. Untuk membayar utang keadaan dosa kita, kodrat yang tidak mampu menderita digabungkan dengan kodrat yang mampu menderita. Demikianlah, sesuai dengan penyembuhan yang kita butuhkan, satu dan mediator yang sama antara Allah dan manusia, yaitu manusia Yesus Kristus, mampu mati dalam satu kodrat, dan tidak mampu mati dalam kodrat yang lain.
Dia yang adalah Allah sejati, oleh karena itu, lahir dalam kodrat manusia sejati yang lengkap dan sempurna, utuh dalam kodrat-Nya sendiri, utuh dalam kodrat kita. Dengan kodrat kita, yang kami maksud adalah apa yang telah dibentuk oleh Sang Pencipta dalam diri kita sejak awal, dan diambil-Nya untuk diri-Nya sendiri guna memulihkannya.
Sebab dalam Sang Juruselamat tidak ada jejak apa yang diperkenalkan oleh penipu dan manusia, yang disesatkan, membiarkannya masuk. Tidak berarti bahwa karena Dia tunduk untuk berbagi dalam kelemahan manusiawi kita, maka Dia berbagi dalam dosa-dosa kita.
Dia mengambil kodrat seorang hamba tanpa noda dosa, memperluas kemanusiaan kita tanpa mengurangi keilahian-Nya. Dia mengosongkan diri-Nya; meskipun tidak terlihat, Dia menjadikan diri-Nya terlihat, meskipun Pencipta dan Tuhan segala sesuatu, Dia memilih untuk menjadi salah satu dari kita manusia fana. Namun ini adalah kerendahan hati belas kasihan, bukan kehilangan kemahakuasaan. Jadi Dia yang dalam kodrat Allah telah menciptakan manusia, menjadi dalam kodrat seorang hamba, manusia itu sendiri.
Demikianlah Putra Allah memasuki dunia yang rendah ini. Dia turun dari takhta surga, namun tidak memisahkan diri dari kemuliaan Bapa. Dia lahir dalam kondisi baru, melalui kelahiran baru.
Dia lahir dalam kondisi baru, sebab, tidak terlihat dalam kodrat-Nya sendiri, Dia menjadi terlihat dalam kodrat kita. Di luar jangkauan kita, Dia memilih untuk datang dalam jangkauan kita. Ada sebelum waktu dimulai, Dia mulai ada pada suatu saat dalam waktu. Tuhan alam semesta, Dia menyembunyikan kemuliaan-Nya yang tak terbatas dan mengambil kodrat seorang hamba. Tidak mampu menderita sebagai Allah, Dia tidak menolak untuk menjadi manusia, yang mampu menderita. Abadi, Dia memilih untuk tunduk pada hukum kematian.
Dia yang adalah Allah sejati juga adalah manusia sejati. Tidak ada kepalsuan dalam kesatuan ini selama kerendahan hati manusia dan keunggulan Allah hidup berdampingan dalam hubungan timbal balik.
Sebagaimana Allah tidak berubah oleh kerendahan hati-Nya, demikian pula manusia tidak ditelan oleh kemuliaan. Setiap kodrat menjalankan aktivitasnya sendiri, dalam persekutuan dengan yang lain. Sabda melakukan apa yang pantas bagi Sabda, daging memenuhi apa yang pantas bagi daging.
Satu kodrat bersinar dengan mukjizat, yang lain menjadi korban luka. Sebagaimana Sabda tidak kehilangan kesetaraan dengan kemuliaan Bapa, demikian pula daging tidak meninggalkan kodrat ras kita.
Satu dan pribadi yang sama — ini harus dikatakan berulang kali — adalah benar-benar Putra Allah dan benar-benar putra manusia. Dia adalah Allah berdasarkan fakta bahwa pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah Allah. Dia adalah manusia berdasarkan fakta bahwa Firman itu telah menjadi daging, dan berdiam di antara kita.

RESPONSORIUM Lihat Lukas 1:31, 42

Terimalah, ya Perawan Maria, firman yang telah Tuhan beritahukan kepada-Mu melalui pesan malaikat: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang putra, baik Allah maupun manusia,

dan Engkau akan disebut diberkati di antara wanita.
Sebagai perawan, Engkau memang akan melahirkan seorang putra; selalu suci dan kudus, Engkau akan menjadi Bunda Juruselamat kami.

Dan Engkau akan disebut diberkati di antara wanita.

TE DEUM

Engkaulah Allah: kami memuji Engkau;

Engkaulah Tuhan: kami mengagungkan Engkau;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah Engkau.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji Engkau.

Persekutuan luhur para nabi memuji Engkau.

Pasukan martir berjubah putih memuji Engkau.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan Engkau:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengatasi sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji Engkau.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang menghendaki agar Sabda-Mu mengambil

kenyataan daging manusia dalam rahim Perawan Maria,

kami mohon, berikanlah agar kami, yang mengakui Penebus kami sebagai Allah dan manusia,

layak menjadi bagian bahkan dalam kodrat ilahi-Nya.

Yang hidup dan meraja bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, selama-lamanya.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MADAH

Kristus surya keadilan
Kini fajar Kaudatangkan
Enyahkanlah kegelapan
Tampilkanlah kehidupan.

S'moga pertobatan kami
Di masa Prapaska ini
menurunkan rahmat ampun
Atas dosa yang bertimbun.

Bila tiba hari paska
Perkenanankan para hamba
Bersorak kegembiraan
Merayakan kebangkitan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.

Mazmur 35

Dosa berbisik di lubuk hati pendosa:*
"Tak perlu takut akan Allah."

Dosa mengelabui matanya,*
guna menutup kesalahannya.

Si pendosa menuturkan kejahatan dan tipu daya,*
tak pernah ia berlaku bijaksana dan berbuat baik.

Di atas ranjang ia merencanakan kejahatan,+
ia menempuh jalan yang tidak baik,*
dan tidak menolak yang jahat.

Ya Tuhan, kasihMu seluas langit,*
dan setiaMu menjangkau awan.

Bagaikan gunung tinggi keadilanMu,+
hukumMu bagaikan samudera raya,*
manusia dan hewan Kaulindungi.

Amat berhargalah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
umat manusia bernaung di bawah sayapMu.

Mereka Kaupuaskan dengan kelimpahan rumahMu,*
dan Kauberi minum dari saluran kebahagiaan.

PadaMulah sumber kehidupan,*
dalam terangMu kami melihat cahaya.

Semoga tetaplah kasihMu bagi orang yang mencintai Engkau,*
dan setiaMu bagi mereka yang tulus hati.

Janganlah sicongkak menginjak hambaMu,*
janganlah tangan pendosa menghancurkan daku.

Orang yang berbuat jahat sudah jatuh,*
mereka dicampakkan dan tak dapat bangun lagi.

Ant.1: Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.

Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.

Ydt 16,2-3,15-19

Angkatlah nyanyian untuk Allahku dengan iringan rebana,*
bernyanyilah bagi Tuhan dengan bunyi genderang.

Lagukanlah bagiNya kidung baru,*
luhurkan dan sebutkanlah namaNya.

Sebab Allah telah menghancurkan perang,*
Tuhanlah namaNya.

Aku akan bermadah bagi Tuhan,*
madah baru bagi Allahku.

Tuhan, Engkau agung dan mulia,*
kuasaMu mengagumkan tiada bandingnya.

Segala ciptaanMu mengabdi padaMu,*
Engkau berfirman, maka segalanya terjadi.

Engkau mengutus RohMu untuk menciptakan semua,*
tak ada yang dapat melawan titahMu.

Sekalipun gunung rebah beserta dasarnya,+
sekalipun wadas luluh bagaikan lilin dihadapan wajahMu,*
namun Engkau tetap mengasihi orang yang takwa.

Tiada kurban layak bagiMu, meski harum sekalipun,*
bahkan yang paling baikpun tidak bernilai di hadapanMu.

Tetapi orang yang takwa,*
dia itulah besar selama-lamanya.

Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.

Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Mazmur 46

Segala bangsa bertepuktanganlah,*
elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Sebab Tuhan itu Allah yang agung dan dahsyat,*
raja besar atas seluruh bumi.

Semua bangsa ditaklukkan bagi kita,*
sekalian suku ditundukkanNya.

Bagi kita dipilihNya tanah pusaka,*
kebanggaan Yakub, kekasihNya.

Allah Tuhan kita telah naik, diiringi sorak-sorai,*
diiringi bunyi sangkakala.

Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*
bermazmurlah bagi raja kita.

Sebab Allah merajai semesta alam,*
nyanyikanlah mazmur penuh seni.

Allah merajai segala bangsa,*
bersemayam atas takhtaNya yang kudus.

Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*
dengan umat Allah Abraham.

Sebab Allah menguasai para raja,*
sangat agunglah Dia.

Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Bacaan Singkat: (Ul 7,6.8-9)

Engkaulah bangsa suci bagi Tuhan, Allahmu; dari antara segala bangsa di muka bumi engkaulah yang dipilih Tuhan menjadi bangsa milikNya sendiri. Sebab Tuhan cinta padamu dan setia pada sumpah yang pernah diikrarkanNya kepada leluhurmu. Maka dari itu, Tuhan mengantar kamu ke luar dengan kuasaNya, sambil melepaskan kamu dari tempat perbudakan, dari genggaman Firaun, raja Mesir. Jadi maklumlah, bahwa Tuhan Allahmu itu adalah Allah yang sejati, Allah yang setia pada perjanjian, Allah yang tetap mengasihi mereka yang mencintaiNya dan yang mematuhi perintah-perintahNya.

Lagu Singkat:
P: Tuhan akan melepaskan daku dari perangkap,* Dan dari jerat musuh. U: Tuhan. P: Dari lawan yang memfitnah. U: Dan dari jerat musuh. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Jikalau kamu tinggal dalam sabdaKu, kamu benar-benar muridKu. Kamu akan mengenal kebenaran, dan kebenaran akan memerdekakan kamu.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Jikalau kamu tinggal dalam sabdaKu, kamu benar-benar muridKu. Kamu akan mengenal kebenaran, dan kebenaran akan memerdekakan kamu.

Doa Permohonan:

Dimuliakanlah kiranya penyelamat kita yang ingin memperbaharui setiap manusia, sehingga dunia lama berlalu dan segalanya diciptakan kembali. Marilah kita berdoa kepadaNya dengan penuh pengharapan:
U: Perbaharuilah kami dalam Roh kudus, ya Tuhan.
P: Tuhan, Engkau telah menjanjikan surga yang baru dan dunia yang baru bagi kami, baharuilah kami selalu dengan RohMu,* agar kami dapat menikmati Engkau dalam Yerusalem surgawi.
P: Semoga kami bersama Engkau berusaha, agar dunia ini dipenuhi dengan RohMu,* sehingga masyarakat sedunia lebih berhasil mencapai tujuannya dalam keadilan, cinta kasih dan damai.
P: Semoga kami dapat memerangi kelalaian dan kealpaan kami,* dan menikmati anugerah surgawi.
P: Bebaskanlah kami dari yang jahat,* dan lindungilah kami terhadap daya tarik khayalan-khayalan kosong yang mengelabui mata.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Allah mahapenyayang, Engkaulah yang membangkitkan semangat tobat dalam hati kami. Dengarkanlah permohonan kami dan terangilah hati anak-anakMu, supaya kami Kaukuduskan karena usaha tobat kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU V SIANG

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Mazmur 118 (119),9-16

Bagaimana kaum muda dapat mempertahankan hidupnya tanpa cela?*
Dengan memperhatikan firmanMu.

Dengan segenap hati aku mencari Engkau,*
jangan biarkan aku menyimpang dari perintahMu.

Dalam hatiku kusimpan sabdaMu,*
agar aku jangan berdosa terhadapMu.

Terpujilah Engkau, ya Tuhan;*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Bibirku akan mewartakan,*
segala ucapan mulutMu.

Aku bergembira atas perintahMu,*
melebihi segala harta.

TitahMu selalu kurenungkan,*
jalanMu selalu kuamat-amati.

KehendakMulah kesukaanku,*
firmanMu takkan kulupakan.

Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.

Mazmur 16 (17) I

Tuhan, dengarkanlah permohonanku yang jujur,*
perhatikanlah seruanku.

Indahkanlah doaku,*
yang keluar dari hati yang ikhlas.

Semoga Engkau menjatuhkan keputusan bagiku,*
sebab Engkau tahu siapa yang benar.

Bila Engkau menguji hatiku,+
dan menelitinya waktu malam,*
bila Engkau mengusut aku, Engkau takkan mendapatkan kejahatan.

Mulutku tidak berdusta, tidak seperti orang lain,*
sabda bibirMu selalu kuperhatikan.

Langkahku menempuh jalan perintahMu,*
maka kakiku tidak goyah.

Aku berseru kepadamu, sebab Engkau mendengarkan daku, ya Allah,*
condongkanlah telingamu kepadaku, dengarkanlah kataku.

Tunjukkanlah keagungan kasih setiaMu,*
Engkau penyelamat orang yang berlindung kepadaMu.

Dengan kekuasaanMu Kauselamatkan mereka,*
dari tangan kaum durhaka.

Peliharalah aku bagaikan biji mata,*
sembunyikan daku di bawah naungan sayapMu.

Lindungilah aku terhadap orang berdosa yang menguasai aku,*
terhadap musuh yang dengan geram mengepung aku.

Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.

Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.

Mazmur 16 (17) II

Mereka tak kenal belaskasihan,*
mereka bicara dengan angkuh.

Kini mereka mengerumuni aku,*
mengintai hendak mengempaskan daku ke tanah.

Rupanya seperti singa yang siap menerkam,*
seperti singa muda yang mengendap-endap di persembunyian.

Bangkitlah, Tuhan, hadapi dan rebahkanlah mereka,+
dengan pedangMu luputkan daku dari orang berdosa,*
dengan kuasaMu bebaskan daku dari kematian.

Karena kejujuranku aku memandang wajahMu,*
waktu bangun aku menikmati hadiratMu.

Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.

Bacaan Singkat: (Yeh 18,30b-32)

Bertobatlah dan kembalilah dari segenap kesalahanmu, maka kejahatan tidak akan membinasakan kamu. Buanglah segala kejahatan dalam dirimu. Ciptakanlah hati yang baru dan semangat yang baru dalam dirimu. Hai keluarga Israel, mengapa gerangan kamu mau mati? Sebab aku tidak suka melihat kematian orang mati, firman Tuhan. Kembalilah maka kamu akan hidup.

P: Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah.
U: Baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Doa Penutup:

Allah mahapenyayang, Engkaulah yang membangkitkan semangat tobat dalam hati kami. Dengarkanlah permohonan kami dan terangilah hati anak-anakMu, supaya kami Kaukuduskan karena usaha tobat kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sore

RABU V SORE

MADAH

Yesus Engkau menganjurkan
Supaya kami bertahan
Dalam pantang dan puasa
Agar slamat sejahtera.

Dampingilah para umat
Yang kini ingin bertobat
Ampunilah dosa kami
Yang sungguh kami sesali.

Bersihkanlah hati kami
Di masa prapaska ini
Agar pantas merayakan
Hari kebangkitan Tuhan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?

Mazmur 26

Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?*
Tuhanlah benteng hidupku, siapa 'kan kugentari?

Bila penjahat menyerang untuk memangsa aku,*
maka seteru dan lawanku sendirilah yang tergelinjir dan jatuh

Biarpun sepasukan tentara melawan daku,*
hatiku tidak gentar.

Biarpun pertempuran berkecamuk di kelilingku,*
aku tetap percaya.

Hanya satu yang kuminta pada Tuhan, hanya inilah yang kukehendaki:*
diam di rumah Tuhan sepanjang hidupku.

Untuk merasakan kebaikan Tuhan,*
dan menikmati rumahNya.

Tuhan melindungi aku terhadap bahaya,+
menyembunyikan daku dalam kemahNya,*
memindahkan daku ke benteng yang tinggi.

Kini aku berjaya,*
atas musuh di sekelilingku.

Kini aku mempersembahkan kurban syukur dengan gembira,*
aku menyanyikan mazmur dalam kemah Tuhan.

Ant.1: Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?

Ant.2: Wajahmu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.

Mazmur 26 II

Tuhan, dengarkanlah suara seruanku,*
kasihanilah aku dan kabulkanlah doaku.

Seturut firmanMu kucari wajahMu,*
wajahMu kucari, ya Tuhan.

Jangan wajahMu Kausembunyikan dari padaku,*
jangan hambaMu Kautolak dengan murka.

Sebab Engkau penolongku, jangan membuang aku,*
jangan meninggalkan daku, ya Allah penyelamatku.

Sekalipun ayah dan ibu meninggalkan daku,*
namun Tuhan selalu menyambut aku.

Tunjukkan jalanMu kepadaku, ya Tuhan,*
bimbinglah aku di jalan yang aman sentosa.

Jangan aku Kauserahkan kepada kekuasaan lawanku,*
sebab mereka bersaksi dusta dan bersumpah palsu melawan daku.

Aku yakin aku merasakan kebaikan Tuhan,*
selagi aku masih hidup.

Berharaplah kepada Tuhan, teguhkan dan kuatkan hatimu,*
berharaplah kepada Tuhan.

Ant.2: WajahMu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.

Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.

Kol 1,12-20

Marilah dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja;+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.

Bacaan Singkat: (Flp 2,12b-15a)

Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar. Sebab Allah yang mengerjakan dalam dirimu baik kemauan maupun pelaksanaan menurut kerelaanNya. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, supaya kamu tiada bercela dan tiada bernoda.

Lagu Singkat:
P: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* Kasihanilah aku. U: Dengarkanlah. P: Sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa di hadapanMu. U: Kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Dengarkanlah.

Ant.Kidung: Mengapa kamu berusaha mebunuh Aku, padahal Aku mengatakan kebenaran kepadamu.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Mengapa kamu berusaha mebunuh Aku, padahal Aku mengatakan kebenaran kepadamu.

Doa Permohonan:

Allah yang mahakuasa dan mahabijaksana tahu apa yang kita perlukan, tetapi Ia menghendaki agar kita pertama-tama memperhatikan kerajaanNya. Marikah kita meluhurkan Dia dan berdoa:
U: Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.
P: Bapa yang kudus, Engkau telah menetapkan Kristus menjadi gembala umatMu, maka bantulah para gembala umat beriman serta kawanan yang dipercayakan kepada mereka, agar mereka tetap memperhatikan kepentingan umatMu,* dan umatMu bersedia menerima bimbingan mereka.
P: Bimbinglah kiranya orang kristen, agar mereka rela menolong orang sakit dengan cinta persaudaraan,* dan melayani PuterMu dalam diri mereka.
P: Semoga orang yang belum percaya akan Injil masuk ke dalam GerejaMu,* dan membangun Gereja dengan cinta kasih dan amal bakti.
P: Semoga kami orang berdosa memohon pengampunan dari padaMu,* dan diperdamaikan dengan GerejaMu.
P: Semoga arwah orang beriman sampai kepada kehidupan kekal,* dan tinggal bersama Engkau senantiasa.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Allah mahapenyayang, Engkaulah yang membangkitkan semangat tobat dalam hati kami. Dengarkanlah permohonan kami dan terangilah hati anak-anakMu, supaya kami Kaukuduskan karena usaha tobat kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Maria menerima Kabar gembira dari Malaikat Gabriel

Salam engkau yang penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau diantara wanita. Demikianlah salam Malaikat Gabriel kepada Maria. Selanjutnya Malaikat Allah itu berkata: Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki- laki dan hendaklah engkau menamai Dia, Yesus.

Gereja merayakan peristiwa ini secara khusus mengingat arti dan maknanya bagi keselamatan manusia. Boleh dikatakan peristiwa Sabda menjadi daging berawal pada saat Maria menyatakan kesediaannya dan persetujuannya kepada Malaikat Gabriel, pembawa khabar gembira itu, dan semenjak itu pula Maria menjadi Bunda Allah. Satu hal yang harus kita camkan dalam hati ialah hormat Allah pada Maria sebagaimana terlihat dalam permintaan kesediaan Maria untuk menerima Sabda Allah dalam rahimnya. Disini Allah tidak memaksa Maria, tetapi meminta kesediaannya. Maria sendiri menyadari bahwa Tuhan memilih dia karena menganggap dia layak untuk menerima khabar gembira itu. Tetapi sebagai manusia, Maria masih tampak ragu- ragu akan makna khabar itu. Oleh karena itu, ia menanyakan lebih lanjut keterangan dari malaikat Allah itu: Bagaimana hal ini mungkin terjadi ? Dan ketika ia sudah merasa pasti akan makna khabar gembira malaikat itu, Maria berkata: Aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataan Mu.

Semoga hari raya Khabar Sukacita ini menumbuhkan dalam diri kita semangat ketaatan ada Allah dan kesediaan berkerja sama dengan Allah dalam karya penyelamatan Nya.