Kamis, 26 Februari 2026
Kamis I Prapaskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Ester 4:17k,17l-m,17r-t
(teks tidak tersedia — Ester 4:17k,17l-m,17r-t)
Mazmur Tanggapan Mazmur 138:1-3,7-8
Bacaan Injil Matius 7:7-12
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Renungan
Mengetok Pintu
Anak kecil tidak pernah malu meminta. Ia menarik-narik baju bapaknya, mengulang permintaannya sampai dijawab. Ia belum belajar gengsi, dan justru karena itu ia menjadi gambar doa yang paling jernih.
Bacaan pertama hari ini adalah doa Ester. Ratu itu berada di jalan buntu: bangsanya diancam punah, sementara mendekati raja tanpa dipanggil bisa berarti hukuman mati. Segala pintu tertutup, kecuali satu. Maka ia berpuasa dan berseru kepada Tuhan, satu-satunya penolong yang tersisa. Sejarah kemudian mencatat: pintu yang mustahil itu terbuka.
Yesus dalam Injil seolah merangkum pengalaman Ester menjadi janji: mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Lalu Ia memberi alasan yang menghangatkan: jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga.
Allah bukan pintu otomatis yang menjawab setiap ketokan dengan barang pesanan kita. Ia Bapa, dan Bapa memberi yang baik, bukan selalu yang diminta. Anak yang merengek meminta ular tetap tidak akan diberi ular.
Bapa, ajari aku mengetok dengan tekun dan menerima jawaban-Mu dengan percaya, sebab Engkau lebih tahu yang baik bagiku. Amin.
Invitatorium
KAMIS I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Mazmur 18:31-51
Nyanyian syukur
Jika Allah di pihak kita, siapa dapat melawan kita? (Roma 8:31).
Ant. Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Ant. 2 Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.
Ant. Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.
Ant. 3 Terpujilah Allah yang hidup, Penyelamatku, selama-lamanya.
Ant. Terpujilah Allah yang hidup, Penyelamatku, selama-lamanya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 5:8, 9; lihat 1 Petrus 1:18, 19
RESPONSORIUM Zakharia 7:9; Matius 6:14
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MADAH
Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.
Mazmur 56
Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.
Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.
Yer 31,10-14
Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.
Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.
Mazmur 47
Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.
Bacaan Singkat: (Lh. 1 Raj 8,51-53a)
Ant.Kidung: Jika kamu yang jahat ini tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu, betapa pula Bapamu yang di surga akan memberikan anugerah yang baik kepada orang-orang yang meminta kepadaNya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Jika kamu yang jahat ini tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu, betapa pula Bapamu yang di surga akan memberikan anugerah yang baik kepada orang-orang yang meminta kepadaNya.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
KAMIS I SIANG
Madah
Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.
Mazmur 118 (119),17-24
Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.
Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.
Mazmur 24 (25) I
Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.
Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.
Mazmur 24 (25) II
Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.
Bacaan Singkat: (Yes 55,6-7)
Doa Penutup:
Ibadat Sore
KAMIS I SORE
MADAH
Ant.1: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.
Mazmur 29
Ant.1: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.
Ant.2: Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.
Mazmur 31
Ant.2: Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.
Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Why 11,17-18;12,10-12
Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Bacaan Singkat:(Yak 4,7-8.10)
Ant.Kidung: Mintalah, maka kamu akan diberi. Carilah, maka kamu akan mendapat. Ketuklah, maka pintu akan dibuka bagimu.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Mintalah, maka kamu akan diberi. Carilah, maka kamu akan mendapat. Ketuklah, maka pintu akan dibuka bagimu.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - KAMIS
Doa Tobat
Madah
Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat (1Tes 5,23)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Alexandros
Pengaku Iman
Alexandros dikenal sebagai Patrik kota Aleksandria, Mesir pada abad ke 4 yang gigih membela Gereja dan ajaran yang benar dari rongrongan Arianisme yang menyangkal ketuhanan Yesus.
Santo Didakus Carvalho
Martir
Didakus lahir di Koimbra, Portugal pada tahun 1578. Walaupun masih muda, ia senang sekali dengan kegiatan kegiatan kerohanian gereja, punya semangat merasul yang tinggi serta berhasrat menjadi misionaris di tanah misi agar bisa mengalami kejadian kejadian istimewaseperti yang dialami oleh para misionaris misionaris. Cita citanya ini tercapai pada tahun 1608, tatkala ia tiba di Jepang sebagai seorang imam misionaris. Didakus dikenal sebagai seorang misionaris Yesuit yang unggul. Ia baik dan ramah kepada umatnya, tidak segan terhadap pekerjaan dan perjalanan yang sukar, dan tidak takut menderita. Semua tantangan yang menimpanya bukan alasan untuk mengabaikan tugas pelayanannya kepada umat demi keselamatan mereka dan demi kemuliaan Allah, sebagaimana terungkap di dalam semboyan Serikatnya: Ad Majorem Dei Gloriam (Demi kemuliaan Allah yang lebih besar).
Didakus terutama mewartakan Injil di propinsi-propinsi yang belum pernah mendengar tentang nama Yesus Kristus dan Injil Nya, dan mendirikan Gereja di wilayah wilayah itu. Selain berkarya di Jepang, Didakus juga mewartakan Injil di negeri negeri lain. Penangkapan dan hukuman mati atas dirinya pada tahun 1624 terjadi tatkala ia baru saja kembali dari suatu perjalanan misinya ke luar negeri.
Hukuman mati atas dirinya berlangsung amat keji. Ketika itu musim dingin. Ia dibenamkan ke dalam air sungai yang hampir beku. Setelah seluruh tubuhnya membeku, ia dikeluarkan dari air untuk disesah hingga babak belur, lalu ditenggelamkan lagi ke dalam sungai. Namun Tuhan menyertainya. Martir suci ini, meski penderitaannya hebat menimpa dirinya, ia toh tetap gembira dan menyanyikan lagu lagu mazmur dan menghibur orang orang serani yang datang menyaksikan pelaksanaan hukuman mati atas dirinya. Setelah 12 jam lamanya mengalami penderitaan, Didakus menghembuskan napas terakhirnya sebagai seorang Martir Kristus yang gagah berani pada usia 46 tahun.