Jumat, 20 Februari 2026

Jumat sesudah Rabu Abu

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Yesaya 58:1-9a

Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya: "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN? Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,

Mazmur Tanggapan Mazmur 51:3-6,18-19

(51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
(51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
(51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
(51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
(51-20) Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
(51-21) Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Bacaan Injil Matius 9:14-15

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Renungan

Lapar yang Berbuah

Jam sepuluh pagi di hari puasa, perut mulai bersuara. Anehnya, yang sering ikut bersuara adalah mulut: lebih mudah tersinggung, lebih ketus kepada orang serumah. Puasanya jalan, buahnya belum.

Keluhan umat di zaman Yesaya mirip: mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya? Jawaban Allah tajam: pada hari puasamu engkau masih mengurus urusanmu dan mendesak-desak semua buruhmu; kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi. Lalu Allah membuka daftar puasa yang dikehendaki-Nya, dan isinya mengejutkan: membuka belenggu kelaliman, memerdekakan yang teraniaya, memecah roti bagi yang lapar, membuka rumah bagi yang tak berumah.

Puasa yang benar rupanya harus terasa oleh orang lain. Bukan sebagai gerutu kita, melainkan sebagai kebaikan. Perut yang lapar seharusnya membuat hati lapang. Yang dihemat dari meja makan sendiri berpindah ke meja orang lain.

Kepada murid-murid Yohanes yang bertanya soal puasa, Yesus berbicara tentang mempelai. Puasa Kristiani bukan unjuk prestasi, melainkan rindu: sahabat yang menantikan mempelai. Dan rindu yang sejati selalu membuat orang lebih lembut, bukan lebih ketus.

Tuhan, jadikan laparku pintu bagi belas kasih, supaya puasaku harum sampai ke sesamaku. Amin.

Invitatorium

JUMAT IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Jumat Sesudah Rabu Abu

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

1. Tuhan, aku tak layak
Dikau datang kepadaku,
Namun ucapkanlah sabda penghibur,
Jiwaku akan sembuh.

2. Oh, datanglah, semua yang berjerih
Dalam duka dan derita,
Datanglah, makanlah Roti dari surga ini;
Damai dan kekuatanmu akan pulih.

3. Ya Yesus, kami menyembah-Mu,
Kurban dan Imam kami,
Darah dan Tubuh-Mu yang berharga
Menjadi Perjamuan kudus kami.

4. Ya Sakramen yang mahakudus,
Ya Sakramen ilahi!
Segala puji dan segala syukur
Senantiasa menjadi milik-Mu.

PSALMODI

Ant. 1 Nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami tentang kuasa Tuhan; mereka telah mengisahkan kepada kami perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.

Mazmur 78:1-39

Sejarah keselamatan mengungkapkan kebaikan Allah dan ketidaksetiaan umat-Nya.

Peristiwa-peristiwa ini diingat sebagai peringatan bagi kita (1 Korintus 10:6).

I
Dengarkanlah, hai bangsaku, pengajaranku;
condongkanlah telingamu kepada perkataan mulutku.
Aku akan membuka mulutku dalam perumpamaan,
dan akan mengungkapkan pelajaran-pelajaran tersembunyi dari masa lalu.

Hal-hal yang telah kami dengar dan pahami,
hal-hal yang telah diceritakan oleh nenek moyang kami,
ini tidak akan kami sembunyikan dari anak-anak mereka,
tetapi akan kami ceritakan kepada generasi berikutnya:

kemuliaan Tuhan dan kekuatan-Nya,
dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang telah Dia lakukan,
kesaksian yang Dia berikan kepada Yakub,
hukum yang Dia tetapkan di Israel.

Dia memberikan perintah kepada nenek moyang kami
untuk memberitahukannya kepada anak-anak mereka,
agar generasi berikutnya mengetahuinya,
anak-anak yang belum lahir.

Mereka pun harus bangkit dan memberitahu anak-anak mereka,
agar mereka pun menaruh harapan mereka kepada Allah,
dan tidak pernah melupakan perbuatan-perbuatan Allah,
tetapi memelihara setiap perintah-Nya:

agar mereka tidak menjadi seperti nenek moyang mereka,
suatu bangsa yang membangkang dan memberontak,
suatu bangsa yang hatinya tidak tetap,
yang rohnya tidak setia kepada Allah.

Anak-anak Efraim, bersenjatakan busur,
berbalik pada hari pertempuran.
Mereka gagal memelihara perjanjian Allah,
dan tidak mau berjalan sesuai dengan hukum-Nya.

Mereka melupakan hal-hal yang telah Dia lakukan,
perbuatan-perbuatan ajaib yang telah Dia tunjukkan kepada mereka.
Dia melakukan keajaiban di hadapan nenek moyang mereka,
di Mesir, di dataran Zoan.

Dia membelah laut dan menuntun mereka melaluinya,
dan membuat air berdiri seperti tembok.
Pada siang hari Dia menuntun mereka dengan awan:
pada malam hari, dengan cahaya api.

Dia membelah batu-batu di padang gurun.
Dia memberi mereka minuman berlimpah seolah-olah dari kedalaman.
Dia membuat aliran air keluar dari batu,
dan membuat air mengalir seperti sungai.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami tentang kuasa Tuhan; mereka telah mengisahkan kepada kami perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.

Ant. 2 Anak-anak Israel makan manna dan minum dari batu rohani yang mengikuti mereka.

II
Namun mereka tetap berdosa terhadap-Nya;
mereka menentang Yang Mahatinggi di padang gurun.
Dalam hati mereka menguji Allah
dengan menuntut makanan yang mereka inginkan.

Mereka bahkan berbicara menentang Allah.
Mereka berkata: “Mungkinkah bagi Allah
untuk menyiapkan meja di padang gurun?

Dialah yang memukul batu,
air mengalir dan menyapu dalam arus deras.
Tetapi dapatkah Dia juga memberi kita roti?
Dapatkah Dia menyediakan daging bagi umat-Nya?”

Ketika Dia mendengar ini, Tuhan murka.
Api menyala terhadap Yakub,
kemarahan-Nya bangkit terhadap Israel
karena tidak beriman kepada Allah;
karena menolak untuk percaya pada pertolongan-Nya.

Namun Dia memerintahkan awan di atas
dan membuka gerbang surga.
Dia menurunkan manna sebagai makanan mereka,
dan memberi mereka roti dari surga.

Manusia biasa makan roti malaikat.
Dia mengirimi mereka makanan berlimpah:
Dia membuat angin timur bertiup dari surga
dan membangkitkan angin selatan dengan kekuatan-Nya.

Dia menghujani mereka makanan seperti debu,
burung bersayap seperti pasir di laut.
Dia membiarkannya jatuh di tengah perkemahan mereka
dan di sekeliling tenda-tenda mereka.

Maka mereka makan dan kenyang;
karena Dia memberi mereka semua yang mereka inginkan.
Tetapi sebelum mereka memuaskan keinginan mereka,
sementara makanan masih di mulut mereka,
kemarahan Allah bangkit terhadap mereka.

Dia membunuh yang terkuat di antara mereka,
menumbangkan bunga Israel.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Anak-anak Israel makan manna dan minum dari batu rohani yang mengikuti mereka.

Ant. 3 Mereka ingat bahwa Allah adalah penolong dan penebus mereka.

III
Meskipun demikian, mereka terus berdosa;
mereka tidak beriman pada keajaiban-Nya:
maka Dia mengakhiri hari-hari mereka seperti napas,
dan tahun-tahun mereka dalam kehancuran mendadak.

Ketika Dia membunuh mereka, maka mereka akan mencari-Nya,
kembali dan mencari-Nya dengan sungguh-sungguh.
Mereka akan ingat bahwa Allah adalah batu karang mereka,
Allah Yang Mahatinggi penebus mereka.

Tetapi perkataan yang mereka ucapkan hanyalah sanjungan;
mereka berbohong kepada-Nya dengan bibir mereka.
Karena hati mereka tidak sungguh-sungguh bersama-Nya;
mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.

Namun Dia yang penuh belas kasihan
mengampuni dosa mereka dan menyelamatkan mereka.
Begitu sering Dia menahan kemarahan-Nya
padahal Dia bisa saja membangkitkan murka-Nya.

Dia ingat bahwa mereka hanyalah manusia,
napas yang berlalu dan tidak pernah kembali.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus Kristus, Gembala Gereja-Mu, untuk menguatkan iman kami dan menuntun kami ke kerajaan, Engkau memperbarui dan jauh melampaui keajaiban-keajaiban hukum lama. Melalui ketidakpastian perjalanan duniawi ini, bimbinglah kami pulang ke padang rumput abadi.

Ant. Mereka ingat bahwa Allah adalah penolong dan penebus mereka.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Kembalilah kepada Tuhan, Allahmu.

Dia baik dan penuh belas kasihan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Keluaran

2:1-22; 18:4

Kelahiran dan pelarian Musa
Seorang laki-laki dari keluarga Lewi mengambil seorang perempuan Lewi menjadi istrinya. Perempuan itu mengandung lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya bahwa anak itu elok, disembunyikannya tiga bulan lamanya. Karena ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, maka diambilnya sebuah peti dari papirus, dilapisinya dengan gala-gala dan ter, lalu diletakkannya bayi itu di dalamnya, dan ditaruhnya di antara teberau di tepi sungai Nil. Kakaknya berdiri agak jauh untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada anak itu.
Putri Firaun turun untuk mandi di sungai, sementara dayang-dayangnya berjalan di tepi sungai. Ketika ia melihat peti di antara teberau, ia menyuruh budaknya untuk mengambilnya. Setelah membukanya, ia melihat, dan ternyata ada seorang bayi laki-laki, menangis! Ia merasa kasihan kepadanya dan berkata, “Ini adalah salah satu anak orang Ibrani.” Lalu kakaknya bertanya kepada putri Firaun, “Perlukah aku pergi memanggil salah seorang perempuan Ibrani untuk menyusui anak itu bagimu?” “Ya, lakukanlah,” jawabnya.
Maka pergilah gadis itu dan memanggil ibu kandung anak itu. Putri Firaun berkata kepadanya, “Ambillah anak ini dan susui dia bagiku, dan aku akan membayarmu.” Maka perempuan itu mengambil anak itu dan menyusuinya. Ketika anak itu besar, ia membawanya kepada putri Firaun, yang mengangkatnya sebagai anaknya dan menamainya Musa; karena katanya, “Aku menariknya dari air.”
Pada suatu kesempatan, setelah Musa dewasa, ketika ia mengunjungi sanak saudaranya dan menyaksikan kerja paksa mereka, ia melihat seorang Mesir memukul seorang Ibrani, salah seorang sanak saudaranya. Setelah melihat sekeliling dan tidak melihat siapa pun, ia membunuh orang Mesir itu dan menyembunyikannya di pasir. Keesokan harinya ia keluar lagi, dan sekarang dua orang Ibrani sedang berkelahi! Maka ia bertanya kepada pelaku, “Mengapa engkau memukul sesamamu orang Ibrani?” Tetapi ia menjawab, “Siapa yang mengangkat engkau menjadi penguasa dan hakim atas kami? Apakah engkau berpikir untuk membunuhku seperti engkau membunuh orang Mesir itu?” Maka Musa menjadi takut dan berpikir, “Perkara ini pasti sudah diketahui.”
Firaun pun mendengar perkara itu dan berusaha membunuhnya. Tetapi Musa melarikan diri darinya dan tinggal di tanah Midian. Ketika ia duduk di sana di dekat sebuah sumur, tujuh putri seorang imam Midian datang untuk menimba air dan mengisi palungan untuk memberi minum kawanan domba ayah mereka. Tetapi beberapa gembala datang dan mengusir mereka. Lalu Musa bangkit dan membela mereka serta memberi minum kawanan domba mereka.
Ketika mereka kembali kepada ayah mereka Reuel, ia berkata kepada mereka, “Mengapa kalian kembali begitu cepat hari ini?” Mereka menjawab, “Seorang Mesir menyelamatkan kami dari gangguan para gembala. Ia bahkan menimba air untuk kami dan memberi minum kawanan domba!” “Di mana orang itu?” tanyanya kepada putri-putrinya. “Mengapa kalian meninggalkannya di sana? Undanglah dia untuk makan.”
Musa setuju untuk tinggal bersamanya, dan orang itu memberinya putrinya Zipora sebagai istri. Ia melahirkan seorang putra, yang dinamakannya Gersom; karena katanya, “Aku adalah orang asing di tanah asing.” Putra lainnya yang dilahirkannya dinamakan Eliezer; karena katanya, “Allah ayahku adalah penolongku; Dia telah menyelamatkanku dari pedang Firaun.”

RESPONSORIUM Ibrani 11:24-25, 26, 27

Ketika ia dewasa, Musa, dipimpin oleh iman, menolak untuk dikenal sebagai putra putri Firaun. Ia memilih untuk menderita bersama umat Allah daripada menikmati kesenangan dosa yang sesaat.

Ia memusatkan pandangannya pada upah yang telah dijanjikan Allah.
Menanggung celaan Kristus lebih berharga baginya daripada semua harta Mesir. Dengan iman sebagai penuntunnya, ia meninggalkan Mesir.

Ia memusatkan pandangannya pada upah yang telah dijanjikan Allah.
Bacaan Kedua

Dari sebuah homili oleh Santo Yohanes Krisostomus, uskup

Doa adalah terang roh
Doa dan percakapan dengan Allah adalah kebaikan tertinggi: itu adalah persekutuan dan persatuan dengan Allah. Sebagaimana mata tubuh diterangi ketika melihat cahaya, demikian pula roh kita, ketika ia tertuju kepada Allah, diterangi oleh cahaya-Nya yang tak terbatas. Yang kumaksud bukanlah doa yang bersifat lahiriah, melainkan doa dari hati, tidak terbatas pada waktu atau periode tertentu, tetapi terus-menerus sepanjang siang dan malam.
Roh kita harus cepat menjangkau Allah, tidak hanya ketika sedang bermeditasi; pada waktu-waktu lain juga, ketika sedang menjalankan tugasnya, merawat yang membutuhkan, melakukan karya amal, memberi dengan murah hati dalam pelayanan orang lain, roh kita harus merindukan Allah dan mengingat-Nya, agar karya-karya ini dibumbui dengan garam kasih Allah, dan dengan demikian menjadi persembahan yang menyenangkan bagi Tuhan semesta alam. Sepanjang seluruh hidup kita, kita dapat menikmati manfaat yang datang dari doa jika kita mencurahkan banyak waktu untuk itu.
Doa adalah terang roh, pengetahuan sejati tentang Allah, yang menjadi perantara antara Allah dan manusia. Roh, yang diangkat ke surga oleh doa, melekat pada Allah dengan kelembutan yang paling dalam; seperti anak kecil yang menangis tersedu-sedu untuk ibunya, ia mendambakan susu yang disediakan Allah. Ia mencari kepuasan keinginannya sendiri, dan menerima karunia yang melebihi seluruh dunia alam.
Doa berdiri di hadapan Allah sebagai duta yang terhormat. Ia memberikan sukacita kepada roh, kedamaian kepada hati. Aku berbicara tentang doa, bukan kata-kata. Itu adalah kerinduan akan Allah, kasih yang terlalu dalam untuk diungkapkan dengan kata-kata, karunia yang tidak diberikan oleh manusia tetapi oleh rahmat Allah. Rasul Paulus berkata: Kita tidak tahu bagaimana seharusnya kita berdoa, tetapi Roh sendiri memohon bagi kita dengan kerinduan yang tak terlukiskan.
Ketika Tuhan memberikan doa semacam ini kepada seseorang, Dia memberinya kekayaan yang tidak dapat diambil, makanan surgawi yang memuaskan roh. Orang yang merasakan makanan ini terbakar dengan kerinduan abadi akan Tuhan: rohnya membara seperti dalam api yang paling intens.
Latihlah doa sejak awal. Catlah rumahmu dengan warna kesederhanaan dan kerendahan hati. Jadikanlah bersinar dengan terang keadilan. Hiasilah dengan daun emas terbaik dari perbuatan baik. Hiasilah dengan dinding dan batu iman dan kemurahan hati. Mahkotailah dengan puncak doa. Dengan cara ini Engkau akan menjadikannya tempat tinggal yang sempurna bagi Tuhan. Engkau akan dapat menerima-Nya seperti di istana yang megah, dan melalui rahmat-Nya Engkau sudah akan memiliki-Nya, gambar-Nya bertahta di bait rohmu.

RESPONSORIUM Ratapan 5:20; Matius 8:25

Apakah Engkau akan melupakan kami selamanya? Apakah Engkau akan meninggalkan kami terlantar hari demi hari?

Kembalikanlah kami kepada-Mu, ya Tuhan, dan kami akan datang kepada-Mu.
Selamatkanlah kami, Tuhan, atau kami akan binasa.

Kembalikanlah kami kepada-Mu, ya Tuhan, dan kami akan datang kepada-Mu.

DOA PENUTUP

Tunjukkanlah rahmat-Mu,
ya Tuhan, kami mohon,
atas karya-karya tobat yang telah kami mulai,
agar kami memiliki kekuatan untuk melaksanakan
dengan tulus pengamatan jasmani yang kami lakukan.
Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MADAH

Kristus surya keadilan
Kini fajar Kaudatangkan
Enyahkanlah kegelapan
Tampilkanlah kehidupan.

S'moga pertobatan kami
Di masa Prapaska ini
menurunkan rahmat ampun
Atas dosa yang bertimbun.

Bila tiba hari paska
Perkenanankan para hamba
Bersorak kegembiraan
Merayakan kebangkitan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkam bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Ant.1: Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Ant.2: Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.

Tb 13,10-16

Pujilah Tuhan, hai para pilihanNya,*
berpestalah dengan gembira dan bersyukurlah kepadaNya.

Hai Yerusalem, kota suci,+
Allah menyiksa kamu karena perbuatanmu yang jahat,*
tetapi Ia akan mengasihani kembali orang-orang yang jujur.

Luhurkanlah Tuhan dengan selayaknya,+
bersyukurlah kepada raja yang kekal abadi,*
supaya rumahNya dibangun kembali bagimu dengan gembira.

Tuhan akan menghantar pulang semua tawananmu,*
dan engkau akan bersukacita selama-lamanya.

Engkau bermandikan cahaya gemilang, hai Yerusalem,*
dan seluruh bumi sujud hormat kepadamu.

Dari jauh bangsa-bangsa datang kepadamu,*
membawa persembahan sebagai tanda bakti bagi Tuhanmu.

Mereka memandang tanahmu sebagai tanah suci,*
dan menyerukan nama Tuhan di tengahmu.

Hai Yerusalem, engkau akan bersukacita atas putera-puterimu,+
sebab mereka semua diberkati Tuhan,*
dan dihimpun di hadapanNya.

Berbahagialah semua yang mencintai engkau,*
yang bersukacita atas damai sejahteramu.

Pujilah Tuhan, hai hatiku, pujilah Tuhan Allah kita,*
sebab Ia membebaskan kotaNya Yerusalem dari segala penderitaannya.

Ant.2: Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.

Ant.3: Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.

Mazmur 147 (147B)

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,*
pujilah Allahmu, hai Sion.

Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,*
Ia memberkati para pendudukmu.

Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu,*
dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.

Ia mengutus sabdaNya ke bumi,*
dengan segera firmanNya berlari.

DiturunkanNya salju seperti bulu domba,*
dihamburkanNya embun beku bagaikan abu.

DilemparkanNya hujan es seperti kerikil,*
siapa dapat menahan dinginnya?

Ia bersabda lagi, maka es mencair kembali,*
Ia menyuruh anginNya bertiup, maka air mengalir.

Dialah yang menyampaikan firmanNya kepada Yakub,*
ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,*
hukum-hukumNya tidak mereka kenal.

Ant.3: Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.

Bacaan Singkat: (Yes 53,11b-12)

Orang saleh itu, hambaKu, akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka. Maka itu, Aku akan memberi dia semua orang menjadi miliknya, sebab ia menyerahkan diri kepada maut dan digolongkan di antara kaum durhaka. Padahal ia menanggung dosa semua orang dan menjadi pengantara bagi orang-orang jahat.

Lagu Singkat:
P: Tuhan akan melepaskan daku dari perangkap,* Dan dari jerat musuh. U: Tuhan. P: Dari lawan yang memfitnah. U: Dan dari jerat musuh. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Jika kamu melihat orang telanjang, berilah dia pakaian. Jika kamu berbuat demikian, maka cahayamu akan merekah laksana fajar.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Jika kamu melihat orang telanjang, berilah dia pakaian. Jika kamu berbuat demikian, maka cahayamu akan merekah laksana fajar.

Doa Permohonan:

Kristus Tuhan kita telah wafat di salib untuk menghidupkan kita. Patutlah kita bersyukur kepadaNya dan berdoa dengan tulus hati:
U: Hidupkanlah kami dengan wafatMu, ya Tuhan.
P: Guru dan penyelamat kami, Engkau telah membuktikan kesetiaanMu kepada kami, dan memperbaharui kami dengan kemuliaan sengsaraMu,* semoga kami jangan berkeras hati dalam kejahatan.
P: Semoga kami hari ini rela mengurangi makanan kami,* untuk menolong suadara-saudara kami yang melarat.
P: Semoga kami menerima hari pertobatan ini dengan penuh bakti,* dan menyucikannya bagiMu dengan karya amal.
P: Luruskanlah hati kami yang memberontak terhadapMu,* dan berilah kami kerelaan dan kebesaran hati.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Tuhan, bantulah kami memperbaharui diri dengan tobat. Semoga usaha mati raga yang kami mulai, kami selesaikan denagn hati yang ikhlas. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

JUMAT IV SIANG

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119),161-168

Kaum curang mengejar aku tanpa alasan,*
hatiku sungguh takut akan mereka.

Tetapi aku bergembira atas sabdaMu,*
seperti orang yang mendapat harta besar.

Aku benci dan muak terhadap dusta,*
tetapi hukumMu kucintai.

Tujuh kali sehari aku memuji Engkau,*
karena keputusanMu yang tepat.

Makmurlah orang yang mencintai hukumMu,*
tiada batu sandungan bagi mereka.

Aku mengharapkan keselamatanMu, ya Tuhan,*
aku menepati perintahMu.

Aku berpegang pada ketetapanMu,*
aku amat mencintainya.

Aku memperhatikan perintah dan ketetapanMu,*
sebab seluruh hidupku terbuka di hadapanMu.

Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Mazmur 132 (133)

Alangkah baik dan menyenangkan,*
tinggal bersama sebagai saudara.

Bagaikan minyak wangi di atas kepala,*
yang mencucuri janggut Harun dan menetesi jubahnya.

Bagaikan embun di gunung Hermon,*
bagaikan embun yang turun di bukit Sion.

Sebab di Sionlah Tuhan menurunkan berkat,*
dan menganugerahkan kehidupan untuk selama-lamanya.

Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Mazmur 139 (140),1-9.13-14

Ya Tuhan, bebaskanlah aku dari orang jahat,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka merencanakan kejahatan,*
sepanjang hari mencari pertengkaran.

Seperti ular, mereka mengasah lidahnya,*
mulut mereka penuh racun ular berbisa.

Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka bermaksud menjatuhkan daku,*
dengan memasang jerat.

Orang yang kurang ajar membentangkan jaring,*
dan memasang perangkap di jalanku.

Aku berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah Allahku,*
dengarkanlah seruan doaku.

Tuhan, ya Tuhanku, Engkaulah penyelamatku,*
lindungilah kepalaku pada hari pertempuran.

Ya Tuhan, janganlah Kaupenuhi keinginan orang berdosa,*
janganlah Kaudukung tipu muslihat mereka."

Aku tahu, bahwa Tuhan adil terhadap orang tertindas,*
dan membela hak orang miskin.

Sungguh, orang jujur akan memuji namaMu,*
orang suci akan hidup di hadapan wajahMu.

Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Bacaan Singkat: (Yer 3,12.14a)

Kembalilah, itulah firman Tuhan, dan Aku tidak akan menolak kamu. Sebab Aku ini berbelaskasih, dan murkaKu tidak abadi. Pulanglah hai anak-anak yang telah murtad, itulah firman Tuhan.

P: Persembahan kepada Allah ialah jiwa yang menyesal.
U: Hati remuk-redam takkan Kautolak.

Doa Penutup:

Tuhan, bantulah kami memperbaharui diri dengan tobat. Semoga usaha mati raga yang kami mulai, kami selesaikan denagn hati yang ikhlas. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

JUMAT IV SORE

MADAH

Yesus Engkau menganjurkan
Supaya kami bertahan
Dalam pantang dan puasa
Agar slamat sejahtera.

Dampingilah para umat
Yang kini ingin bertobat
Ampunilah dosa kami
Yang sungguh kami sesali.

Bersihkanlah hati kami
Di masa prapaska ini
Agar pantas merayakan
Hari kebangkitan Tuhan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.

Mazmur 144 (145) - I

Aku mengagungkan Dikau, ya Allah, rajaku,*
aku memuliakan namaMu selama-lamanya.

Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau,*
dan memuji namaMu selama-lamanya.

Agunglah Tuhan dan sangat terpuji,*
keagunganNya tak terselami.

Angkatan demi angkatan memuliakan karyaMu,*
dan mewartakan kejayaanMu.

Semarak dan mulialah namaMu,*
kemegahanMu akan kukidungkan.

KaryaMu yang dahsyat dan perkasa akan kukisahkan,*
dan keagunganMu akan kumaklumkan.

KebaikanMu yang tak terperikan akan kukenangkan,*
dan keadilanMu akan kuumumkan.

Tuhan itu pengasih dan penyayang,*
lambat akan murka dan besar kasih setiaNya.

Tuhan baik terhadap semua orang,*
penuh kasih setia terhadap segala ciptaanNya.

Ya Tuhan, semoga segala karyaMu bersyukur kepadaMu,*
dan semua kekasihMu memuji Engkau.

Semoga mereka mengumumkan kerajaaMu yang mulia,*
dan mewartakan keperkasaanMu.

Semoga mereka menyiarkan kejayaanMu kepada umat manusia,*
dan memaklumkan kerajaanMu yang semarak mulia.

KerajaanMu berlangsung selama-lamanya,*
dan pemerintahanMu turun-temurun.

Ant.1: Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.

Ant.2: Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.

Mazmur 144 (145) - II

Tuhan setia dalam semua sabdaNya,*
penuh kasih dalam segala karyaNya.

Tuhan menopang semua orang yang jatuh,*
dan menegakkan semua orang yang tertunduk.

Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan,*
Engkau memberi mereka makan pada waktunya.

Engkau membuka tanganMu,*
dan memenuhi keinginan segala makhluk yang hidup.

Tuhan adil dalam segala tindakanNya,*
penuh kasih setia dalam segala karyaNya.

Tuhan dekat pada orang yang berseru kepadaNya,*
yang berseru kepadaNya dengan tulus hati.

Tuhan melaksanakan kehendak orang takwa,*
Ia mendengarkan dan menyelamatkan mereka.

Tuhan memelihara semua orang yang mengasihiNya,*
tetapi yang berbuat jahat dibinasakanNya.

Semoga aku mewartakan pujian Tuhan,*
dan segala makhluk memuliakan namaNya selama-lamanya.

Ant.2: Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.

Ant.3: Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Why 15,3-4

Agung dan mengagumkan segala karyaMu,*
ya Tuhan Allah yang mahakuasa

Adil dan benar segala tindakanMu,*
ya raja segala bangsa!

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*
dan tidak memuliakan namaMu?

Sebab hanya Engkaulah kudus,+
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu,*
sebab telah nyatalah segala keputusanMu.

Ant.3: Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Bacaan Singkat: (Yak 5,16.19-20)

Hendaklah kamu saling mengaku dosa dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Sebab doa tekun seorang jujur amat sakti. Saudara-saudaraku, jika seseorang di antara kamu menyimpang dari jalan yang benar, dan saudaranya menghantar dia kembali, maka ketahuilah, bahwa yang menghantar dia kembali dari jalannya yang sesat, akan menyelamatkan jiwa orang berdosa itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Lagu Singkat:
P: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* Kasihanilah aku. U: Dengarkanlah. P: Sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa di hadapanMu. U: Kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Dengarkanlah.

Ant.Kidung: Apabila pengantin sudah diambil dari antara kamu, pada waktu itulah kamu akan berpuasa.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Apabila pengantin sudah diambil dari antara kamu, pada waktu itulah kamu akan berpuasa.

Doa Permohonan:

Tuhan Yesus telah menguduskan umatNya dengan darahNya sendiri. Marilah kita berdoa kepadaNya:
U: Kasihanilah umatMu, ya Tuhan.
P: Ya penebus kami, tolonglah kami menyangkal diri dan memanggul salib serta mengikuti Engkau dalam sengsaraMu; teguhkanlah kami dalam perjuangan melawan kejahatan, dan kuatkanlah pengharapan kami,* supaya kami tanpa rintangan dapat menyongsong perayaan kebangkitanMu.
P: Semoga orang kristen menunaikan tugasnya sebagai nabi serperti Engkau, mewartakan sabdaMu dimana-mana,* dan menguatkan pewartaan mereka dengan teladan iman, pengharapan dan cinta kasih.
P: Teguhkanlah dengan kekuatanMu semua orang yang tersesak,* dan doronglah kami untuk menghibur dan memperhatikan mereka sebagai saudara.
P: Ajarilah orang beriman mempersatukan kesusahan mereka dengan sengsaraMu,* sehingga karya keselamatanMu nyata dalam mereka.
P: Sumber kehidupan, ingatlah akan semua orang yang telah berpulang,* dan kurniakanlah kemuliaan kebangkitanMu kepada mereka.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Tuhan, bantulah kami memperbaharui diri dengan tobat. Semoga usaha mati raga yang kami mulai, kami selesaikan denagn hati yang ikhlas. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14,9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santo Eleuterius

Uskup dan Martir

Eleuterius lahir di Dornik, Belgia pada tahun 456. Putra bangsawan Dornik ini mempunyai bakat luar biasa dalam banyak hal sehingga pendidikannya dapat diselesaikan dengan mudah dan cepat. Pendidikan iman dari orang tuanya menjadikan dia seorang beriman yang taat agama.

Pada umur 30 tahun, ia dipilih menjadi Uskup Dornik. Ia menghadapi banyak kesulitan dalam tugasnya karena keretakan hubungan antara gereja dan negara. Kecuali itu situasi dalam tubuh gereja sendiri serba tak menentu, lebih-lebih karena umat tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran iman. Menghadapi masalah-masalah itu, Uskup Eleuterius menggalakkan berbagai kegiatan kerasulan dan pewartaan untuk mengembalikan umat kepada penghayatan iman yang sesuai dengan ajaran iman. Ia percaya bahwa Tuhan membantu dia dalam karyanya. Dalam seluruh karyanya sebagai Uskup, ia tidak mengenal kata "mustahil".

Pengajaran Agama, perayaan Liturgi, menciptakan hubungan baik dengan para pemimpin bangsa Frank yang menguasai daerahnya, pendidikan imam-imam, semuanya menjadi pokok perhatian dan kerasulannya. Usaha-usaha ini diperkuat dengan kehidupan tapa dan doa yang mendalam tanpa mengenal putus asa.

Ketika Eleuterius meninggal karena dibunuh oleh segerombolan penyebar agama sesat pada tahun 531, para pemimpin bangsa Frank bersama sebagian rakyatnya sudah di Kristen kan oleh Eleuterius. Ajaran-ajaran sesat yang dahulu dianutnya dulu tidak lagi menarik perhatian mereka. Melihat segala usahanya untuk menegakkan ajaran iman yang benar, kegigihannya mempertobatkan bangsa Frank yang kafir, terpebuhilah kata-kata St. Paulus ini: "Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."

Santo Nemesius

Martir

Nemesius berasal dari Mesir. Ketika Kaisar Desius melancarkan aksi pengejaran terhadap orang-orang Kristen, Nemesius berada di Aleksandria. Ia bukan saja seorang beriman yang saleh, tetapi juga rasul yang aktif menyebarkan iman Kristen diantara kaum kafir. Keaktifannya ini menyebabkan dia dibenci oleh banyak orang kafir.

Oleh orang-orang kafir yang membencinya, ia diadukan kepada pemerintah namun terbukti tidak bersalah. Setelah beberapa lama, Nemesius ditangkap lagi karena imannya akan Kristus. Ia di hadapkan ke muka prefek Romawi di Aleksandria untuk diadili. Di depan hakim, Nemesius dengan berani menyebut dirinya orang Kristen dan seorang rasul Kristus. Ia disesah dan disiksa dengan kejam, namun semuanya itu ditanggungnya demi cintanya kepada Kristus Penebus.

Ia mengalami benar-benar bahwa seperti para rasul di hadapan Dewan Sanhendrin, ia telah dipandang layak untuk menderita penganiayaan dan penghinaan karena Yesus. Akhirnya ia di bakar hidup-hidup bersama beberapa orang penjahat. Peristiwa naas tersebut disaksikan oleh beberapa orang serani dan prajurit-prajurit Romawi. Para prajurit itu menghiburnya dan menyediakan makanan baginya sebelum menghadapi saat hukuman mati itu. Para prajurit itu pun kemudian di hukum mati karena ketahuan mendampingi Nemesius dengan memberi hiburan dan makanan. Nemisius di bakar pada tahun 247.