Senin, 23 Maret 2026

Senin V Prapaskah

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Daniel 13:1-9,15-17,19-30,33-62

(teks tidak tersedia — Daniel 13:1-9,15-17,19-30,33-62)

Mazmur Tanggapan Mazmur 23:1-6

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Injil Yohanes 8:1-11

tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Renungan

Genggaman yang Terbuka

Batu enak digenggam. Ia memberi rasa berkuasa: sekali lempar, perkara selesai. Kerumunan yang menggenggam batu selalu merasa benar bersama-sama, dan kebenaran yang beramai-ramai jarang mau repot memeriksa dirinya sendiri.

Bacaan pertama mengisahkan Susana, perempuan tak bersalah yang nyaris mati dirajam oleh fitnah dua hakim tua, sampai Allah membangkitkan Daniel muda yang berani membongkar dusta itu. Injil menghadirkan adegan serupa: seorang perempuan yang tertangkap berzinah diseret ke tengah, dijadikan umpan untuk menjerat Yesus. Hukum Musa berkata rajam. Bagaimana pendapat-Mu?

Yesus tidak membela dosa, tidak juga membuang hukum. Ia membungkuk, menulis di tanah, lalu berkata: barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu. Satu per satu batu diletakkan. Yang tertua pergi lebih dulu; makin panjang umur, makin panjang pula daftar dosanya. Akhirnya tinggal dua: perempuan itu dan Dia yang tanpa dosa, satu-satunya yang berhak melempar, dan justru memilih mengampuni. "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi."

Hari ini baiklah kita periksa genggaman kita. Batu untuk siapa yang masih kita simpan?

Tuhan, bukalah jari-jariku yang menggenggam batu penghakiman, dan ingatkan aku pada dosaku sendiri yang telah Kauampuni. Amin.

Invitatorium

SENIN V PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan Senin Pekan V Prapaskah
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Sendiri dan tertolak, sengsara-Nya dimulai
Ia menerima cawan kematian demi dosa-dosaku.
Oh Yesus, Oh Yesus
Maukah Engkau membiarkan aku tinggal?
Berbagi seteguk dari cawan-Mu
Berjaga bersama-Mu dan berdoa.
Dikhianati dan ditinggalkan
Diseret ke aula
Meskipun dicambuk oleh Tentara Romawi,
Dosa-dosa kami paling menyakiti-Mu.
Oh Yesus, Oh Yesus
Dibela oleh begitu sedikit orang
Begitu banyak darah dari luka-luka-Mu
Bagaimana aku bisa menghibur-Mu?
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Mahkota duri
dipaksakan di kepala-Mu
Aku berpaling menghadapi yang bersalah
Aku melihat dosa-dosaku sebagai gantinya.
Oh Yesus, Oh Yesus
Dalam penderitaan-Mu
Dalam air mata-Mu, dalam darah-Mu
Engkau berdiri sebagai Kristus Raja.
Memeluk salib-Mu
Engkau mulai menuju Kalvari
Hancur oleh begitu banyak kejahatan
Engkau berpaling menatapku.
Oh Yesus, Oh Yesus
Apakah aku mendengar-Mu memanggil
Memintaku untuk tetap di sisi-Mu
Untuk menolong-Mu jika Engkau jatuh?
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Diangkat di puncak bukit
Seolah-olah semuanya telah gagal
Demi keselamatan kami, Yesus,
Demi kami Engkau dipaku.
Oh Yesus, Oh Yesus
Aku datang untuk tinggal
Saat Engkau wafat di salib-Mu
Dengan gemetar Engkau berkata
Cintai (aku), mengapa Engkau tidak mencintai (aku)
Tolong cintai (aku)
Cintai aku, aku berseru
Mengapa Engkau tidak mencintai aku
Aku mengulurkan tangan
Tolong cintai aku
Oh betapa aku merindukan cinta-Mu.
Cintai aku, aku berseru
Mengapa Engkau tidak mencintai aku
Aku mengulurkan tangan ini kepada-Mu
Tolong cintai aku
Oh betapa aku merindukan cinta-Mu.
Cintai aku, aku berseru
Mengapa Engkau tidak mencintai aku
Aku mengulurkan tangan ini kepada-Mu
Tolong cintai aku
Oh betapa aku merindukan cinta-Mu.
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.

PSALMODI

Ant. 1 Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, Tuhan, dan lindungilah aku.

Mazmur 6

Seorang yang menderita berseru kepada Allah memohon belas kasihan

Aku sangat terkejut… Bapa, selamatkanlah aku dari saat ini (Yohanes 12:27).

Tuhan, janganlah menegur aku dalam murka-Mu:
janganlah menghukum aku dalam amarah-Mu.
Kasihanilah aku, Tuhan, aku tidak berdaya;
Tuhan, sembuhkanlah aku, tubuhku remuk redam;
jiwaku remuk redam karena kesakitan.
Tetapi Engkau, ya Tuhan… berapa lama lagi?
Kembalilah, Tuhan, selamatkanlah jiwaku.
Selamatkanlah aku dalam kasih belas kasihan-Mu,
sebab dalam kematian tak seorang pun mengingat Engkau;
dari kubur, siapa yang dapat memuji Engkau?
Aku lelah karena keluh kesahku;
setiap malam aku membasahi bantal dengan air mata;
aku membasahi tempat tidurku dengan tangisan.
Mataku merana karena kesedihan;
aku telah menjadi tua dikelilingi oleh musuh-musuhku.
Pergilah dari hadapanku, semua yang berbuat jahat;
sebab Tuhan telah mendengar tangisanku.
Tuhan telah mendengar permohonanku;
Tuhan akan menerima doaku.
Semua musuhku akan mundur dalam kebingungan,
digagalkan dan tiba-tiba dipermalukan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau mengasihi belas kasihan dan kelembutan; Engkau memberi kehidupan dan mengalahkan kematian. Pandanglah banyak luka Gereja-Mu; pulihkanlah kesehatannya oleh Putra-Mu yang bangkit, agar ia dapat menyanyikan lagu baru sebagai pujian bagi-Mu.

Ant. Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, Tuhan, dan lindungilah aku.

Ant. 2 Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sana untuk menolong mereka.

Mazmur 9A
Syukur atas kemenangan

Engkau akan datang lagi untuk menghakimi orang hidup dan orang mati.
I
Aku akan memuji Engkau, Tuhan, dengan segenap hatiku;
aku akan menceritakan segala keajaiban-Mu.
Aku akan bersukacita dalam Engkau dan bergembira,
dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi.
Lihatlah bagaimana musuh-musuhku mundur,
bagaimana mereka tersandung dan binasa di hadapan-Mu.
Engkau menegakkan keadilan perkaraku;
Engkau duduk di takhta, menghakimi dengan adil.
Engkau telah menghalau bangsa-bangsa, membinasakan orang fasik;
Engkau telah menghapus nama mereka untuk selama-lamanya.
Musuh telah dihancurkan, binasa selamanya.
Engkau mencabut kota-kota mereka: ingatan akan mereka telah lenyap.
Tetapi Tuhan duduk di takhta untuk selama-lamanya.
Ia telah mendirikan takhta-Nya untuk penghakiman;
Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan,
Ia akan menghakimi bangsa-bangsa dengan kebenaran-Nya.
Bagi yang tertindas biarlah Tuhan menjadi benteng,
benteng di masa kesusahan.
Mereka yang mengenal nama-Mu akan percaya kepada-Mu:
Engkau tidak akan pernah meninggalkan mereka yang mencari Engkau.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sana untuk menolong mereka.

Ant. 3 Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.

II
Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan yang berdiam di Sion.
Wartakanlah perbuatan-Nya yang perkasa di antara bangsa-bangsa;
sebab Pembalas darah telah mengingat mereka,
tidak melupakan seruan orang miskin.
Kasihanilah aku, Tuhan, lihatlah penderitaanku,
Engkau yang menyelamatkan aku dari gerbang kematian;
agar aku dapat menceritakan segala pujian-Mu
di gerbang kota Sion
dan bersukacita dalam pertolongan keselamatan-Mu.
Bangsa-bangsa telah jatuh ke dalam lubang yang mereka buat,
kaki mereka terperangkap dalam jerat yang mereka pasang.
Tuhan telah menyatakan diri-Nya, dan memberikan penghakiman.
Orang fasik terperangkap dalam perbuatan tangan mereka sendiri.
Biarlah orang fasik turun ke antara orang mati,
semua bangsa yang melupakan Allah.
Sebab orang miskin tidak akan selalu dilupakan
pun harapan orang miskin tidak akan sia-sia.
Bangkitlah, Tuhan, jangan biarkan manusia menang!
Biarlah bangsa-bangsa dihakimi di hadapan-Mu.
Tuhan, seranglah mereka dengan teror,
biarlah bangsa-bangsa tahu bahwa mereka hanyalah manusia.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, ketika Engkau menghakimi, janganlah tuli terhadap seruan orang miskin; datangkanlah malapetaka atas kegilaan para penindas. Pandanglah luka-luka kami dan selamatkanlah kami dari gerbang kematian, agar kami selalu bersukacita dalam pertolongan-Mu dan mengucapkan pujian-Mu di gerbang Sion.

Ant. Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Berpalinglah dari dosa dan setialah kepada Injil.

Kerajaan Allah sudah dekat.

BACAAN

BACAAN PERTAMA

Dari Surat kepada Orang Ibrani

2:5-18

Yesus, pencipta keselamatan, telah menjadi seperti kita dalam segala hal
Sebab bukan kepada malaikat-malaikat Ia menundukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini. Tetapi ada suatu tempat di mana seseorang telah memberi kesaksian demikian:
“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya,
atau anak manusia, sehingga Engkau memperhatikannya?
Engkau telah membuatnya sedikit lebih rendah dari malaikat-malaikat;
Engkau telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,
dan menempatkan segala sesuatu di bawah kakinya.”
Sebab dalam menundukkan segala sesuatu kepada-Nya, Allah tidak meninggalkan sesuatu pun yang tidak ditundukkan. Sekarang ini kita belum melihat segala sesuatu ditundukkan demikian, tetapi kita melihat Yesus yang karena penderitaan maut dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat: Yesus, yang untuk sementara waktu dibuat sedikit lebih rendah dari malaikat-malaikat, agar oleh kasih karunia Allah Ia merasakan maut bagi semua orang.
Memang pantaslah bahwa Allah, yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu ada, yang membawa banyak anak kepada kemuliaan, menyempurnakan pemimpin keselamatan mereka melalui penderitaan. Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan berasal dari satu Bapa yang sama. Oleh karena itu Ia tidak malu menyebut mereka saudara, dengan berkata:
“Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudaraku,
Aku akan menyanyikan pujian-Mu di tengah-tengah jemaat”;
dan,
“Aku akan menaruh kepercayaan-Ku kepada-Nya”;
dan lagi,
“Lihatlah, Aku dan anak-anak yang telah Allah berikan kepada-Ku!”
Karena anak-anak itu adalah manusia dari darah dan daging, Yesus pun turut mengambil bagian yang sama dalam hal itu, agar oleh kematian-Nya Ia dapat melumpuhkan iblis, penguasa maut, dan membebaskan mereka yang karena takut akan maut telah menjadi budak sepanjang hidup mereka. Sesungguhnya Ia tidak datang untuk menolong malaikat-malaikat, melainkan keturunan Abraham; oleh karena itu Ia harus menjadi seperti saudara-saudara-Nya dalam segala hal, agar Ia dapat menjadi Imam Besar yang berbelas kasihan dan setia di hadapan Allah demi mereka, untuk mendamaikan dosa-dosa umat. Karena Ia sendiri telah diuji melalui apa yang Ia derita, Ia mampu menolong mereka yang dicobai.

RESPONSORIUM Ibrani 2:11, 17; Barukh 3:38

Kristus yang menguduskan manusia, dan manusia yang dikuduskan, berasal dari satu keturunan. Ia harus menjadi seperti saudara-saudara-Nya dalam segala hal,

agar Ia menjadi Imam Besar mereka yang berbelas kasihan dan setia.
Allah terlihat di bumi, Ia hidup di antara manusia.

Agar Ia menjadi Imam Besar mereka yang berbelas kasihan dan setia.

BACAAN KEDUA

Dari tafsiran Mazmur oleh Santo Yohanes Fisher, uskup dan martir

Jika ada yang berdosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa
Imam Besar kita adalah Kristus Yesus, kurban kita adalah tubuh-Nya yang berharga yang Ia kurbankan di altar salib demi keselamatan semua manusia.
Darah yang dicurahkan untuk penebusan kita bukanlah darah kambing jantan dan anak lembu (seperti dalam hukum lama) melainkan darah Anak Domba yang paling tak bersalah, Kristus Yesus Juruselamat kita.
Bait suci tempat Imam Besar kita mempersembahkan kurban bukanlah yang dibuat oleh tangan manusia melainkan dibangun oleh kuasa Allah sendiri. Sebab Ia mencurahkan darah-Nya di hadapan dunia, sebuah bait suci yang dibentuk oleh tangan Allah sendiri.
Bait suci ini, bagaimanapun, memiliki dua bagian. Yang pertama adalah bumi, yang sekarang kita huni. Yang kedua belum kita ketahui sebagai manusia.
Kristus pertama kali mempersembahkan kurban di bumi ini, ketika Ia mengalami kematian-Nya yang paling pahit. Kemudian, mengenakan jubah baru keabadian, dengan darah-Nya sendiri Ia masuk ke dalam tempat maha kudus, yaitu ke surga. Di sana Ia juga menunjukkan di hadapan takhta Bapa surgawi darah yang tak ternilai harganya yang telah Ia curahkan tujuh kali demi semua manusia yang tunduk pada dosa.
Kurban ini begitu menyenangkan dan diterima oleh Allah sehingga segera setelah Ia melihatnya, Ia harus segera mengasihani kita dan memberikan belas kasihan kepada semua yang benar-benar bertobat.
Selain itu, kurban ini abadi. Kurban ini dipersembahkan tidak hanya setiap tahun (seperti pada orang Yahudi) tetapi juga setiap hari untuk penghiburan kita, dan bahkan setiap jam dan setiap saat juga, sehingga kita memiliki alasan terkuat untuk penghiburan. Itulah sebabnya Rasul menambahkan: Ia telah memperoleh penebusan yang kekal.
Semua yang telah memulai penyesalan dan pertobatan sejati atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan, dan bertekad kuat untuk tidak berbuat dosa lagi di masa depan tetapi untuk terus-menerus mengejar kebajikan yang telah mereka mulai sekarang, semua ini menjadi bagian dari kurban suci dan kekal ini.
Santo Yohanes menyatakannya kepada kita dengan kata-kata ini: Anak-anakku, aku menulis ini kepadamu supaya kamu jangan berbuat dosa. Tetapi jika ada yang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang benar. Dan Ia adalah pendamaian untuk dosa-dosa kita, dan bukan hanya untuk dosa-dosa kita, tetapi juga untuk dosa-dosa seluruh dunia.

RESPONSORIUM Roma 5:10, 8, 9

Sebab jika ketika kita masih menjadi musuh, kita didamaikan dengan Allah oleh kematian Putra-Nya,

sekarang setelah kita menjadi sahabat-Nya, kita dapat lebih yakin lagi bahwa kita akan diselamatkan oleh hidup Putra-Nya.
Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita.

Sekarang setelah kita menjadi sahabat-Nya, kita dapat lebih yakin lagi bahwa kita akan diselamatkan oleh hidup Putra-Nya.

DOA PENUTUP

Ya Allah,
oleh rahmat-Mu yang ajaib
kami diperkaya dengan segala berkat,
anugerahkanlah kepada kami agar kami beralih dari cara-cara lama ke hidup baru,
agar kami disiapkan untuk kemuliaan Kerajaan surgawi.
Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MADAH

Kristus surya keadilan
Kini fajar Kaudatangkan
Enyahkanlah kegelapan
Tampilkanlah kehidupan.

S'moga pertobatan kami
Di masa Prapaska ini
menurunkan rahmat ampun
Atas dosa yang bertimbun.

Bila tiba hari paska
Perkenanankan para hamba
Bersorak kegembiraan
Merayakan kebangkitan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan; waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.

Mazmur 5,2-10. 12-13

Dengarkanlah kata-kataku, ya Tuhan,*
indahkanlah keluh kesahku.

Perhatikanlah permohonanku,*
ya rajaku dan Allahku.

KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan,+
waktu pagi Engkau mendengar seruanku,*
sejak pagi aku mengharapkan belas-kasihMu.

Sebab Engkau bukan Allah yang berkenan akan kejahatan,*
orang jahat tidak boleh bertamu padaMu.

Orang berdosa tak dapat bertahan di hadapan pandanganMu,*
Engkau membenci orang yang melakukan kejahatan.

Pembohong Kaubinasakan,*
Engkau muak akan penumpah darah dan penipu.

Tetapi aku, berkat kasih setiaMu yang besar,*
akan masuk ke dalam rumahMu.

Aku sujud ke arah rumahMu yang kudus,*
penuh khidmat, ya Tuhanku.

Bimbinglah aku dengan setia, karena banyaklah lawanku,*
ratakanlah jalanMu di hadapanku.

Sungguh, tak ada yang jujur pada mulut mereka,*
batinnya penuh rencana busuk.

Tenggorokannya bagaikan kubur ternganga,*
lidah mereka licik merayu.

Tetapi orang yang berlindung padaMu akan bersukacita,*
dan bergembira selama-lamanya.

Karena lindunganMu bersukarialah,*
mereka yang mengasihi namaMu.

Sebab Engkau memberkati orang takwa, ya Tuhan,*
Engkau melingkupi mereka dengan perisai cintaMu.

Ant.1: KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan, waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.

Ant.2: Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.

1Taw 29,10-13

Terpujilah Engkau, ya Tuhan, selama-lamanya,*
Allah Israel, Allah leluhur kami.

Engkaulah, ya Tuhan, luhur dan perkasa,*
gemilang dan berseri semarak.

Sebab milikMulah langit dan bumi,+
bagiMulah kerajaan, ya Tuhan,*
Engkau unggul melampaui semua penguasa.

Kekayaan dan kemuliaan berasal dari padaMu,*
dan segalanya Kaukuasai.

Di tanganMulah kekuatan dan keperkasaan,*
segala yang jaya karya tanganMu.

Maka kini kami bersembah sujud, ya Allah,*
dan memuji namaMu yang mulia.

Ant.2: Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.

Ant.3: Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.

Mazmur 28

Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga,*
sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kekuasaan.

Sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan namaNya,*
sujudlah kepadaNya dengan hormat dan khidmat.

Suara Tuhan di atas langit,*
Allah yang mulia bergemuruh di angkasa raya.

Suara Tuhan penuh kekuatan,*
suara Tuhan penuh semarak.

Suara Tuhan mematahkan pohon-pohon jati,*
Menumbangkan jati raksasa.

Suara Tuhan membuat gunung melonjak-lonjak bagaikan anak lembu,*
dan bukit bagaikan anak kuda.

Suara Tuhan meledakkan mata petir,*
dan menggetarkan padang gurun.

Suara Tuhan meggoyangkan pohon,*
merontokkan dedaunan hutan.

Maka dalam rumah Tuhan,*
semua berseru; Mulia! Mulia!

Tuhan bertakhta di surga,*
bersemayam sebagai raja selama-lamanya.

Tuhan memberikan kekuatan kepada umat,*
umat diberkatiNya dengan damai sejahtera.

Ant.3: Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.

Bacaan Singkat: (Kel 19,4-6a)

Kamu sendiri telah melihat, bagaimana Aku telah mengangkat dan membawa kamu kepadaKu laksana di atas sayap rajawali. Apabila kamu sekarang sungguh-sungguh mendengarkan perkataanKu dan mau menepati perjanjianKu, maka kamu akan menjadi milikKu, yang Kupilih dari antara segala bangsa. Kamu akan merupakan bagiKu suatu kaum raja dan imam, suatu bangsa yang kudus.

Lagu Singkat:
P: Tuhan akan melepaskan daku dari perangkap,* Dan dari jerat musuh. U: Tuhan. P: Dari lawan yang memfitnah. U: Dan dari jerat musuh. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Barang siapa mengikuti Aku, tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan memiliki terang kehidupan.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Barang siapa mengikuti Aku, tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan memiliki terang kehidupan.

Doa Permohonan:

Terpujilah Yesus, penyelamat kita, sebab Ia telah membuka jalan keselamatan bagi kita dengan kematianNya. Marilah kita berdoa:
U: Tuntunlah umatMu pada jalan yang lurus, ya Tuhan.
P: Allah mahapengasih, Engkau telah memberi kami hidup baru dengan pembaptisan,* semoga kami tiap-tiap hari semakin menyerupai Engkau.
P: Semoga kami pada hari ini menggembirakan hati orang miskin dengan amal bakti kami,* dan menyadari kehadiranMu dalam diri mereka.
P: Semoga kami membaktikan diri kepadaMu dengan jujur dan tulus ikhlas,* serta mencari Engkau dengan segenap hati.
P: Ampunilah dengan rela hati kesalahan kami melawan kerukunan umat,* dan bantulah kami agar tetap sehati sejiwa.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Ya Tuhan, demi cintaMu yang agung kami Kauperkaya dengan pelbagai karunia. Bantulah kami berbalik dari hidup berdosa kepada hidup baru dan menjadi layak untuk kerajaan surga. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SENIN V SIANG

Madah

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.

Mazmur 18B (19B)

Sabda Tuhan sempurna,*
menyegarkan jiwa.

Peraturan Tuhan teguh,*
membuat arif orang bersahaja.

Titah Tuhan tepat,*
menyenangkan hati.

Perintah Tuhan jelas,*
menerangi mata.

Hikmat Tuhan baik,*
tetap selamanya.

Keputusan Tuhan benar,*
adil selalu.

Lebih indah dari pada emas murni,*
lebih manis dari pada madu lebah.

Aku memperhatikan hukumMu,*
maka besarlah ganjaranku.

Siapa sadar akan pelanggarannya?*
Ampunilah dosa yang tak kusadari.

Lindungilah hambaMu terhadap keangkuhan,*
jangan aku dikuasai olehnya.

Maka hidupku suci,*
bebas dari pelanggaran besar.

Semoga Engkau berkenan akan ucapan mulutku,+
dan akan renungan hatiku di hadapanMu,*
ya Tuhan, padas dan penebusku.

Ant.1: Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.

Ant.2: Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.

Mazmur 7 I

Ya Tuhan, Allahku, kepadaMu aku berlindung,*
selamatkan daku dari para pengejarku dan bebaskan daku.

Jangan sampai mereka menerkam aku seperti singa,*
dan menyeret aku, tanpa ada yang membebaskan.

Ya Tuhan, Allahku, jika aku bersalah,*
jika tanganku berbuat curang,

jika aku berbuat jahat terhadap kawan,*
atau merugikan lawan yang tak beralasan,

biarlah musuh mengejar dan menangkap aku,+
menginjak-injak hidupku ke tanah,*
melemparkan kemuliaanku ke dalam debu.

Bangkitlah, Tuhan, dalam kemurkaanMu,+
melawan amarah para penindasku;*
lindungilah aku dengan menjatuhkan hukuman.

Hendaklah bangsa-bangsa berkumpul mengelilingi Engkau,*
bertakhtalah dan rajailah mereka.

Engkaulah hakim segala bangsa,+
hakimilah aku sesuai dengan kejujuranku,*
dan menurut kesucian hatiku.

Semoga berakhirlah kejahatan orang berdosa,+
Teguhkanlah hati orang yang baik,*
ya Allah yang adil, yang menyelami lubuk hati.

Ant.2: Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.

Ant.3: Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.

Mazmur 7 II

Perisaiku ialah Allah,*
penyelamat orang yang tulus hati.

Allah itu hakim yang adil,*
amarahNya berkobar setiap hari.

Biar penindas mengasah pedang,*
melenturkan busur dan membidik;

namun bagi diri sendirilah ia menyiapkan senjata maut,*
dan menyalakan anak panahnya.

Ia mengandung kejahatan,*
ia hamil kelaliman dan melahirkan dusta.

Ia membuat lubang dan menggalinya,*
lalu terperosok sendiri ke dalamnya.

Begitulah kelaliman kembali kepada si jahat,*
dan kekerasan menimpa dia sendiri.

Aku bersyukur kepada Tuhan karena keadilanNya,*
dan bermazmur bagi nama Tuhan yang mahatinggi.

Ant.3: Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.

Bacaan Singkat: (Yes 58,7)

Bagikanlah makananmu kepada orang lapar; terimalah orang gelandangan di rumahmu. Kalau kamu melihat orang telanjang, berilah mereka pakaian.

P: Hendaklah kamu berbelas kasih.
U: Seperti Bapamu berbelas kasih.

Doa Penutup:

Ya Tuhan, demi cintaMu yang agung kami Kauperkaya dengan pelbagai karunia. Bantulah kami berbalik dari hidup berdosa kepada hidup baru dan menjadi layak untuk kerajaan surga. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sore

SENIN V SORE

MADAH

Yesus Engkau menganjurkan
Supaya kami bertahan
Dalam pantang dan puasa
Agar slamat sejahtera.

Dampingilah para umat
Yang kini ingin bertobat
Ampunilah dosa kami
Yang sungguh kami sesali.

Bersihkanlah hati kami
Di masa prapaska ini
Agar pantas merayakan
Hari kebangkitan Tuhan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Tuhan memperhatikan orang miskin.

Mazmur 10

Pada Tuhan aku berlindung: mengapa Engkau berkata kepadaku:*
"Terbanglah ke gunung bagaikan burung!

Sebab dari tempat yang gelap orang jahat merentangkan busur,+
memasang anak panah pada talinya,*
untuk memanah orang yang tulus hati.

Kalau hilang segala pegangan,*
apa daya orang benar?"

Tuhan ada di dalam baitNya yang kudus;*
Tuhan bertakhta di surga.

PandanganNya selalu mengamat-amati,*
sorotan mataNya menguji manusia.

Tuhan menguji orang yang benar dan yang jahat,*
Ia membenci mereka yang mencintai kelaliman.

Dengan api dan belerang dihujaniNya penjahat,*
dihanguskanNya mereka dengan angin panas.

Sebab Tuhan adil, Ia mengasihi keadilan,*
Ia memandang orang benar.

Ant.1: Tuhan memperhatikan orang miskin.

Ant.2: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Mazmur 14

Tuhan, siapa boleh menumpang di kemahMu,*
siapa boleh tinggal di gunungMu yang suci?

Yaitu orang yang hidup tanpa cela dan berlaku jujur,+
yang berkata benar dalam hatinya,*
dan tidak memfitnah dengan lidahnya.

Yang tidak berbuat jahat terhadap saudaranya,*
tidak mendatangkan nista kepada sesama.

Yang menjauhi orang berdosa,*
dan memberi hormat kepada yang takwa.

Yang berpegang pada sumpah, meskipun rugi,*
tidak meminjamkan uang dengan makan riba.

Yang tak mau memungut uang suap,*
untuk merugikan orang tak bersalah.

Barang siapa berbuat demikian,*
tidak akan goyah selama-lamanya.

Ant.2: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Ant.3: Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.

Bacaan Singkat: (Rom 12,1-2)

Saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku memperingatkan kamu: persembahkanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan berkenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati. Janganlah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dikehendaki Allah, apa yang baik, apa yang berkenan padaNya, dan apa yang sempurna.

Lagu Singkat:
P: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* Kasihanilah aku. U: Dengarkanlah. P: Sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa di hadapanMu. U: Kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Dengarkanlah.

Ant. Kidung: Akulah yang bersaksi tentang diriKu sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku bersaksi tentang Aku.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant. Kidung: Akulah yang bersaksi tentang diriKu sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku bersaksi tentang Aku.

Doa Permohonan:

Tuhan Yesus Kristus telah menyelamatkan umatNya dari dosa. Marilah kita mohon dengan rendah hati:
U: Yesus, putera Daud, kasihanilah kami.
P: Ya Kristus, Engkau telah menyerahkan diri bagi Gereja untuk menguduskannya dengan pembasuhan air dan sabda kehidupan,* perbaharuilah dan sucikanlah kiranya GerejaMu dengan pertobatan.
P: Guru yang baik, tunjukkanlah kepada kaum muda-mudi jalan yang telah Kautetapkan bagi mereka masing-masing,* agar mereka berani menempuhnya dan menjadi bahagia.
P: Engkau berbelaskasihan terhadap semua orang yang menderita, dan memberi pengharapan dan kesembuhan kepada orang-orang sakit,* bukalah hati kami untuk menghibur mereka.
P: Semoga kami ingat akan martabat yang kami terima dalam pembaptisan,* sehingga kami hidup bagiMu dengan setia.
P: Berilah damai dan kemuliaan kepada orang yang telah berpulang,* dan terimalah kami kelak bersama mereka dalam kerajaanMu.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Ya Tuhan, demi cintaMu yang agung kami Kauperkaya dengan pelbagai karunia. Bantulah kami berbalik dari hidup berdosa kepada hidup baru dan menjadi layak untuk kerajaan surga. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

Santa Sibilina Biscossi OP

Pengaku Iman

Sibilina hidup antara tahun 1287- 1367. Ia sudah menjadi anak yatim- piatu sejak kecil. Untuk menyambung hidupnya ia kemudian bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Pada usia 12 tahun ia menjadi buta. Sibilina kemudian diterima dalam sebuah biara dan menjadi sekluse (pertapa di ruangan kecil yang dikunci selamanya) di samping gereja. Banyak orang yang minta doa dan nasehatnya.

Santo Alfonsus Toribio dari Mongroveyo

Uskup

Alfonsus Toribio dikenal sebagai seorang awam Katolik yang saleh, jujur dan bijaksana. Di Granada Spanyol, ia menjabat sebagai ketua Mahkamah Agung dan Mahaguru dibidang hukum. Kisah tentang pengangkatannya sebagai Uskup Agung kota Lima, Peru sungguh menarik. Kehidupan imamat tidak menarik hatinya selama ia giat dalam dinas kenegaraan dan kegiatan lainnya. Tetapi Tuhan mempunyai rencana khusus atas dirinya diluar kehendaknya sendiri. Sepeninggal Uskup Agung Lima pada tahun 1850, tahkta keuskupan mengalami kekosongan. Suasana kota menjadi semakin buruk tertama di kalangan angkatan bersenjata. Hal ini sungguh memalukan raja Philip yang saleh dan taat beragama. Jalan keluar untuk mengatasi masalah ini ialah memilih seorang Uskup Agung yang berwibawa, saleh, jujur, pintar dan berpengaruh di masyarakat terutama di kalangan pembesar dan angkatan bersenjata.

Orang yang cocok untuk jabatan uskup agung ini ialah Alfonsus Toribio. Semula penunjukkan atas dirinya sebagai Uskup Agung ditolaknya dengan keras mengingat statusnya sebagai seorang awam. Namun atas desakan raja dan semua rakyat, Alfonsus tergerak juga untuk menerima penunjukkan ini. Ia sadar bahwa penunjukkan itu adalah kehendak Allah. Ia lalu di tabhiskan menjadi Uskup Agung pada tahun 1581. Dari Spanyol, ia berlayar ke Peru, sebuah negeri yang bergunung- gunung di pantai lautan Pasifik. Tindakan pertama yang ditempuhnya ialah mengunjungi semua wilayah paroki dalam keuskupannya hingga ke pelosok- pelosok. Kadang- kadang ia berjalan kaki, menuruni gunung dan bukit guna menyaksikan kehidupan umatnya.

Ia melihat banyak hal selama kunjungan- kunjungannya. Orang - orang Spanyol terutama tentara- tentara dikenal berwatak bejat. Orang Indian dikenal bodoh; sedangkan imam- imamnya malas dan mempunyai banyak isteri. Hal ini menggerakkan dia untuk segera mengadakan pembaharuan total dalam keuskupannya. Terhadap orang- orang Spanyol yang bejat moralnya, ia tidak segan- segan menjatuhkan hukuman yang setimpal. Untuk orang- orang indian yang bodoh, ia berusaha mendirikan sekolah- sekolah. Untuk mendapatkan tenaga- tenaga imam bagi pelayanan umat, ia mendirikan sebuah seminari, yang dikenal sebagai seminari pertama di Amerika. Para imam dibinanya agar kembali sadar akan keluhuran panggilannya dan tugasnya sebagai pelayan umat.

Toribio dengan tekun mempelajari bahasa daerah dan adat istiadat setempat. Orang- orang Indian yang masih terbelakang mendapat perhatian yang khusus. Ia membela mereka dari segala tindak jahat orang Spanyol. Usahaya untuk memperbaharui kehidupan imam umat sangat berhasil. Ia dibantu oleh rekannya santo Fransiskus Solanus. Selama 25 tahun memimpin gereja Peru sebagai uskup Agung, Toribio berhasil menghantar kembali orang- orang Spanyol kepada tata cara hidup Kristiani. Demikian juga orang- orang Indian. Ia meninggal tahun 1606.

Santo Dismas

Pengaku Iman

Konon, Dismas adalah penyamun, yang disalibkan di sebelah kanan Yesus dan bertobat sebagaimana dikatakan Lukas: Seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Dia, katanya: Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkan diri Mu dan kami. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. Lalu ia berkata: Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja, kata Yesus kepadanya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama sama dengan Aku di dalam Firdaus. (Luk23:3943).

Tentang Dismas ada sebuah legenda berkisah sebagai berikut: Ketika Maria dan Yosef bersama Kanak- kanak Yesus dalam perjalanan pengungsian ke Mesir untuk menghindari rencana pembunuhan Herodes, tiba- tiba mereka di dekati dan disapa oleh dua orang penyamun: Titus dan Dumachus. Titus biasanya dipanggil Dismas, dan Dumachus dipanggil Gestas. Dismas mengajak temannya Gestas untuk membantu Maria dan Yusuf dalam perjalanan itu. Menyaksikan kebaikan hati Dismas, Maria berkata: Tuhan akan mengangkat engkau dengan tangan kanan Nya dan memberikan pengampunan atas dosa- dosamu. Sedangkan kepada ibu Nya, Kanak- Kanak Yesus berkata meramal: Ibu, setelah Aku berusia 30 tahun, orang- orang Yahudi akan menyalibkan Aku di Yerusalem, dan dua penyamun itu akan ditinggikan juga bersama Aku: Titus disebelah kanan Ku dan Dumachus di sebelah kiri Ku. Dan setelah itu Titus akan masuk bersama Ku ke dalam Firdaus. Dismas dihormati sebagai pelindung orang- orang yang perlu bertobat secara sempurna dan santo pelindung orang yang dihukum mati.