Minggu, 22 Februari 2026
Hari Minggu Prapaskah I
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama 1 Petrus 5:1-4
Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Mazmur Tanggapan Mazmur 23:1-6
Bacaan Injil Matius 16:13-19
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
Renungan
Serah Terima Kunci
Serah terima kunci adalah upacara kecil yang sarat makna. Sebuah rumah berpindah kepercayaan lewat sepotong logam bergerigi. Siapa memegang kunci, dialah yang dipercaya membuka dan mengunci, menyambut tamu atau menolaknya. Kunci tidak diberikan kepada sembarang orang.
Di Kaisarea Filipi Yesus bertanya dua kali. Pertama soal kata orang: ada yang bilang Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia. Jawaban aman, sebab jawaban orang lain tidak menuntut apa-apa dari kita. Lalu pertanyaan kedua yang tidak bisa diwakilkan: tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? Simon menjawab: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Dan kepada nelayan itu Yesus berkata: engkau adalah Petrus, batu karang, dan kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga.
Yang menerima kunci itu bukan orang yang tidak pernah gagal. Petrus akan tenggelam karena bimbang, ditegur keras karena menghalangi jalan salib, dan pada malam paling genting menyangkal Gurunya tiga kali di depan seorang pelayan. Yesus tahu semuanya itu, dan tetap menyerahkan kunci. Sungguh mencengangkan cara Allah memercayai manusia. Gereja tidak didirikan di atas manusia sempurna, melainkan di atas pendosa yang dicintai dan bangkit lagi.
Bacaan pertama memperdengarkan suara Petrus di usia tuanya, dan terasa sekali bekas didikan itu. Gembalakanlah kawanan domba Allah, tulisnya, jangan dengan paksa, jangan karena mencari keuntungan, jangan memerintah, melainkan jadilah teladan. Orang yang pernah diampuni sebesar itu memang tidak bisa lagi memimpin dengan tangan besi. Ia tahu betapa lembut dirinya pernah diperlakukan.
Kita memasuki pekan pertama masa Prapaskah, dan pertanyaan Kaisarea Filipi itu diajukan ulang kepada kita: menurutmu, siapakah Aku? Bukan menurut buku, bukan menurut khotbah yang pernah kaudengar. Menurutmu. Jawaban kita akan kelihatan bukan di bibir, melainkan di cara kita memakai kunci-kunci kecil yang dipercayakan kepada kita: keluarga, pekerjaan, komunitas, nama baik orang lain.
Kepada tangan yang pernah gagal pun Tuhan berani menitipkan kunci. Itu kabar baik bagi kita semua yang memasuki Prapaskah ini sambil membawa daftar kegagalan.
Tuhan Yesus, Engkau memercayai Petrus yang rapuh, maka aku berani percaya Engkau pun memercayaiku. Jadikan aku pemegang kunci yang setia dan gembala yang lembut bagi orang-orang di sekitarku. Amin.
Invitatorium
MINGGU I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Pesta Takhta Santo Petrus, Rasul
MADAH
Iman para Bapa! iman dan doa
Ant. 1 Petrus berkata: Allah telah membangkitkan dan memuliakan Yesus ini, yang kamu salibkan.
Ant. Petrus berkata: Allah telah membangkitkan dan memuliakan Yesus ini, yang kamu salibkan.
Ant. 2 Tuhan telah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan aku dari kuasa Herodes.
Mazmur 64
Doa memohon pertolongan melawan musuh
jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.
Ant. Tuhan telah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan aku dari kuasa Herodes.
Ant. 3 Tiba-tiba awan terang menaungi mereka, dan suara Bapa terdengar: Inilah Putra-Ku yang terkasih.
Mazmur 97
Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia
biarlah semua pesisir bersukacita.
Ant. Tiba-tiba awan terang menaungi mereka, dan suara Bapa terdengar: Inilah Putra-Ku yang terkasih.
BACAAN
RESPONSORIUM Lukas 22:32; Matius 16:17b
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Mazmur 94 (95)
Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Madah
Ant.1: Aku akan memuji Engkau seumur hidupku, ya Tuhan, dan menadahkan tangan kepada-Mu.
Mazmur 62
Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.
Ant.1: Aku akan memuji Engkau seumur hidupku, ya Tuhan, dan menadahkan tangan kepada-Mu.
Ant.2: Pujilah dan luhurkanlah Tuhan selama-lamanya.
Ant.2: Pujilah dan luhurkanlah Tuhan selama-lamanya.
Ant.3: Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Mazmur 149
Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.
Ant.3: Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Ant.Kidung: Yesus dibawa oleh Roh kudus ke padang gurun untuk digodai setan. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia merasa lapar.
Kidung Zakaria (Luk 1:68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ant.Kidung: Yesus dibawa oleh Roh kudus ke padang gurun untuk digodai setan. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia merasa lapar.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Madah
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.
Mazmur 109:1-5,7
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.
Ant.2: Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggil-Nya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.
Mazmur 113
Ant.2: Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggil-Nya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.
Ant.3: Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkan-Nya di dalam Roh.
Ant.3: Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkan-Nya di dalam Roh.
Bacaan Singkat (1Kor 9:24-25)
Ant.Kidung: Jagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.
Kidung Maria (Luk 1:46-55)
Ant.Kidung: Jagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU I SORE II
MADAH
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.
Ant.2: Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggilNya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.
Mazmur 113
Ant.2: Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggilNya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.
Ant.3: Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkanNya di dalam Roh.
1Petr 2,21-24
Ant.3: Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkanNya di dalam Roh.
Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)
Ant.Kidung: Jagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Jagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
Doa Tobat
Madah
Antifon
Mazmur 87 (88)
Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepada-Mu.
Antifon
Bacaan singkat (Yer 14 : 9)
Antifon Kidung
Kidung Simeon
Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.
Antifon Kidung
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Pesta Tahkta Suci Santo Petrus
Menurut cerita lisan yang beredar di kalangan gereja, Santo Petrus yang diberi kuasa oleh Yesus untuk memimpin Gereja mendirikan dua buah tahkta keuskupan. Yang pertama didirikan di Antiokhia, di tengah tengah kaum Yahudi dan orang orang kafir pada tahun 35. Disana Petrus memimpin jemaatnya selama tujuh tahun. Setelah dua kali mengunjungi Roma, maka pada tahun 65 ia menetap disana sebagai Uskup pertama.
Maksud pesta Tahkta suci Santo Petrus adalah untuk menghormati Petrus sebagai Wakil Kristus dan gembala tertinggi gereja yang mempunyai kuasa rohani atas segenap anggota gereja dan semua gereja setempat. Kuasa Petrus ini yang lazim disebut Primat Petrus - diberikan langsung oleh Yesus sebelum kenaikan Nya ke surga (Yoh21:15-19).
Santa Margaretha dari Cortona
Pengaku Iman
Margaretha tergolong gadis yang malang hidupnya terlebih-lebih setelah ibunya meninggal. Gaya hidupnya sembrono tanpa kendali. Nasehat nasehat saleh dari ibunya tidak lagi dituruti. Demikian pula kewajiban kewajiban agama. Gejolak remajanya tidak sanggup dikendalikannya. Ia bergaul dan bersenang senang dengan pemuda pemuda tanggung yang buruk akhlaknya. Pada usia 16 tahun, ia mengikuti seorang pemuda bangsawan ke Montepulsiano. Di sana ia hidup bersama pemuda itu sebagai selir.
Pada suatu hari ia mengikuti anjing kesayangan tuannya, yang menunjukkan tanda tanda aneh tentang suatu kejadian. Sampai di suatu tempat, anjing itu behenti sambil menyalak nyalak. Ternyata disitu tergeletaklah pemuda bangsawan itu sambil berlumuran darah dan tak bernyawa lagi. Pemuda itu dibunuh oleh orang yang tak diketahui. Karena peristiwa ini, Margaretha diusir keluar dari istana bersama dengan anaknya. Ia pergi ke rumah ibu tirinya tetapi disana ia tidak diterima. Setelah luntang lantung beberapa hari, ia lalu pergi ke biara suster suster Santo Fransiskus untuk meminta perlindungan. Di biara itu ia diterima.
Di biara inilah, Margaretha mulai menyadari kebejatan hidupnya. Ia bertobat dan berniat untuk meninggalkan perbuatan perbuatannya yang bejat itu. Pada suatu hari minggu ia pergi ke kampung halamannya, Laviano, untuk berdoa di Gereja dan mengakui dosa dosanya.
Setelah mengalami banyak percobaan batin yang berat, akhirnya ia diterima sebagai anggota ordo ketiga Santo Fransiskus. Keanggotaannya di dalam ordo ini sungguh suatu anugerah Tuhan baginya. Ia mulai menata hidupnya secara baru dalam doa dan karya karya amal. Akhirnya ia sendiri mendirikan sebuah rumah sakit untuk orang orang miskin. Anaknya sendiri menjadi seorang imam dalam Ordo Santo Fransiskus. Margaretha meninggal dunia pada tahun 1297 di Cortona.
Takhta S. Petrus
Pesta
Pesta ini bukan menghormati sebuah perabot, melainkan makna rohani di baliknya. Takhta atau kursi (dalam bahasa Latin cathedra) adalah lambang kuno dari kewibawaan seorang guru dan gembala. Maka Takhta Santo Petrus melambangkan perutusan istimewa yang dipercayakan Kristus kepada Petrus dan para penggantinya untuk meneguhkan iman dan memelihara kesatuan Gereja.
Dasar perayaan ini adalah Injil Matius, ketika Yesus berkata kepada Petrus, Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (Matius 16:18), dan mempercayakan kepadanya kunci Kerajaan Surga. Amanat kepada Petrus untuk menggembalakan domba-domba Tuhan (Yohanes 21) melengkapi gambaran pelayanan ini.
Sebuah relikui kuno berupa kursi kayu yang menurut tradisi pernah dipakai Santo Petrus disimpan di Basilika Santo Petrus di Roma, terbungkus dalam mahakarya perunggu emas rancangan Bernini. Namun kursi jasmani itu hanyalah tanda; yang dirayakan adalah pelayanan hidup yang diteruskan dari uskup Roma yang satu ke uskup Roma berikutnya.
Roma sudah merayakan pesta ini sejak abad keempat. Dahulu ada dua tanggal, 18 Januari untuk Takhta di Roma dan 22 Februari untuk Takhta di Antiokhia, tempat Petrus menggembalakan sebelum ke Roma. Pembaruan kalender liturgi mempertahankan tanggal 22 Februari sebagai satu perayaan. Bagi umat, pesta ini adalah ajakan mendoakan Paus dan mensyukuri karunia kesatuan yang menopang Gereja di segala zaman.