Minggu, 22 Maret 2026

Hari Minggu Prapaskah V

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Yehezkiel 37:12-14

Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN."

Mazmur Tanggapan Mazmur 130:1-8

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Bacaan Kedua Roma 8:8-11

Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Bacaan Injil Yohanes 11:1-45

Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan." Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea." Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?" Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya." Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya." Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh." Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya." Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia." Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit." Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia." Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau." Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!" Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?" Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.

Renungan

Yesus Menangis

Di rumah duka, kata-kata sering kehilangan daya. Ucapan turut berduka terdengar hambar bila diulang-ulang. Yang paling menghibur biasanya bukan kalimat, melainkan kehadiran: seseorang yang datang, duduk di samping kita, dan ikut menangis.

Injil hari ini menyimpan salah satu ayat terpendek dalam Kitab Suci: maka menangislah Yesus. Kalimat yang mengejutkan. Ia datang ke Betania justru untuk membangkitkan Lazarus; Ia tahu betul bahwa sebentar lagi kubur itu akan kosong. Tetapi di hadapan Maria yang tersungkur dan para pelayat yang meratap, Ia tidak berceramah tentang kebangkitan. Ia masygul. Ia terharu. Ia menangis. Sampai orang-orang berkata: lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya.

Marta menyambut Yesus dengan kalimat yang pasti pernah kita ucapkan dengan bahasa kita sendiri: Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Sekiranya Engkau datang lebih cepat. Sekiranya doaku dijawab tepat waktu. Yesus memang sengaja menunda dua hari, dan penundaan itu terasa seperti keterlambatan. Tetapi di ujung percakapan, Marta menerima pernyataan yang menjadi jangkar iman kita: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati."

Lalu di depan kubur, Yesus menyuruh mengangkat batu. Marta yang praktis mengingatkan: sudah empat hari, sudah berbau. Empat hari, bagi orang zaman itu, berarti benar-benar selesai; tidak ada harapan tersisa. Justru di titik selesai itulah Yesus berseru: "Lazarus, marilah ke luar!" Dan yang mati itu keluar.

Yehezkiel dalam bacaan pertama mendengar janji serupa untuk bangsa yang merasa tamat di pembuangan: Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku. Paulus menyempurnakannya: Roh yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati diam di dalam kamu.

Kita semua punya kubur yang batunya sudah lama tidak berani kita sentuh. Kematian orang terkasih. Harapan yang gagal. Relasi yang membusuk bertahun-tahun. Injil hari ini membawa dua kabar sekaligus. Pertama, Allah kita bukan penonton yang jauh; Ia berdiri di depan kubur kita dan ikut menangis. Kedua, tangisan-Nya bukan tanda kalah. Suara yang memanggil Lazarus masih sanggup memanggil keluar apa pun yang sudah empat hari mati dalam hidup kita.

Menjelang Pekan Suci, biarlah pertanyaan Yesus kepada Marta menjadi pertanyaan kepada kita: percayakah engkau akan hal ini?

Yesus, kebangkitan dan hidup, berdirilah di depan kubur-kubur hidupku. Aku percaya; panggillah keluar apa yang telah lama kuanggap selesai. Amin.

Invitatorium

MINGGU V PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan Minggu Prapaskah V
Ya Allah, sudilah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Allah rahmat, Allah kasih,

Dengarkanlah kidung tobat kami.

Pulihkanlah umat-Mu yang memohon,

Engkau yang berhak atas pujian kami!
Penyesalan mendalam atas kebodohan masa lalu,

Bakat terbuang, waktu tersia;

Hati terhina oleh kekhawatiran duniawi,

Tak bersyukur atas berkat yang diberikan:
Ketakutan bodoh dan keinginan sia-sia,

Penyesalan hampa atas hal-hal yang sama hampa:

Bibir yang jarang diajar memuji,

Sering menggerutu dan mengeluh;
Ini, dan setiap kesalahan tersembunyi,

Penuh duka dan malu, kami akui.

Merendah di kaki-Mu kami berbaring,

Mencari pengampunan dari takhta-Mu.

PSALMODI

Ant. 1 Lihatlah salib Tuhan terungkap sebagai pohon kehidupan.

Mazmur 1

Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia

Berbahagialah mereka yang, menaruh seluruh kepercayaan pada salib, telah menyelam ke dalam air kehidupan (dari seorang penulis abad kedua).
Berbahagialah orang

yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;

tidak berlama-lama di jalan orang berdosa

tidak duduk dalam perkumpulan pencemooh,

tetapi yang kesukaannya adalah Taurat Tuhan

dan yang merenungkan Taurat-Nya siang dan malam.
Ia seperti pohon yang ditanam

di tepi aliran air,

yang menghasilkan buah pada musimnya

dan daunnya tidak akan pernah layu;

dan segala yang dilakukannya akan berhasil.

Tidak demikian halnya dengan orang fasik, tidak demikian!
Sebab mereka seperti sekam yang ditiup angin

akan dihalau oleh angin.

Ketika orang fasik dihakimi, mereka tidak akan bertahan,

tidak akan menemukan tempat di antara orang benar;

sebab Tuhan menjaga jalan orang benar

tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkaulah kepenuhan hidup, kekudusan, dan sukacita. Penuhilah siang dan malam kami dengan kasih akan hikmat-Mu, agar kami dapat berbuah dalam keindahan kekudusan, seperti pohon yang diairi oleh aliran sungai.

Ant. Lihatlah salib Tuhan terungkap sebagai pohon kehidupan.

Ant. 2 Inilah raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Mazmur 2

Mesias, raja dan penakluk

Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kisah Para Rasul 4:27).

Mengapa kegaduhan ini di antara bangsa-bangsa,

di antara bangsa-bangsa gumaman yang sia-sia ini?

Mereka bangkit, raja-raja bumi,

para pangeran bersekongkol melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

“Mari kita putuskan belenggu mereka,

mari, kita buang kuk mereka.”
Dia yang duduk di surga tertawa;

Tuhan menertawakan mereka dengan cemooh.

Kemudian Dia akan berbicara dalam kemarahan-Nya,

murka-Nya akan menakutkan mereka.

“Akulah yang telah menetapkan raja-Ku

di Sion, gunung-Ku yang kudus.”
Aku akan memberitakan ketetapan Tuhan:

Tuhan berfirman kepadaku: “Engkaulah Putra-Ku.

Akulah yang telah memperanakkan Engkau pada hari ini.

Mintalah dan Aku akan mewariskan bangsa-bangsa kepada-Mu,

menempatkan ujung-ujung bumi dalam kepemilikan-Mu.

Dengan tongkat besi Engkau akan memecahkan mereka,

menghancurkan mereka seperti bejana tukang periuk.”
Sekarang, hai raja-raja, pahamilah,

terimalah peringatan, penguasa-penguasa bumi;

layani Tuhan dengan rasa takut

dan gentar, berikanlah penghormatan-Mu kepada-Nya

jangan sampai Dia marah dan Engkau binasa;

sebab tiba-tiba kemarahan-Nya akan menyala.
Berbahagialah mereka

yang menaruh kepercayaan mereka kepada Allah.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau memberikan bangsa-bangsa di dunia sebagai warisan Putra tunggal-Mu; Engkau memahkotai Dia sebagai raja Sion, kota-Mu yang kudus, dan memberikan Gereja-Mu untuk menjadi mempelai-Nya. Ketika Dia memberitakan hukum kerajaan-Mu yang kekal, semoga kami melayani Dia dengan setia, dan dengan demikian berbagi kuasa kerajaan-Nya selamanya.

Ant. Inilah raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Ant. 3 Tuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Mazmur 3

Aku aman dalam pemeliharaan Tuhan

Kristus tertidur dalam kematian, tetapi Dia bangkit dari antara orang mati, karena Allah adalah penyelamat-Nya (Santo Ireneus).
Betapa banyak musuhku, ya Tuhan!

Betapa banyak yang bangkit melawan aku!

Betapa banyak yang berkata tentang aku:

“Tidak ada pertolongan baginya dari Allah.”
Tetapi Engkau, Tuhan, adalah perisai di sekelilingku,

kemuliaanku, yang mengangkat kepalaku.

Aku berseru dengan nyaring kepada Tuhan.

Dia menjawab dari gunung-Nya yang kudus.
Aku berbaring untuk beristirahat dan aku tidur.

Aku bangun, karena Tuhan menopangku.

Aku tidak akan takut bahkan ribuan orang

yang berbaris di setiap sisi melawanku.
Bangkitlah, Tuhan; selamatkan aku, ya Allahku,

Engkau yang memukul semua musuhku di mulut,

Engkau yang mematahkan gigi orang fasik!

Ya Tuhan keselamatan, berkatilah umat-Mu!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau mendengar seruan Putra-Mu ketika Dia tertindas dan menyelamatkan Dia dari tidur kematian. Bangkitlah, Tuhan, tolonglah Gereja-Mu. Jadilah perisainya agar ia dapat mengangkat kepalanya dan memancarkan kemuliaan kebangkitan.

Ant. Tuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Jika seseorang menaati ajaran-Ku.

Ia tidak akan pernah mati.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari permulaan Surat kepada Orang Ibrani

1:1—2:4

Putra dan ahli waris segala sesuatu ditinggikan di atas para malaikat
Pada zaman dahulu, Allah berbicara secara terpisah-pisah dan dengan berbagai cara kepada nenek moyang kita melalui para nabi; pada zaman akhir ini, Ia telah berbicara kepada kita melalui Putra-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai ahli waris segala sesuatu dan melalui siapa Ia pertama kali menciptakan alam semesta. Putra ini adalah pantulan kemuliaan Bapa, gambaran yang tepat dari keberadaan Bapa, dan Ia menopang segala sesuatu dengan firman-Nya yang penuh kuasa. Setelah Ia membersihkan kita dari dosa-dosa kita, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahamulia di surga, jauh lebih unggul dari para malaikat sebagaimana nama yang Ia warisi lebih unggul dari nama mereka.
Kepada malaikat manakah Allah pernah berfirman,

“Engkaulah Putra-Ku; pada hari ini Aku telah memperanakkan Engkau”?
Atau lagi,
“Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Putra-Ku”?
Dan lagi, ketika Ia membawa Anak sulung-Nya ke dunia, Ia berfirman,
“Biarlah semua malaikat Allah menyembah Dia.”
Tentang para malaikat Ia berfirman,
“Ia menjadikan malaikat-malaikat-Nya angin, dan pelayan-pelayan-Nya api yang menyala-nyala”;

tetapi tentang Putra,
“Takhta-Mu, ya Allah, kekal selama-lamanya;

tongkat kebenaran adalah tongkat kerajaan-Mu.

Engkau telah mengasihi keadilan dan membenci kefasikan,

oleh karena itu Allah, Allah-Mu, telah mengurapi Engkau

dengan minyak kegembiraan melebihi raja-raja sesama-Mu.”
Dan,
“Tuhan, sejak dahulu Engkau mendirikan bumi,

dan langit adalah buatan tangan-Mu.

Semuanya akan binasa, tetapi Engkau tetap ada;

semuanya akan menjadi tua seperti pakaian.

Engkau akan menggulungnya seperti jubah,

seperti pakaian mereka akan diubah

Tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak akan berakhir.”
Kepada malaikat manakah Allah pernah berfirman,
“Duduklah di sebelah kanan-Ku sampai Aku menjadikan musuh-musuh-Mu tumpuan kaki-Mu”?
Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, diutus untuk melayani mereka yang akan mewarisi keselamatan?
Mengingat hal ini, kita harus lebih memperhatikan apa yang telah kita dengar, jangan sampai kita hanyut. Sebab jika firman yang disampaikan melalui malaikat tetap tidak berubah, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan menerima hukuman yang setimpal, bagaimana kita akan luput jika kita mengabaikan keselamatan yang begitu besar seperti keselamatan kita? Pertama-tama diumumkan oleh Tuhan, itu dikonfirmasi kepada kita oleh mereka yang telah mendengar Dia. Allah kemudian memberi kesaksian tentang hal itu dengan tanda-tanda, mukjizat-mukjizat, berbagai tindakan kuasa, dan pembagian karunia-karunia Roh Kudus sesuai kehendak-Nya.

RESPONSORIUM Ibrani 1:3; 12:2

Kristus Yesus, pancaran kemuliaan Bapa dan ungkapan penuh keberadaan-Nya, menopang segala sesuatu dengan kuasa firman-Nya. Ia membersihkan kita dari dosa-dosa kita,

dan sekarang Ia telah mengambil tempat-Nya di surga, di sebelah kanan Allah dalam kemuliaan-Nya.
Iman kita bersandar pada Yesus, yang menanggung salib demi sukacita yang terbentang di hadapan-Nya.

Dan sekarang Ia telah mengambil tempat-Nya di surga, di sebelah kanan Allah dalam kemuliaan-Nya.
Bacaan Kedua

Dari surat Paskah oleh Santo Atanasius, uskup

Kita merayakan pesta Tuhan yang akan datang melalui perbuatan, bukan perkataan
Sabda yang menjadi segala sesuatu bagi kita dekat dengan kita, Tuhan kita Yesus Kristus yang berjanji untuk tetap bersama kita selalu. Ia berseru, berkata: Lihatlah, Aku menyertai kamu sepanjang zaman ini. Ia sendiri adalah gembala, imam agung, jalan dan pintu, dan telah menjadi segala sesuatu sekaligus bagi kita. Dengan cara yang sama, Ia telah datang di antara kita sebagai pesta dan hari raya kita juga. Rasul yang terberkati berkata tentang Dia yang dinanti-nantikan: Kristus telah dikorbankan sebagai Paskah kita. Kristuslah yang menyinari pemazmur ketika ia berdoa: Engkaulah sukacitaku, lepaskanlah aku dari mereka yang mengelilingiku. Sukacita sejati, perayaan yang tulus, berarti mengusir kejahatan. Untuk mencapai ini seseorang harus menjalani kehidupan yang sempurna dalam kebaikan dan, dalam ketenangan takut akan Allah, mempraktikkan kontemplasi dalam hati seseorang.
Inilah jalan para kudus, yang dalam hidup mereka dan pada setiap tahap kehidupan bersukacita seperti dalam pesta. Daud yang terberkati, misalnya, tidak sekali tetapi tujuh kali bangkit di malam hari untuk memenangkan perkenanan Allah melalui doa. Musa yang agung penuh sukacita ketika ia menyanyikan pujian Allah dalam himne kemenangan atas kekalahan Firaun dan para penindas bangsa Ibrani. Yang lain memiliki hati yang selalu penuh sukacita ketika mereka melakukan tugas suci mereka dalam ibadah, seperti Samuel yang agung dan Elia yang terberkati. Karena kehidupan kudus mereka, mereka memperoleh kebebasan, dan sekarang merayakan pesta di surga. Mereka bersukacita setelah ziarah mereka dalam bayang-bayang, dan sekarang membedakan kenyataan dari janji.
Ketika kita merayakan pesta di zaman kita sendiri, jalan apa yang harus kita tempuh? Ketika kita mendekati pesta ini, siapa yang akan menjadi pemandu kita? Saudara-saudari terkasih, itu tidak lain adalah Dia yang akan kamu sapa bersamaku sebagai Tuhan kita Yesus Kristus. Ia berkata: Akulah jalan. Seperti yang dikatakan Yohanes yang terberkati: Kristuslah yang menghapus dosa dunia. Dialah yang menyucikan jiwa kita, seperti yang dikatakan nabi Yeremia: Berdirilah di jalan-jalan; lihatlah dan perhatikanlah jalan mana yang baik, dan kamu akan menemukan di dalamnya jalan perbaikan bagi jiwa-jiwa kamu.
Pada zaman dahulu darah kambing dan abu anak lembu dipercikkan pada mereka yang najis, tetapi mereka hanya dapat menyucikan tubuh. Sekarang melalui rahmat Sabda Allah setiap orang dibuat sangat bersih. Jika kita mengikuti Kristus dengan cermat, kita akan diizinkan, bahkan di bumi ini, untuk berdiri seolah-olah di ambang Yerusalem surgawi, dan menikmati kontemplasi pesta abadi itu, seperti para rasul yang terberkati, yang dalam mengikuti Juruselamat sebagai pemimpin mereka, menunjukkan, dan masih menunjukkan, jalan untuk memperoleh karunia yang sama dari Allah. Mereka berkata: Lihatlah, kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau. Kita juga mengikuti Tuhan, dan kita merayakan pesta-Nya dengan perbuatan daripada dengan perkataan.

RESPONSORIUM Ibrani 6:20; Yohanes 1:29

Demi kita, Yesus mendahului kita ke surga,

dan Ia telah menjadi seperti Melkisedek, seorang imam agung untuk selamanya.
Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Dan Ia telah menjadi seperti Melkisedek, seorang imam agung untuk selamanya.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Dengan pertolongan-Mu,

kami mohon kepada-Mu, Tuhan Allah kami,

semoga kami berjalan dengan penuh semangat

dalam kasih yang sama,

yang karena kasih-Mu kepada dunia,

Putra-Mu menyerahkan diri-Nya kepada kematian.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MINGGU V PAGI

Pembukaan: Antifon

Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kita.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.

Dialah Allah kita, kita umat-Nya,

Dialah gembala kita, kita kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Antifon

Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Madah

Kami menghadap pada-Mu

Allah yang baik selalu

Hati kami hancur luluh

Kami menangis mengaduh.

Kami sungguh menyadari

Kedosaan diri kami

Namun kami tetap ingat

Akan Dikau sumber rahmat.

Ampunilah dosa kami

Yang sudah kami sesali

Semoga berkat restu-Mu

Kani bertobat selalu.

Kami mohon pada Tuhan

S’moga masa persiapan

Yang kami langsungkan ini

Kaulimpahi rahmat Suci. Amin.

Antifon 1

Engkaulah yang menolong aku, ya Allahku.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediaman-Mu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepada-Mu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayap-Mu aku bersorak.

Jiwaku melekat pada-Mu,*

tangan kanan-Mu menopang aku.

Antifon 1

Engkaulah yang menolong aku, ya Allahku.

Antifon 2

Selamatkanlah kami dengan karya-Mu Yang Agung dan lepaskanlah kami dari cengkeraman maut.

Dan 3 : 57-88, 56, 56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayan-Nya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang Suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’.)

Antifon 2

Selamatkanlah kami dengan karya-Mu Yang Agung dan lepaskanlah kami dari cengkeraman maut.

Antifon 3

Sekarang telah tiba saatnya Putera manusia dimuliakan.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji nama-Nya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,*

memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah;*

tugas terhormat bagi umat-Nya.

Antifon 3

Sekarang telah tiba saatnya Putera manusia dimuliakan.

Bacaan Singkat (Neh 8 : 9-10)

Hari ini dibaktikan kepada Tuhan Allah kita. Jangan berdukacita dan jangan menangis.

Sebab hari ini Suci bagi Tuhan. Maka janganlah bersusah hati, karena sukacita Tuhan menguatkan kita.

Lagu Singkat

P: Kristus, Putera Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.

U: Kristus…

P: Hati-Mu hancur luluh karena kedurhakaan kami.

U: Kasihanilah kami.

P: Kemuliaan…

U: Kristus…

Antifon Kidung

Lazarus, sahabat kita, tidur; marilah kita pergi untuk memabangunkannya.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon Kidung

Lazarus, sahabat kita, tidur; marilah kita pergi untuk memabangunkannya.

Doa Permohonan

Penebus kita telah menganugerahkan masa keselamatan ini kepada kita.

Marilah kita memuji Dia dan berkata:

U: Perbaruilah semangat kami, ya Tuhan.

P: Ya Kristus, kehidupan kami, kami telah dikuburkan bersama Engkau dalam pembaptisan dan dibangkitkan kepada kehidupan baru,*

semoga kami pada hari ini berlaku sesuai dengan hidup baru itu.

P: Tuhan, Engkau telah berbuat baik kepada semua orang,*

semoga kamipun selalu memperhatikan kepentingan umum.

P: Semoga kami sehati sejiwa membangun masyarakat kami di dunia,*

dan sekaligus mengharapkan persatuan dengan umat Suci-Mu di surga.

P: Berilah kami kekuatan jiwa dan raga, sembuhkanlah luka hati kami,*

agar kami dapat mengejar kesucian berkat bantuan-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa

untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Tuhan Allah Maha Pengasih, Putera-Mu telah menyerahkan nyawa dan wafat demi keselamatan dunia.

Semoga dengan pertolongan-Mu kami meneladan cinta kasih-Nya. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

MINGGU V – SIANG
PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta

Serta Bapa dan Putera

Datanglah di tengah kami

Membawa hidup Ilahi
Gerakkanlah hati kami

Agar giat penuh bakti

Menyanyikan lagu puji

Mengamalkan cinta suci
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putera dan RohMu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setiaNya.
Hendaklah Israel berkata:*

kekal abadi kasih setiaNya.
Hendaklah kaum Harun berkata:*

kekal abadi kasih setiaNya.
Hendaklah orang yang takwa berkata:*

kekal abadi kasih setiaNya.
Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*

Ia menjawab dan melegakan daku.
Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Tuhan di pihakku, Ia penolongku,*

Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.
Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada manusia.
Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada bangsawan.

Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.

Segala bangsa mengepung aku,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Mereka mengepung aku rapat-rapat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Mereka mengepung aku seperti lebah,+

seperti nyala api yang menjilat-jilat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Aku didesak-desak sampai terjatuh,*

tetapi Tuhan menolong aku.
Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*

Dialah kemenanganku
Suara gembira dan sorak-sorai,*

terdengar di perkemahan para pemenang.
“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*

tangan Tuhan mahakuasa.”
Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*

untuk mewartakan karya-karya Tuhan.
Tuhan sering menyiksa aku,*

namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.

Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*

supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.
Inilah pintu gerbang Tuhan,*

para pemenang masuk ke dalamnya.
Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*

dan menjadi penyelamatku.
Batu yang dibuang oleh para pembangun,*

telah menjadi batu sendi.
Karya Tuhanlah itu,*

sangat mengagumkan kita.
Pada hari inilah Tuhan bertindak,*

mari kita rayakan dengan gembira.
Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*

Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!
Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+

kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*

Tuhanlah Allah, Dia memerangi kita.
Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*

hiasilah tanduk-tanduk mesbah.
Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*

Allahku, Engkau kuagungkan.
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.

Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)
Saudara-saudara kamu telah mendengar dari kami, Bagaimana kamu harus hidup agar berkenan kepada Allah. Dan itu memang kamu turuti. Maka kami minta dan nasehati kamu demi Tuhan Yesus: hendaklah kamu melakukannya lebih sungguh-sungguh lagi. Sebab Allah memanggil kita bukan untuk hidup cemar, melainkan untuk hidup suci.
P: Berbahagialah mereka yang hidupnya tidak bercela.

U: Yang hidup menurut sabda Tuhan.

Doa Penutup

Tuhan Allah mahapengasih, PuteraMu telah menyerahkan nyawa dan wafat demi keselamatan dunia. Semoga dengan pertolonganMu kami meneladan cinta kasihNya. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup …
PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Ibadat Sore

MINGGU V SORE II

MADAH

Dengarkan Bapa ilahi
Doa dan jeritan hati
Yang kami panjatkan ini
Di masa Prapaska suci.

Sungguh banyak dosa kami
Semua kami akui
Maafkanlah sembuhkanlah
Hati kami luka parah.

Semoga tubuh kamipun
Dengan tabah lagi tekun
Melatih tobat dan tapa
Dengan pantang dan puasa.

Kami mohon pada Tuhan
S'moga masa persiapan
Yang kami langsungkan ini
Kaulimpahi rahmat suci. Amin

Ant.1: Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu."

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion:*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.

Ant.2: Segala sesuatu kuanggap kerugian, sebab hubunganku dengan Tuhan Yesus Kristus lebih berharga dari pada segala sesuatu.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Ant.2: Segala sesuatu kuanggap kerugian, sebab hubunganku dengan Tuhan Yesus Kristus lebih berharga dari pada segala sesuatu.

Ant.3: Meskipun Yesus Putera Allah, Ia tetap taat dalam penderitaanNya.

1Petr 2,21-24

Kristus telah menderita sengsara bagi kita,+
dan memberikan teladan,*
supaya kita mengikuti jejakNya.

Ia tak pernah berdosa,*
dan tak terdapat dusta pada mulutNya.

Ketika dinista, Ia tak membalas dengan nista,*
tatkala menderita, Ia tak mengancam;

Tetapi menyerahkan semuanya kepada Allah,*
hakim yang adil.

Ia sendiri menanggung dosa kita,*
ketika mati di kayu salib;

Supaya kita mati terhadap dosa,*
lalu hidup dengan suci.

Ant.3: Meskipun Yesus Putera Allah, Ia tetap taat dalam penderitaanNya.

Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)

Dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah. Larilah sedemikian rupa hingga kamu menang. Semua peserta pertandingan menguasai diri dalam segala hal. Mereka hanya untuk merebut mahkota yang fana, tetapi kita untuk yang baka.

Lagu Singkat:
P: Perhatikanlah dan kasihanilah kami, ya Tuhan,* Sebab kami berdosa di hadapanMu. U: Perhatikanlah. P: Dengarkanlah permohonan kami, ya Kristus. U: Sebab kami berdosa di hadapanMu. P: Kemuliaan. U: Perhatikanlah.

Ant.Kidung: Bila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Bila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu.

Doa Permohonan:

Pujian bagi Allah Bapa, sebab Ia melahirkan kembali umat pilihanNya dengan sabdaNya yang kekal. Marilah kita mohon kepadaNya:
U: Kasihanilah umatMu, ya Tuhan.
P: Ya Allah mahapengasih, dengarkanlah permohonan yang kami haturkan bagi umatMu,* agar kami mendambakan sabdaMu, dan tidak hanya menginginkan rezeki yang fana.
P: Ajarlah kami mencintai bangsa kami dan semua manusia tanpa memandang muka,* dan selalu mengusahakan kebaikan dan perdamaian.
P: Ingatlah semua orang yang hendak dilahirkan kembali dalam pembaptisan,* agar mereka ikut membangun rumah rohani bagiMu sebagai batu yang hidup.
P: Dengan khotbah nabi Yunus Engkau telah mentobatkan orang-orang Ninive,* ubahlah kiranya hati semua orang berdosa dengan sabdaMu.
P: Semoga orang-orang yang meninggal dapat menghadap Kristus hakimnya penuh pengharapan,* dan bergembira melihat Engkau selama-lamanya.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Tuhan Allah mahapengasih, PuteraMu telah menyerahkan nyawa dan wafat demi keselamatan dunia. Semoga dengan pertolonganMu kami meneladan cinta kasihNya. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santa Lea

Janda dan Pengaku Iman

Lea dikenal sebagai murid dari Santo Hieronimus. Ia memimpin sebuah perkumpulan wanita- wanita yang mengabdikan dirinya pada karya- karya amal cinta kasih di kota Roma. Ia meninggal pada tahun 384.

Santo Zakarias

Paus

Paus berkebangsaan Yunani ini adalah orang terakhir dari deretan Paus yang berasal dari Timur. Ia menggantikan Paus Gregorius III (731- 741). Masa kePausannya dimulai pada tanggal 10 Desember 741 sampai hari kematiannya 22 Maret 752.

Selama masa kepemimpinannya, Paus Zakarias terlibat dalam banyak masalah menyangkut hubungan Gereja dengan Negara. Ia berhasil membujuk Liutprand, Raja Lombardia untuk membangun kembali kota- kota. Ketika Aistulf, Raja Lambordia lainnya menyerang Italia dan Roma, Paus Zakarias bersama seluruh umat di Roma berhasil mematahkan serangan itu.

Selain itu, Paus Zakarias sibuk dengan masalah penghancuran gambar- gambar Kudus yang dilanjutkan oleh Kaisar Konstantin V, putra Kaisar Leo III. Ia tidak berhasil mempengaruhi Kaisar untuk kembali kepada ajaran Gereja Katolik mengenai gambar- gambar Kudus.

Paus Zakarias dikenal sebagai seorang Paus yang sangat murah hati, saleh dan sayang pada umat. Ia berhasil memperbaiki gereja- gereja di seluruh kota Roma, membantu orang- orang miskin dan sakit. Ia selalu mengusahakan perdamaian, mendukung usaha- usaha pewartaan Injil dan berjuang melawan perdagangan budak belian. Ia meninggal pada tanggal 22 Maret 752.