Minggu, 22 Februari 2026

Hari Minggu Prapaskah I

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama 1 Petrus 5:1-4

Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Mazmur Tanggapan Mazmur 23:1-6

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Injil Matius 16:13-19

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Renungan

Serah Terima Kunci

Serah terima kunci adalah upacara kecil yang sarat makna. Sebuah rumah berpindah kepercayaan lewat sepotong logam bergerigi. Siapa memegang kunci, dialah yang dipercaya membuka dan mengunci, menyambut tamu atau menolaknya. Kunci tidak diberikan kepada sembarang orang.

Di Kaisarea Filipi Yesus bertanya dua kali. Pertama soal kata orang: ada yang bilang Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia. Jawaban aman, sebab jawaban orang lain tidak menuntut apa-apa dari kita. Lalu pertanyaan kedua yang tidak bisa diwakilkan: tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? Simon menjawab: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Dan kepada nelayan itu Yesus berkata: engkau adalah Petrus, batu karang, dan kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga.

Yang menerima kunci itu bukan orang yang tidak pernah gagal. Petrus akan tenggelam karena bimbang, ditegur keras karena menghalangi jalan salib, dan pada malam paling genting menyangkal Gurunya tiga kali di depan seorang pelayan. Yesus tahu semuanya itu, dan tetap menyerahkan kunci. Sungguh mencengangkan cara Allah memercayai manusia. Gereja tidak didirikan di atas manusia sempurna, melainkan di atas pendosa yang dicintai dan bangkit lagi.

Bacaan pertama memperdengarkan suara Petrus di usia tuanya, dan terasa sekali bekas didikan itu. Gembalakanlah kawanan domba Allah, tulisnya, jangan dengan paksa, jangan karena mencari keuntungan, jangan memerintah, melainkan jadilah teladan. Orang yang pernah diampuni sebesar itu memang tidak bisa lagi memimpin dengan tangan besi. Ia tahu betapa lembut dirinya pernah diperlakukan.

Kita memasuki pekan pertama masa Prapaskah, dan pertanyaan Kaisarea Filipi itu diajukan ulang kepada kita: menurutmu, siapakah Aku? Bukan menurut buku, bukan menurut khotbah yang pernah kaudengar. Menurutmu. Jawaban kita akan kelihatan bukan di bibir, melainkan di cara kita memakai kunci-kunci kecil yang dipercayakan kepada kita: keluarga, pekerjaan, komunitas, nama baik orang lain.

Kepada tangan yang pernah gagal pun Tuhan berani menitipkan kunci. Itu kabar baik bagi kita semua yang memasuki Prapaskah ini sambil membawa daftar kegagalan.

Tuhan Yesus, Engkau memercayai Petrus yang rapuh, maka aku berani percaya Engkau pun memercayaiku. Jadikan aku pemegang kunci yang setia dan gembala yang lembut bagi orang-orang di sekitarku. Amin.

Invitatorium

MINGGU I PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Pesta Takhta Santo Petrus, Rasul

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus.

Seperti pada permulaan, sekarang dan selalu, serta sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Iman para Bapa! iman dan doa

Akan menaklukkan segala bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para bapa, iman yang suci!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman para Bapa! kami akan mengasihi

Baik sahabat maupun musuh dalam segala perjuangan kami:

Dan mewartakan-Mu juga sebagaimana kasih tahu caranya,

Melalui perbuatan baik dan hidup yang berbudi.
Iman para bapa, iman yang suci!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman para Bapa! iman dan doa

Akan menaklukkan segala bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para bapa, iman yang suci!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Petrus berkata: Allah telah membangkitkan dan memuliakan Yesus ini, yang kamu salibkan.

Mazmur 19A

Pujian kepada Tuhan, Pencipta segala sesuatu

Fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita… untuk menuntun kaki kita ke jalan damai (Lukas 1:78, 79).
Langit mewartakan kemuliaan Allah,

dan cakrawala menunjukkan karya tangan-Nya.

Hari demi hari menyampaikan kisah,

dan malam demi malam memberitakan pesan.
Tiada ucapan, tiada kata, tiada suara terdengar,

namun jangkauan mereka meluas ke seluruh bumi,

kata-kata mereka sampai ke ujung dunia.
Di sana Ia menempatkan kemah bagi matahari;

ia keluar seperti mempelai pria dari kemahnya,

bersukacita seperti pahlawan yang berlari di lintasannya.
Di ujung langit adalah terbitnya matahari;

sampai ke ujung terjauh langit adalah lintasannya.

Tiada yang tersembunyi dari panasnya yang membakar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

Seperti pada permulaan, sekarang dan selalu, serta sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Petrus berkata: Allah telah membangkitkan dan memuliakan Yesus ini, yang kamu salibkan.

Ant. 2 Tuhan telah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan aku dari kuasa Herodes.

Mazmur 64

Doa memohon pertolongan melawan musuh

Mazmur ini secara khusus mengenang sengsara Tuhan kita (Santo Agustinus).
Dengarkanlah suaraku, ya Allah, ketika aku mengeluh,

jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.

Sembunyikanlah aku dari gerombolan orang fasik,

dari kerumunan orang yang berbuat jahat.
Mereka mengasah lidah mereka seperti pedang;

mereka mengarahkan kata-kata pahit seperti panah

untuk menembak orang tak bersalah dari tempat persembunyian,

menembak tiba-tiba dan sembarangan.
Mereka merencanakan jalan kejahatan mereka;

mereka bersekongkol untuk memasang jerat rahasia.

Mereka berkata: “Siapa yang akan melihat kita?

Siapa yang dapat menyelidiki kejahatan kita?”
Ia akan menyelidiki yang menyelidiki pikiran

dan mengetahui kedalaman hati.

Allah telah menembak mereka dengan panah-Nya

dan memberi mereka luka-luka mendadak.

Lidah mereka sendiri telah membawa mereka pada kehancuran

dan semua yang melihat mereka mengejek.
Maka semua orang akan takut;

mereka akan menceritakan apa yang telah Allah lakukan.

Mereka akan memahami perbuatan Allah.

Orang benar akan bersukacita dalam Tuhan

dan berlindung kepada-Nya.

Semua hati yang lurus akan bermegah.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

Seperti pada permulaan, sekarang dan selalu, serta sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan telah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan aku dari kuasa Herodes.

Ant. 3 Tiba-tiba awan terang menaungi mereka, dan suara Bapa terdengar: Inilah Putra-Ku yang terkasih.

Mazmur 97

Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia

Mazmur ini menubuatkan keselamatan di seluruh dunia dan bahwa bangsa-bangsa dari segala suku akan percaya kepada Kristus (St. Athanasius).
Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersukacita,

biarlah semua pesisir bersukacita.

Awan dan kegelapan adalah pakaian-Nya;

takhta-Nya, keadilan dan kebenaran.
Api menyiapkan jalan-Nya;

ia membakar musuh-musuh-Nya di setiap sisi.

Kilat-Nya menerangi dunia,

bumi gemetar melihatnya.
Gunung-gunung meleleh seperti lilin

di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Langit mewartakan keadilan-Nya;

semua bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Biarlah mereka yang menyembah berhala malu,

mereka yang membanggakan dewa-dewa mereka yang tidak berguna.

Hai segala roh, sembahlah Dia.
Sion mendengar dan bersukacita;

umat Yehuda bersukacita

karena penghakiman-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkau sungguh adalah Tuhan,

Mahatinggi di atas seluruh bumi,

sangat ditinggikan di atas segala roh.

Tuhan mengasihi mereka yang membenci kejahatan:

Ia menjaga jiwa orang-orang kudus-Nya;

Ia membebaskan mereka dari orang fasik.
Terang bersinar bagi orang benar

dan sukacita bagi orang yang lurus hati.

Bersukacitalah, hai kamu orang benar, dalam Tuhan;

berikanlah kemuliaan kepada nama-Nya yang kudus.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

Seperti pada permulaan, sekarang dan selalu, serta sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tiba-tiba awan terang menaungi mereka, dan suara Bapa terdengar: Inilah Putra-Ku yang terkasih.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?

Engkau memiliki perkataan hidup yang kekal.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kisah Para Rasul

11:1-18

Petrus menceritakan pertobatan orang-orang bukan Yahudi
Di seluruh Yudea para rasul dan saudara-saudara mendengar bahwa orang-orang bukan Yahudi pun telah menerima firman Allah. Akibatnya, ketika Petrus pergi ke Yerusalem, beberapa orang dari golongan bersunat berselisih dengannya, sambil berkata, “Engkau masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama mereka.”
Petrus kemudian menjelaskan seluruh peristiwa itu kepada mereka langkah demi langkah dari awal: “Aku sedang berdoa di kota Yope ketika, dalam keadaan ekstase, aku melihat suatu penglihatan. Sebuah benda seperti kain lebar turun; itu diturunkan kepadaku dari langit oleh keempat sudutnya. Ketika aku menatapnya, aku dapat melihat makhluk berkaki empat di bumi, binatang buas dan reptil, serta burung-burung di langit.
“Aku mendengar suara berkata kepadaku, ‘Bangunlah, Petrus! Sembelihlah, lalu makanlah.’ Aku menjawab: ‘Tidak sesaat pun, Tuan! Tidak ada yang najis atau haram pernah masuk ke mulutku!’ Kedua kalinya suara dari surga berbicara: ‘Apa yang telah disucikan Allah janganlah kamu sebut najis.’ Ini terjadi tiga kali; kemudian kain itu dengan segala isinya ditarik kembali ke langit.
“Segera setelah itu, tiga orang yang telah diutus kepadaku dari Kaisarea datang ke rumah tempat kami menginap. Roh Kudus memerintahkan aku untuk menemani mereka tanpa ragu. Keenam saudara ini ikut bersamaku, dan kami masuk ke rumah orang itu. Ia memberitahu kami bahwa ia telah melihat seorang malaikat berdiri di rumahnya dan bahwa malaikat itu telah berkata: ‘Kirimlah seseorang ke Yope dan panggillah Simon, yang juga dikenal sebagai Petrus. Berdasarkan apa yang akan ia beritahukan kepadamu, kamu akan diselamatkan, dan seluruh keluargamu.’
“Ketika aku mulai berbicara kepada mereka, Roh Kudus turun atas mereka, sama seperti yang terjadi pada kami pada awalnya. Lalu aku teringat apa yang telah dikatakan Tuhan: ‘Yohanes membaptis dengan air tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.’ Jika Allah memberikan kepada mereka karunia yang sama yang Ia berikan kepada kami ketika kami pertama kali percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, siapakah aku sehingga menghalangi-Nya?”
Ketika mereka mendengar ini, mereka berhenti keberatan, dan sebaliknya mulai memuliakan Allah dengan kata-kata ini: “Jika demikian, maka Allah telah menganugerahkan pertobatan yang memberi hidup bahkan kepada orang-orang bukan Yahudi.”

RESPONSORIUM Lukas 22:32; Matius 16:17b

Aku telah berdoa untukmu, Petrus, agar imanmu tidak goyah;

dan ketika engkau telah berbalik kepada-Ku, engkau harus menguatkan iman saudara-saudaramu.
Bukan daging dan darah yang menyatakan ini kepadamu, melainkan Bapa-Ku di surga.

Dan ketika engkau telah berbalik kepada-Ku, engkau harus menguatkan iman saudara-saudaramu.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Leo Agung, Paus

Gereja Kristus berdiri di atas dasar iman Petrus yang kokoh
Dari seluruh dunia, satu orang, Petrus, dipilih untuk memimpin panggilan semua bangsa, dan untuk ditempatkan di atas semua rasul dan semua bapa Gereja. Meskipun ada banyak gembala di antara umat Allah, Petrus ditunjuk untuk memerintah secara pribadi mereka yang juga diperintah Kristus sebagai penguasa asli. Saudara-saudari terkasih, betapa besar dan menakjubkan pembagian kuasa-Nya ini yang Allah dalam kebaikan-Nya telah berikan kepada orang ini. Apa pun yang Kristus kehendaki untuk dibagikan secara umum oleh Petrus dan para pemimpin Gereja lainnya, hanya melalui Petruslah Ia memberikan kepada orang lain apa yang tidak Ia tolak untuk dianugerahkan kepada mereka.
Tuhan sekarang bertanya kepada para rasul secara keseluruhan apa yang orang-orang pikirkan tentang Dia. Selama mereka menceritakan ketidakpastian yang lahir dari ketidaktahuan manusia, jawaban mereka selalu sama.
Tetapi ketika Ia mendesak para murid untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan sendiri, yang pertama mengakui imannya kepada Tuhan adalah orang yang pertama dalam peringkat di antara para rasul.
Petrus berkata: Engkau adalah Kristus, Putra Allah yang hidup. Yesus menjawab: Berbahagialah engkau, Simon Bar-Yona, sebab bukan daging dan darah yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Engkau berbahagia, maksud-Nya, karena Bapa-Ku telah mengajarimu. Engkau tidak tertipu oleh pendapat duniawi, melainkan telah diterangi oleh ilham dari surga. Bukan daging dan darah yang menunjukkan Aku kepadamu, melainkan Dia yang Putra tunggal-Nya Aku ini.
Ia melanjutkan: Dan Aku berkata kepadamu. Dengan kata lain, sebagaimana Bapa-Ku telah menyatakan kepadamu keilahian-Ku, demikian pula Aku pada giliranku memberitahukan kepadamu keunggulanmu. Engkau adalah Petrus: meskipun Aku adalah batu yang tak dapat diganggu gugat, batu penjuru yang menyatukan keduanya, dasar yang tanpanya tidak seorang pun dapat meletakkan yang lain, namun engkau juga adalah batu, karena engkau diberi kekokohan oleh kekuatan-Ku, sehingga apa yang adalah milik-Ku sendiri karena kuasa-Ku menjadi milik bersama di antara kita melalui partisipasimu.
Dan di atas batu ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. Di atas dasar yang kuat ini, kata-Nya, Aku akan membangun bait yang kekal. Ketinggian besar Gereja-Ku, yang akan menembus surga, akan bangkit di atas dasar iman ini yang kokoh.
Gerbang-gerbang neraka tidak akan membungkam pengakuan iman ini; rantai-rantai kematian tidak akan mengikatnya. Kata-katanya adalah kata-kata kehidupan. Sebagaimana kata-kata itu mengangkat ke surga mereka yang mengakuinya, demikian pula kata-kata itu mengirimkan ke neraka mereka yang menentangnya.
Maka kepada Petrus yang terberkati dikatakan: Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa pun yang kauikat di bumi akan terikat di surga. Apa pun yang kaubebaskan di bumi akan terbebas di surga.
Wewenang yang diberikan dalam kuasa ini juga diteruskan kepada para rasul lainnya, dan lembaga yang didirikan oleh dekret ini telah dilanjutkan dalam semua pemimpin Gereja. Tetapi bukan tanpa alasan yang baik bahwa apa yang dianugerahkan kepada semua dipercayakan kepada satu orang. Sebab Petrus menerimanya secara terpisah sebagai kepercayaan karena ia adalah prototipe yang ditempatkan di hadapan semua penguasa Gereja.

RESPONSORIUM

Sebelum Aku memanggilmu dari perahu, Aku mengenalmu, Simon Petrus, dan Aku telah menunjukmu sebagai pemimpin umat-Ku.

Aku telah mempercayakan kepadamu kunci-kunci Kerajaan Surga.
Apa pun yang kauikat di bumi akan terikat di surga. Apa pun yang kaubebaskan di bumi akan terbebas di surga.

Aku telah mempercayakan kepadamu kunci-kunci Kerajaan Surga.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, keagungan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang benar dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka Kerajaan Surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

sebab kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Anugerahkanlah, kami mohon, ya Allah yang mahakuasa,

agar tiada badai yang mengganggu kami,

sebab Engkau telah menempatkan kami dengan kokoh di atas batu

pengakuan iman Rasul Petrus.

Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MINGGU aku PAGI

Pembukaan: Ant.

Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kita.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.

Dialah Allah kita, kita umat-Nya,

Dialah gembala kita, kita kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Madah

Kami menghadap pada-Mu

Allah yang baik selalu

Hati kami hancur luluh

Kami menangis mengaduh.

Kami sungguh menyadari

Kedosaan diri kami

Namun kami tetap ingat

Akan Dikau sumber rahmat.

Ampunilah dosa kami

Yang sudah kami sesali

Semoga berkat restu-Mu

Kami bertobat selalu.

Kami mohon pada Tuhan

S’moga masa persiapan

Yang kami langsungkan ini

Kaulimpahi rahmat suci.

Amin.

Ant.1: Aku akan memuji Engkau seumur hidupku, ya Tuhan, dan menadahkan tangan kepada-Mu.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediaman-Mu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepada-Mu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayap-Mu aku bersorak.

Jiwaku melekat pada-Mu,*

tangan kanan-Mu menopang aku.

Ant.1: Aku akan memuji Engkau seumur hidupku, ya Tuhan, dan menadahkan tangan kepada-Mu.

Ant.2: Pujilah dan luhurkanlah Tuhan selama-lamanya.

Dan 3:57-88,56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayan-Nya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’)

Ant.2: Pujilah dan luhurkanlah Tuhan selama-lamanya.

Ant.3: Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji nama-Nya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,*

memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah;*

tugas terhormat bagi umat-Nya.

Ant.3: Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Bacaan Singkat (Neh 8:9-10)

Hari ini dibaktikan kepada Tuhan Allah kita. Jangan berdukacita dan jangan menangis. Sebab hari ini suci bagi Tuhan. Maka janganlah bersusah hati, karena sukacita Tuhan menguatkan kita.

Lagu Singkat:

P: Kristus, Putera Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.

U: Kristus…

P: Hati-Mu hancur luluh karena kedurhakaan kami.

U: Kasihanilah kami.

P: Kemuliaan…

U: Kristus…

Ant.Kidung: Yesus dibawa oleh Roh kudus ke padang gurun untuk digodai setan. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia merasa lapar.

Kidung Zakaria (Luk 1:68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belas kasihan;*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Yesus dibawa oleh Roh kudus ke padang gurun untuk digodai setan. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia merasa lapar.

Doa Permohonan

Penebus kita telah menganugerahkan masa keselamatan ini kepada kita. Marilah kita memuji Dia dan berkata:

U: Perbaharuilah semangat kami, ya Tuhan.

P: Ya Kristus, kehidupan kami, kami telah dikuburkan bersama Engkau dalam pembaptisan dan dibangkitkan kepada kehidupan baru,*

semoga kami pada hari ini berlaku sesuai dengan hidup baru itu.

P: Tuhan, Engkau telah berbuat baik kepada semua orang,*

semoga kamipun selalu memperhatikan kepentingan umum.

P: Semoga kami sehati sejiwa membangun masyarakat kami di dunia,*

dan sekaligus mengharapkan persatuan dengan umat suci-Mu di surga.

P: Berilah kami kekuatan jiwa dan raga, sembuhkanlah luka hati kami,*

agar kami dapat mengejar kesucian berkat bantuan-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa

untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Allah Mahakuasa, dengan menjalani masa Prapaska ini, kami berusaha memahami misteri Kristus dengan lebih baik.

Semoga kami layak hidup bersama Dia kelak.

Sebab Dialah Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

MINGGU aku SORE II

Madah

Dengarkan Bapa Ilahi
Doa dan jeritan hati
Yang kami panjatkan ini
Di masa Prapaska suci.
Sungguh banyak dosa kami
Semua kami akui
Maafkanlah sembuhkanlah
Hati kami luka parah.
Semoga tubuh kamipun
Dengan tabah lagi tekun
Melatih tobat dan tapa
Dengan pantang dan puasa.
Kami mohon pada Tuhan
S’moga masa persiapan
Yang kami langsungkan ini
Kaulimpahi rahmat suci.
Amin

Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.

Mazmur 109:1-5,7

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kanan-Ku,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”
Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediaman-Nya di Sion:*
“Berkuasalah atas para musuh.
Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu.”
Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya.”
Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaan-Nya raja-raja dihancurkan-Nya.
Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.

Ant.2: Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggil-Nya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,
Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaan-Nya.
Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.
Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anak domba.
Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?
Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anak domba?
Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.
Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Ant.2: Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggil-Nya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.

Ant.3: Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkan-Nya di dalam Roh.

1Petr 2:21-24
Kristus telah menderita sengsara bagi kita,+
dan memberikan teladan,*
supaya kita mengikuti jejak-Nya.
Ia tak pernah berdosa,*
dan tak terdapat dusta pada mulut-Nya.
Ketika dinista, Ia tak membalas dengan nista,*
tatkala menderita, Ia tak mengancam;
Tetapi menyerahkan semuanya kepada Allah,*
hakim yang adil.
Ia sendiri menanggung dosa kita,*
ketika mati di kayu salib;
Supaya kita mati terhadap dosa,*
lalu hidup dengan suci.

Ant.3: Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkan-Nya di dalam Roh.

Bacaan Singkat (1Kor 9:24-25)

Dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah. Larilah sedemikian rupa hingga kamu menang. Semua peserta pertandingan menguasai diri dalam segala hal. Mereka hanya untuk merebut mahkota yang fana, tetapi kita untuk yang baka.
Lagu Singkat:
P: Perhatikanlah dan kasihanilah kami, ya Tuhan,* Sebab kami berdosa di hadapan-Mu.
U: Perhatikanlah…
P: Dengarkanlah permohonan kami, ya Kristus.
U: Sebab kami berdosa di hadapan-Mu.
P: Kemuliaan…
U: Perhatikanlah…

Ant.Kidung: Jagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.

Kidung Maria (Luk 1:46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*
hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*
kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*
dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*
yang hina dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*
orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Jagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.

Doa Permohonan

Pujian bagi Allah Bapa, sebab Ia melahirkan kembali umat pilihan-Nya dengan sabda-Nya yang kekal. Marilah kita mohon kepada-Nya:
U: Kasihanilah umat-Mu, ya Tuhan.
P: Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah permohonan yang kami haturkan bagi umat-Mu,*
agar kami mendambakan sabda-Mu, dan tidak hanya menginginkan rezeki yang fana.
P: Ajarlah kami mencintai bangsa kami dan semua manusia tanpa memandang muka,*
dan selalu mengusahakan kebaikan dan perdamaian.
P: Ingatlah semua orang yang hendak dilahirkan kembali dalam pembaptisan,*
agar mereka ikut membangun rumah rohani bagi-Mu sebagai batu yang hidup.
P: Dengan khotbah nabi Yunus Engkau telah mentobatkan orang-orang Ninive,*
ubahlah kiranya hati semua orang berdosa dengan sabda-Mu.
P: Semoga orang-orang yang meninggal dapat menghadap Kristus hakimnya penuh pengharapan,*
dan bergembira melihat Engkau selama-lamanya.

Bapa Kami


Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami
ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa
untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Allah Mahakuasa, dengan menjalani masa Prapaska ini, kami berusaha memahami misteri Kristus dengan lebih baik.
Semoga kami layak hidup bersama Dia kelak.
Sebab Dialah Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sore

MINGGU I SORE II

MADAH

Dengarkan Bapa ilahi
Doa dan jeritan hati
Yang kami panjatkan ini
Di masa Prapaska suci.

Sungguh banyak dosa kami
Semua kami akui
Maafkanlah sembuhkanlah
Hati kami luka parah.

Semoga tubuh kamipun
Dengan tabah lagi tekun
Melatih tobat dan tapa
Dengan pantang dan puasa.

Kami mohon pada Tuhan
S'moga masa persiapan
Yang kami langsungkan ini
Kaulimpahi rahmat suci. Amin

Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu."

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion:*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.

Ant.2: Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggilNya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Ant.2: Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggilNya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.

Ant.3: Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkanNya di dalam Roh.

1Petr 2,21-24

Kristus telah menderita sengsara bagi kita,+
dan memberikan teladan,*
supaya kita mengikuti jejakNya.

Ia tak pernah berdosa,*
dan tak terdapat dusta pada mulutNya.

Ketika dinista, Ia tak membalas dengan nista,*
tatkala menderita, Ia tak mengancam;

Tetapi menyerahkan semuanya kepada Allah,*
hakim yang adil.

Ia sendiri menanggung dosa kita,*
ketika mati di kayu salib;

Supaya kita mati terhadap dosa,*
lalu hidup dengan suci.

Ant.3: Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkanNya di dalam Roh.

Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)

Dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah. Larilah sedemikian rupa hingga kamu menang. Semua peserta pertandingan menguasai diri dalam segala hal. Mereka hanya untuk merebut mahkota yang fana, tetapi kita untuk yang baka.

Lagu Singkat:
P: Perhatikanlah dan kasihanilah kami, ya Tuhan,* Sebab kami berdosa di hadapanMu. U: Perhatikanlah. P: Dengarkanlah permohonan kami, ya Kristus. U: Sebab kami berdosa di hadapanMu. P: Kemuliaan. U: Perhatikanlah.

Ant.Kidung: Jagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Jagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.

Doa Permohonan:

Pujian bagi Allah Bapa, sebab Ia melahirkan kembali umat pilihanNya dengan sabdaNya yang kekal. Marilah kita mohon kepadaNya:
U: Kasihanilah umatMu, ya Tuhan.
P: Ya Allah mahapengasih, dengarkanlah permohonan yang kami haturkan bagi umatMu,* agar kami mendambakan sabdaMu, dan tidak hanya menginginkan rezeki yang fana.
P: Ajarlah kami mencintai bangsa kami dan semua manusia tanpa memandang muka,* dan selalu mengusahakan kebaikan dan perdamaian.
P: Ingatlah semua orang yang hendak dilahirkan kembali dalam pembaptisan,* agar mereka ikut membangun rumah rohani bagiMu sebagai batu yang hidup.
P: Dengan khotbah nabi Yunus Engkau telah mentobatkan orang-orang Ninive,* ubahlah kiranya hati semua orang berdosa dengan sabdaMu.
P: Semoga orang-orang yang meninggal dapat menghadap Kristus hakimnya penuh pengharapan,* dan bergembira melihat Engkau selama-lamanya.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Allah mahakuasa, dengan menjalani masa Prapaska ini, kami berusaha memahami misteri Kristus dengan lebih baik. Semoga kami layak hidup bersama Dia kelak. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Pesta Tahkta Suci Santo Petrus

Menurut cerita lisan yang beredar di kalangan gereja, Santo Petrus yang diberi kuasa oleh Yesus untuk memimpin Gereja mendirikan dua buah tahkta keuskupan. Yang pertama didirikan di Antiokhia, di tengah tengah kaum Yahudi dan orang orang kafir pada tahun 35. Disana Petrus memimpin jemaatnya selama tujuh tahun. Setelah dua kali mengunjungi Roma, maka pada tahun 65 ia menetap disana sebagai Uskup pertama.

Maksud pesta Tahkta suci Santo Petrus adalah untuk menghormati Petrus sebagai Wakil Kristus dan gembala tertinggi gereja yang mempunyai kuasa rohani atas segenap anggota gereja dan semua gereja setempat. Kuasa Petrus ini yang lazim disebut Primat Petrus - diberikan langsung oleh Yesus sebelum kenaikan Nya ke surga (Yoh21:15-19).

Santa Margaretha dari Cortona

Pengaku Iman

Margaretha tergolong gadis yang malang hidupnya terlebih-lebih setelah ibunya meninggal. Gaya hidupnya sembrono tanpa kendali. Nasehat nasehat saleh dari ibunya tidak lagi dituruti. Demikian pula kewajiban kewajiban agama. Gejolak remajanya tidak sanggup dikendalikannya. Ia bergaul dan bersenang senang dengan pemuda pemuda tanggung yang buruk akhlaknya. Pada usia 16 tahun, ia mengikuti seorang pemuda bangsawan ke Montepulsiano. Di sana ia hidup bersama pemuda itu sebagai selir.

Pada suatu hari ia mengikuti anjing kesayangan tuannya, yang menunjukkan tanda tanda aneh tentang suatu kejadian. Sampai di suatu tempat, anjing itu behenti sambil menyalak nyalak. Ternyata disitu tergeletaklah pemuda bangsawan itu sambil berlumuran darah dan tak bernyawa lagi. Pemuda itu dibunuh oleh orang yang tak diketahui. Karena peristiwa ini, Margaretha diusir keluar dari istana bersama dengan anaknya. Ia pergi ke rumah ibu tirinya tetapi disana ia tidak diterima. Setelah luntang lantung beberapa hari, ia lalu pergi ke biara suster suster Santo Fransiskus untuk meminta perlindungan. Di biara itu ia diterima.

Di biara inilah, Margaretha mulai menyadari kebejatan hidupnya. Ia bertobat dan berniat untuk meninggalkan perbuatan perbuatannya yang bejat itu. Pada suatu hari minggu ia pergi ke kampung halamannya, Laviano, untuk berdoa di Gereja dan mengakui dosa dosanya.

Setelah mengalami banyak percobaan batin yang berat, akhirnya ia diterima sebagai anggota ordo ketiga Santo Fransiskus. Keanggotaannya di dalam ordo ini sungguh suatu anugerah Tuhan baginya. Ia mulai menata hidupnya secara baru dalam doa dan karya karya amal. Akhirnya ia sendiri mendirikan sebuah rumah sakit untuk orang orang miskin. Anaknya sendiri menjadi seorang imam dalam Ordo Santo Fransiskus. Margaretha meninggal dunia pada tahun 1297 di Cortona.

Takhta S. Petrus

Pesta

Pesta ini bukan menghormati sebuah perabot, melainkan makna rohani di baliknya. Takhta atau kursi (dalam bahasa Latin cathedra) adalah lambang kuno dari kewibawaan seorang guru dan gembala. Maka Takhta Santo Petrus melambangkan perutusan istimewa yang dipercayakan Kristus kepada Petrus dan para penggantinya untuk meneguhkan iman dan memelihara kesatuan Gereja.

Dasar perayaan ini adalah Injil Matius, ketika Yesus berkata kepada Petrus, Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (Matius 16:18), dan mempercayakan kepadanya kunci Kerajaan Surga. Amanat kepada Petrus untuk menggembalakan domba-domba Tuhan (Yohanes 21) melengkapi gambaran pelayanan ini.

Sebuah relikui kuno berupa kursi kayu yang menurut tradisi pernah dipakai Santo Petrus disimpan di Basilika Santo Petrus di Roma, terbungkus dalam mahakarya perunggu emas rancangan Bernini. Namun kursi jasmani itu hanyalah tanda; yang dirayakan adalah pelayanan hidup yang diteruskan dari uskup Roma yang satu ke uskup Roma berikutnya.

Roma sudah merayakan pesta ini sejak abad keempat. Dahulu ada dua tanggal, 18 Januari untuk Takhta di Roma dan 22 Februari untuk Takhta di Antiokhia, tempat Petrus menggembalakan sebelum ke Roma. Pembaruan kalender liturgi mempertahankan tanggal 22 Februari sebagai satu perayaan. Bagi umat, pesta ini adalah ajakan mendoakan Paus dan mensyukuri karunia kesatuan yang menopang Gereja di segala zaman.